Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
PERJALANAN TIGA SAHABAT


__ADS_3

Perjalanan dari kota mereka tinggal menuju kota QQ hanya butuh waktu 1,5jam.


Memang tidak lama, tapi berada di dalam pesawat membuat badan pegal-pegal meski hanya duduk saja.


Setelah keluar dari pesawat, mereka menuju tempat pengambilan barang-barang dan koper mereka.


Amara, Nita, dan Reza menjadi pusat perhatian di bandara, bukan karena mereka orang yang terkenal/selebritis papan atas. Melainkan mereka selalu bercanda, tertawa, membuat suara gaduh, dan ribut sendiri.


“ambil troli sana Za!” kata nita.


“harus banget aku?”. Menunjuk diri sendiri.


“iya lah Za” Amara melingkarkan tangannya ke leher Reza.“lalu apa gunanya membawa kamu, kalo kamu tidak ada gunanya?” memandang Nita meminta persetujuan”.


Nita membalas dengan anggukan setuju dengan apa yang di katakan Amara.


“Ya Tuhan untung aku sayang sama mereka berdua, kalo tidak sudah aku jual ke om-om!” mengacak-acak rambutnya sendiri, dan berjalan mengambil troli.


Amara dan Nita saling tatap dan tertawa bersama karena berhasil menjahili Reza.


Tiba-tiba Amara terdiam karena seperti melihat sosok Arkana bersama penyayi terkenal.


Itu mas Arkana kan, eh itu pacarnya? ah ngga mungkin, paling aku salah lihat. tapi kalo memang itu mas Arkana dan Pacaranya. Pantas, pacarnya aja penyayi terkenal mana mau sama aku. Haha. Amara


“hello Amara!” Nita mengibas-kibaskan tangannya ke depan muka Amara.“kesambet ya kamu?”.


“e-eh” tertawa. “setelah check in hotel kita langsung jalan-jalan yuk?”


“aku tidak ikut, aku ingin tidur.” Reza yang baru kembali setelah mengambil troli langsung menjawab Amara.


“yakin kamu ngga ikut Za?” Nita meyakinkan Reza.


“yoi, lagian nanti sore kita ke pantai buat liat matahari sore kan?” mengambil koper Amara, nita, dan punyanya sendiri.“aku harus menyiapkan tenaga buat main malam.” menyeringai.


“si petualang wanita akan beraksi kembali.” Amara dan Nita bersamaan.

__ADS_1


“palingan juga gagal lagi!” Amara tertawa puas.


“sudah biasa.” Nita bicara dengan nada lagu.


Akhirnya ada aksi kejar-kejaran antara Amara, Nita, dan Reza.


Reza dengan troli membawa koper mengejar Amara dan Nita.


Mereka tertawa bersama.


Nita sudah memesan taxi online yang akan mengantar mereka ke hotel tempat mereka istrahat.


Taxi sudah menunggu di tempat tunggu taxi, Reza memasukan koper milik mereka ke bagasi mobil taxi tersebut, setelah selesai dengan barang bawaan taxi itu membawa mereka pergi menuju hotel.


Sesampainya dihotel benar saja Reza langsung mandi dan tidur terlelap.


Sedangkan Amara dan Nita bersiap untuk jalan-jalan tidak mau membuang-buang waktu berlibur mereka.


“aku mandi dulu yah, kamu yang bereskan semuanya.” Nita mengambil handuk langsung masuk ke kamar mandi dan meninggalkan suara tawanya yang nyaring di telinga Amara.


setelah keduanya selesai mandi mereka siap-siap dengan maksimal, siapa tau ketemu jodoh di kota ini, pikir mereka.


“kenapa kamu pake baju itu?” Amara cemberut. “kita harus pake baju yang sama!” perintah Amara.


“nanti aku susah cari cowonya donk, mereka kira kita pasangan!” hahaha balas Nita.


“biarkan saja, memang kita pasangan!” mlengos.


mereka berdua tertawa geli sendiri setelah menyadari apa yang mereka bicarakan. lalu Nita mengambil baju dan ganti dengan baju yang sama dengan Amara.


“all you ready?” teriak Nita.


“i'm ready!” jawab Amara tidak kalah keras suaranya.


“let's go beb”. Menujuk keluar pintu.

__ADS_1


Mereka berlarian dan selalu tertawa ceria khas mereka.


Tujuan pertama mereka adalah mall terbesar di kota QQ.


Mereka memilih jalan kaki untuk benar-benar menikmati perjalanan mereka.


Mall tersebut tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


*Di Mall


“kita makan atau langsung cari baju ?” tanya Amara.


“kayanya beli minum dulu, terus cari baju buat nanti ke pantai ?”


“minuman tidak termasuk dalam pilihan!” cemberut.


“ok ok, beli minum saja.” Nita menjawab dengan jawaban yang sama dan tertawa menertawakan tingkah Amara yang menggemaskan.


Mereka tertawa entah apa yang membuat mereka tertawa tapi sepanjang jalan mereka selalu tertawa, dan sekarang sambil berlarian tetap masih tertawa. Mereka berlari agar lebih cepat sampai ke tempat untuk


membeli minum. Haha padahal memang mereka senang bercanda dan membuat gaduh.


“kamu mau yang mana ?” tanya Nita.


“susu gula jawa keju, pake buble. Es batunya banyakin biar seger.”


“oke nyonyah siap-siap.” Nita mengakat tanganya ke depan dahinya. menghormatkan tanganya dan menghadap Amara.


Amara tertawa dan melingkarkan tanganya ke tangan Nita, tangan yang satunya mencubit gemas pipi Nita.


setelah selesai memesan minum, mereka langsung menuju tempat baju yang sudah mereka rencanakan saat mereka masih dirumah. toko baju brand yang sangat lengkap modelnya.


loh, itu mas Arkana. berarti aku tidak salah lihat donk tadi saat dibandara. Amara.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2