Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Bab 27


__ADS_3

Arkana masuk lalu mengetuk pintu kamar mandi. “Ra, kamu didalam?”


“heemmmm_ ia mas, ada apa mas Arkana ke sini?”


“aku mencarimu, kenapa kamu bangun terlebih dahulu?” tanya Arkana.


“Aku terbangun karena ingin buang air kec..” ucapan Amara terpotong karena dia menjerit kesakitan. “aw aw aduhh hu huhu.”


“kamu kenapa?.” menggedor-gedor pintu. “buka pintunya ra!”


“ngga apa-apa kok mas, mas Arkana keluar dulu dari kamar ku, aku tidak membawa baju ganti.”


“tidak!_ buka pintunya dulu.” ucap Arkana meninggikan suaranya.


“tapi mas.”


Arkana mendobrak pintu kamar mandi, Amara terkejut dibuatnya.


Amara menjerit dan berusaha menutupi tubuhnya dengan handuk yang dengan asal di meraih dari gantungan handuk.


“yahhhh.... Mas kenapa didobarak, sudah aku bilang aku tidak apa-apa.”


Arkana memalingkan pandangannya dari tubuh Amara yang telanjang hanya tertutup handuk yang tidak menutup sempurna. “lalu kenapa kamu mengaduh kesakitan?” tanya Arkana seraya mengusap-usap telpak tanganya sendiri.


“aku kesakitan saat buang air kecil, rasanya perih sekali.” jawab Amara.“mas Arkana keluar sekarang.” hendak berdiri dadi tolilet duduk.


*hup* Arkana tiba-tiba mengakat badan Amara, saat Amara berdiri untuk membenarkan posisi handuknya.


Amara meronta, mengayunkan ayunkan kakinya meminta untuk diturunkan. “aku bis jalan sendiri mas, lepaskan!”


Amara sudah mandi kok, cuma karena sakit saat buang air kecil dia menahannya sampai selesai mandi 🤣


“diam!” menatap Amara tajam.“kalau tidak diam akan aku ulangi kejadian semalam.” ancam Arkana.


Amara membungkam mulutnya dengan satu tangannya, dan tangan satunya lagi menggelayut di leher Arakan agar dirinya tidak terjatuh.

__ADS_1


Arkana menidurkan Amara di tempat tidur Amara, lalu Arkana berbalik berjalan menuju tempat pakaian Amara untuk mengambilkan baju Amara.


Selesai mengambilkan baju Amara, tanpa Aba-aba Arkana langsung membuka handuk yang Amara kenakan.


“mas Arkanaaaaaa.....!” Amara berteriak.


Arkana memundurkan kepalanya lalu menutup telinga kananya. “berisik sekali kamu ini.” *cup* mengecup bibir Amara. “ sekali lagi berteriak kita ulangi lagi kejadian semalam!” menyeringai.


Amara mengerutkan dahinya dan muka yang kesal dengan kelakuan Arkana. “aku bisa memakainya sendiri.” ucap Amara.


Arkana tidak menghiraukan ucapan Amara, dia masih saja tetap sibuk memakaikan pakaian Amara.


“buat jalan bisa kan?” menyelipkan anak rambut ketelinga Amara yang menutupi muka. “atau mau digendong lagi?”


“tidak, aku bisa jalan sendiri.” turun dari tempat tidur. “mau kemana?”


“kita jalan-jalan, kamu mau kemana?” melangkahkan kakinya keluar kamar Amara.


“yakin aku yang memilih kita keluar kemana?” Amara merekahkan senyumanya lalu berjalan menyusul Arkana yang sudah jalan duluan.


“yes, yuhuuuu_” Amara terlihat sangat gembira.


Hari ini adalah akhir pekan, Arkana sengaja membiarkan Amara yang memilih tempatnya untuk menghibur Amara yang baru saja ditinggal keluarganya bersamaan.


Amara yang sifatnya sangat ceria, bisa dengan mudah menutupi kesedihanya, toh pikirnya bersedih dan menangisi yang sudah tidak ada terlalu lama tidak baik.


Amara berfikir keluarganya sudah tenang di surga, Amara tidak ingin membuat kelurganya bersedih disurga melihat Amara yang selalu bersedih disini.


Amara memasang seat beltnya. “kita sarapan di pinggir pantai ya mas.” ajaknya.


“yang lain.”


“hemm, rumah makan taman kota?”


“yang lain.”

__ADS_1


“pecel dekat sekolahanku.” Amara mengerutkan dahinya sudah mulai kesal.


“yang lain.”


Amara menyilangkan tanganya ke depan dada, mengerutkan dahinya, dan mengrujutkan bibir dia tidak menjawab lagi.


“mau kemana?” ulang Arkana.


“terserah mas Arkana saja, aku sudah tidak bersemangat lagi.” jawab Amara.


“kamu yang pilih tujuan kita.”


“tidak usah mas terimakasih, terserah mas Arkana saja.” merekahkan senyum manisnya terpaksa.


“kita cari makan dibungkus saja ia, bawa pulang.” mengusap kepala sayang Amara.


Amara mendengus kesal. “katanya terserah aku mau dimana aja, nyatanya dia memilih pilihan dia sendiri! __ dasar es batu!.”gerutu Amara.


“kenapa?”. Tanya Arkana dengan fokus menyetir.


“hahaha.” Amara tertawa getir. “tidak, fokus saja untuk menyetir tuan es batu.”ucap Amara.


Arkana tersenyum, lalu memfokuskan pandanganya ke depan.


Amara memilih memandang keluar jendela, dari pada berbicara berdebat dengan tuan es batu yang akan di buatnya untuk membalas cinta Amara.


Mereka sampai di rumah makan, hanya Arkana yang turun untuk memesan makanan. Agar tidak ada yang mengetahui jika Arkana cucu orang terkaya di negeri ini sudah menikah atau mengandeng wanita ujar Arkana.


Arkana menggunakan topi dan kacamata hitam untuk kelur dari mobil agar tidak ada yang mengenalinya, tapi alih-alih agar tidak ada yang mengenalinya malah dia menjadi pusat perhatian karena ketampananya bertambah saat menggunakan pakaian serba hitam.


***


Saat Amara menunggu di dalam mobil, Amara melihat Reza dan Nita sedang berjalan ke dalam rumah makan tersebut.


Amara membuka kaca jendela dan berteriak memanggil mereka. “Za_ Nita___!!”

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2