Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Bab 22 Kepergian.


__ADS_3

“ini sudah 3 hari, kamu masih belum memaafkanku?” tanya Arkana fokus dengan jalanan di depan.


“hemm..”


“jawab dengan benar kalo ada yang sedang bertanya!”menghentikan mobilnya tiba-tiba.


“ihhh... Kalo kendaraan yang dibelakang kita nabrak kita gimana?” tanya Amara dengan air muka kaget dan takut.“cepat jalan aku nanti telat, kalo tidak aku naik taxsi saja.” membuka seat belt.


“pasang kembali seat beltnya, aku akan mengantarkanmu.” menghidupkan mobil. “maafkan aku tentang hari itu, aku tidak berniat untuk..” ucapan Arkana terhenti ketika Arkana melihat Amara tertidur.


“hemmm... Akan aku turuti semua mau kamu, jika kamu mau memaafkanku.” Ucap Arkana pasrah.


“sungguh!” jawab Amara dengan mata berbinar.


“hemm...”


“oke aku memaafkan mas Arkana.” menjulurkana tangannya untuk bersalaman.


Mereka bersepakat tentang 2 hal yang akan Amara ajukan untuk dituruti oleh Arkana.


Arkana menyetujui itu semua, suasana kembali normal seperti sebelum kejadian itu.


Amara bercerita dengan Arkana, Arkana yang tadinya tidak pernah memberi respon saat Amara bercerita, sekarang mulai berubah.


Saat Amara sedang tertawa karena cerita lucu yang ia ceritakan kepada Arkana, hp milik Amara berdering.


“hallo bu..?” Amara mengkat telvon dari ibunya.


Suara dari sebrang : “ibu akan mengantar nenekmu kembali ke negara XX.”


“kapan bu? Kenapa baru bilang sekarang?” tanya Amara.


Suara dari sebrang : “hari ini keberangkatan jm 7.30, sekarang Ibu, Ayah, Nenek, dan Alex sudah berada di bandara.”


“Ayah dan Alex ikut juga?” tanya Amara. “ah, Amara tidak bisa menyusul ibu ke bandara.” terisak tangis.


Suara dari sebrang :“iya Ayah dan Alex ikut, sudah jangan sedih. Kita hanya sebentar disana, jaga dirimu baik-baik, salam untuk nak Arkana ia.”


“iya bu, ibu hati-hati jaga kesehatan.” Amara mengakhiri panggilan.


Mereka sudah sampai di depan kampus Amara. Amara mengusap matanya yang tadi dialiri air matanya yang menetes secara tiba-tiba.


“ada apa dengan ibu?” tanya Arkana.

__ADS_1


Amara tertegun mendengar kalimat 'ibu' dari bibir Arkana.


“Ra...” Arkana mengibas-kibaskan tangannya didepan muka Amara yang sedang melamun.


“eh... Itu, ibu mau mengantar nenek kembali ke negara XX. Dan hari ini keberangkatan mereka.” menundukan kepala dan terisak.


Arkana yang mendengar isak tangis Amara, tiba-tiba memeluk Amara dan menenangkan.


Amara malah semakin menjadi tangisanya, pasalnya Amara tidak pernah di tinggalkan oleh keluarganya sendiri.


Saat sudah merasa tenang Amara turun dari mobil dan berpamitan untuk masuk ke dalam kampus.


Arkana tersenyum saat Amara melambaikan tangannya dan berjalan cepat menghampiri kedua sahabatnya yang berada diparkiran kampus. Lalu Arkana melajukan mobilnya berangkat ke perusahaan miliknya.


***


Nita dan Amara masuk kedalam kelas, mereka berdua satu kelas.


Karena Reza beda jurusan dengan Amara dan Nita.


“Ara...” Nita memanggil Amara dengan lirih.


“hemmm..” Amara menoleh.


“hpmu berdering terus terusan...”


Amara hanya diam, matanya berkaca-kaca setelah menerima panggilan, dia langsung bergegas membereskan buku-bukunya.


Setelah membereskan buku-bukunya, tanpa berpamitan terlebih dahulu ke Nita atau pun dosen yang sedang mengajarnya ia langsung berlari meninggalkan kelasnya dengan tergesah-gesah dan mata berkaca-kaca.


Amara pergi dari kampus menggunakan taxsi, dia masih terus melakukan panggilan.


***


Arkana keluar dari ruang meetingnya.


Berjalan menuju ke ruangan miliknya didampingin oleh Zen sekertarisnya.


Dan diikuti oleh karyawan-karyawatinya, mereka berjalan bersama keluar dari ruang meeting dan berbencar saat sampai di depan lift, lift mereka berbeda.


Sesampainya di lantai dimana ruangan Arkana berada, Arkana menghentikan langkahnya setelah keluar dari lift karna melihat seorang gadis yang sedang menunggunya di depan ruangannya.


Ruanganya tidak sembarang orang bisa masuk kedalamnya.

__ADS_1


Arkana kembali melanjutkan jalannya saat gadis itu melihat kearahnya.


“sayang tolong beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya.” memegang tangan Arkana.


Ia gadis itu adalah Gita, mantan kekasih Arkana.


“lepaskan.”


“sayang, semua itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan.” mata Gita berkaca-kaca.


Arkana hanya berdiam diri tak berbicara atau pun menjawab ucapan Gita.


“beri aku waktu 10menit untuk menjelaskan semuanya.” Gita memohon.


Arkana mengibaskan melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Gita.


“aku mohon dengarkan penjelaskanku.” meraih tangan Arkana kembali.


“lepaskan!”


“baik, asal beri waktu aku untuk menjelaskan semuanya.”


“tidak ada yang perlu di jelaskan lagi.” Arkana mengibaskan tangannya dan melangkahkan kakinya.


Gita mengikuti Arkana yang masuk ke dalam ruangan kerja milik Arkana.


Dan Gita memeluk Arkana dari belakang.


Zen tidak mengikuti mereka masuk ke dalam ruangan.


Arkana hanya diam, dan Gita masih berusaha dengan penjelasannya yang tidak masuk akal.


“lepaskan, aku sudah beristri sekarang.” ucap Arkana.


“tapi kamu tidak mencintainya, kamu hanya mencintaiku.” masih memeluk Arkana.


“lepaskan!”


“tidak, aku ingin kita kembali seperti semula.” mengeluarkan suara tangisan.


“itu tidak mungkin akan terjadi.” ucap Arkana dan melepaskan pelukan Gita dari tubuhnya.


“kamu hanya mencintaiku Arkana.” menangis.

__ADS_1


“itu sudah tidak berlaku.” ucap Arkana.


Bersambung...


__ADS_2