
"Amara bangun! Sudah ditunggu Nita di bawah." ibu Amara lagi dan lagi mengetuk pintu kamar Amara tapi masih tetap tidak ada jawaban dari dalam.
Amara terbangun oleh bunyi alarmnya yang nyaring, karena menggunakan airpods saat tidur.
"Gawat terlambat!" berlari ke arah kamar mandi dan menyambar handuk diatas kursi.
Selsai mandi Amara langsung memilih pakaian yang akan dia kenakan, ada beberapa yang sudah dipilih. dan akhirnya Amara mengenakan pakaian casual kaos polos warna putih, celana jeans panjang warna hitam, sepatu kets warna hijau kesukaanya, dan mengikat tinggi rambutnya, terlihat tomboy nan manis. Amara membawa barang bawaanya untuk keperluan berlibur, dan menuruni tangga dengan berlari tergesah-gesah tanpa dia sadari Nita sudah ada disana.
"Nita?" terkejut, mempercepat jalannya menuju meja makan.
Dimeja makan ada nenek, ibu, ayah, dan Nita. Ibu sedang memasak untuk sarapan, nenek sedang mengupas buah jeruk dan berbincang-bincang dengan ayah. Entah apa yang dibicarakan pasti tidak jauh dari seputar perusahaan.
"Yes, aku disini Amara." mengakat roti yang sedang ia makan.
Nita terlihat sangat cantik menggunakan rok span selutut warna merah, atasan knit dan jaket jeans crop.
"Ayo berangkat kita telat".
"Yang bikin telat itu kamu." sambil menjuk ke arah Amara.
"Hehe, maaf". Pasang muka memelas dan melingkarkan tangannya ke leher Nita.
"Nih sarapanmu!" menyodorkan roti selai coklat yang dibuatnya saat menunggu Amara.
"Terimakasih." mengedipkan satu matanya."bu kita berangkat dulu yah”.
Reza sudah berada didepan rumah Amara menunggu kedua sahabatnya. Reza yang menggunakan kaos hitam polos, celana jeans polos, sepatu kets warna putih polos, terlihat sangat menawan ditambah lagi dengan terik matahari pagi yang mencium kulit wajahnya menambah ketampananya.
Mereka bertiga berpamitan ke orang tua, dan nenek Amara. Ibu Amara seperti biasa selalu mengantar sampai depan rumah saat Amara hendak bepergian. Bukan hanya Amara yang selalu diantar, Ayah, nenek, dan Alex pun pasti diantar oleh ibu.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk kedalam mobil, mereka diantar oleh supir Reza ke bandara. Mobil sudah mulai melaju meninggalkan rumah Amara, Amara, Reza, dan juga Nita membuka kaca jendela dan melambaikan tanganya ke arah ibu Amara. Mereka bercerita tentang sesuatu yang mereka alami dalam keseharian untuk menghilangkan rasa bosan saat menunggu perjalaanan menuju bandara.
“bagaimana perjodohanmu?” nita menepuk bahu Amara yang sedang melihat keluar jendela.
“kamu dijodohkan?” Reza yang belum tahu ceritanya terkejut dengan ucapan Nita.
“haha maaf Za belum sempat cerita.”
“dengan siapa ?” Reza bertanya dengan rasa penasarannya.
“nanti juga tau, sudah jangan dibahas.”
ini tidak akan terjadi, karena dia tidak akan datang waktu acara pernikahan. Amara
“kenapa, ada masalah?” Nita.
“hemm” Amara menghela nafas.
30 menit berlalu, mereka akhirnya sampai di Bandara ternyata mereka sudah telat, dan sudah di informasikan nama mereka bertiga. Mereka berlarian dan sempat-sempatnya mereka masih bercanda. Haha
Mereka masuk ke pesawat dan duduk ditempat masing-masing. Pesawat pun terbang.
***
Arkana hari ini ada perjalanan bisnis ke luar kota. Arkana ditemani Gita yang memaksa untuk ikut bersamanya.
Mereka sudah sampai di kota tujuan.
“sebaiknya aku antar kamu ke hotel saja ya istrahat disana.” kata Arkana
__ADS_1
“tapi aku mau ikut denganmu” memajukan bibirnya, dan mengerutkan dahi.
“aku tidak akan lama, setelah semuanya selesai aku kembali ke hotel untuk menemanimu.”
“baiklah, aku ingin ke mall ya nanti?”
“hemmmm”
Setelah mengantar Gita ke hotel, Arkana langsung menuju ke perusahaan.
Tidak butuh waktu lama Arkana sudah menyelesaikan tugasnya. Lalu Arkana pergi menuju hotel yang mereka sewa untuk menginap menjemput Gita sang kekasih dan menepati janjinya mengajak ke mall yang Gita inginkan.
Tanpa disengaja Arkana melihat Amara, dengan Nita. Arkana tersenyum melihat tingkah Amara yang selalu ceria,
Arkana yang ingin menghampiri Amara mengurungkan niatnya karena ada Gita.
kenapa bocah itu ada disini? Arkana.
“kamu lagi ngeliatin siapa si sayang?” melihat ke arah yang sedang dilihat oleh Arkana.
“tidak, sepertinya baju itu bagus untukmu.” mengalihkan pembicaraan.
“baiklah aku mau yang ini juga!” mengambil baju yang ditunjuk Arkana dan tersenyum.
“hemmm...”
“setelah ini aku mau tas juga yah?”
“sudah cukup aku ingin istrahat, kita pulang!”
__ADS_1
Gita menuruti perintah Arkana untuk pulang ke hotel. Walau Gita mengeluarkan muka cemberut dan merajuk Arkana tidak peduli, dia tetap pulang ke hotel.
Bersambung...