
Apartemen Lugotevere suite no 108.
" Hidup itu penuh misteri, dan susah ditebak" begitu kata bu Chely dulu saat menetapkan Herlambang menjadi Direktur. Ia coba menerka - nerka ulang apa yang sedang terjadi.
-Tiba-tiba Winda memberitahu soal lowongan kerja.
-Saat itu Kevin gagal diterima, padahal ia lebih pintar darinya.
-Bu Chely HRD yang terkenal sadis menerimanya di ruang pribadinya.
-Clara yang tiba-tiba muncul di Roma
-Pertemuan di cafe le Fozza..
Heemm... Herlambang menarik nafas. Adakah semua itu saling terkait ? Atau hanya kebetulan, toh di dunia ini segala kemungkinan bisa saja terjadi secara kebetulan.
Dalam bukunya Carl Davis menyatakan kebetulan adalah peristiwa yang terjadi tanpa di duga-duga namun sesuai dengan keinginan subyektif.Ia mengatakan hal itu disebabkan oleh adanya pra-enkarnasi. Kehidupan masa lampau sebelum manusia hidup di dunia untuk ketiga kalinya.
Herlambang menghentikan pikirannya. Ia tidak ingin berpikir lebih jauh lagi. Ia masih terbawa perasaan, sebuah rasa yang sulit diungkapkan, yang membawa ingatannya pada kejadian masa lalu.
" Plaaaap...!!" tiba-tiba saja lampu ruangannya mati. Beruntung ia masih ingat terkahir kali meletakkan hp, jadi bisa segera menyalakan senter. Ia bergegas menghubungi pihak pengelola gedung, tak seberapa lama pintu kamarnya diketuk.
" Mi scusi signore... " kata orang di balik pintu.
" Per favore...." jawab Herlambang mempersilakan masuk.
Orang itu terlihat mencari letak konsleting listrik. Ia memeriksa hampir seluruh ruangan. Tak terkecuali ruang pribadi Herlambang. Sesekali matanya memperhatikan ke arah lemari.
" Maaf bisakah aku meminta bantuanmu signore..?" tanyanya.
" Silahkan..." jawab Herlambang.
"Coba kau tekan tombol di ruang depan..." pintanya, saat Herlambang menuju ke ruang depan tekhnisi itu dengan cepat membuka pintu lemari... " Hem.. Tidak ada..!" katanya dalam hati.
Seketika lampu menyala kembali.
Sebelum pergi.. Orang itu kembali memeriksa beberapa ruangan. Seolah ingin memastikan tidak ada yang tertinggal.
" Baiklah.. Semua aman.." katanya pada Herlambang.
" Grazie.. " Herlambang ingin memberinya tip atas pekerjaannya.
" Tidak usah tuan.."
" Ok.. Baiklah..." pintu ditutup. Herlambang menghempaskan tubuhnya ke kasur. Seingatnya sudah beberapa kali kejadian seperti ini, biasanya menjelang Rosetta izin ke luar kota. 'Ah kebetulan saja.' kata Herlambang dalam hati.
*******
Roberto menelpon Alesto, tekhnisi yang memperbaiki lampu.
" Bagaimana Alesto.. Apakah situasinya aman ?"
__ADS_1
" Aman tuan.." kata Alesto.
" Apakah kau yakin ?"
" Tentu saja.. Aku sudah memeriksa seisi ruangan.. Bahkan lemarinya.." jawab Alesto.
" Baiklah.. Terima kasih" telpon ditutup. Roberto segera menghubungi Rosetta.
Roberto adalah orang kepercayaan Rosetta. Dalam beberapa kesempatan ia sering mendapat tugas darinya. Tentu saja dia bukan orang sembarangan.
Di Roma ia adalah agen rahasia yang sangat dipercaya oleh Mossad. Ia pernah bertugas memobilisasi arus investasi milik Marck Shedon yang disinyalir salah satu kerabat Larry Ellison, pendiri Oracle Corporation. Hanya dalam waktu singkat, beberapa industri keuangan di sana telah berpindah ke tangannya.
Peristiwa seperti ini pernah juga terjadi di Indonesia menjelang reformasi, pemerintah dibuat kewalahan oleh nilai dolar yang tidak terkendali. Pemerintah saat itu dibuat "berhutang". Josh Sorrosh lah orang Yahudi di balik itu semua.
Sesuatu yang nampak kebetulan, bisa jadi tidak demikian. Herlambang mulai berpikir bahwa ia harus lebih berhati-hati. Ia segera menghubungi Rosetta.
" Hallo Ros..." Rosetta menjawab panggilan telepon dari kekasihnya itu.
" Hanny.. Ada apa malam - malam begini kau menelponku.. ?" 'Hem... tidak biasanya ia tidur selarut ini.' Herlambang paham kebiasaannya. Rosetta adalah wanita yang sangat disiplin soal waktu. Hanya saat tertentu saja ia tidur larut malam.
Bisa jadi ia baru saja menghubungi seseorang, atau sebaliknya ada yang menghubunginya malam ini.
Rasanya tidak salah ia berpikiran seperti itu, karena sesuatu yang "kebetulan" baru saja terjadi... Mati lampu yang tiba-tiba dan hanya terjadi di kamarnya. Saat teknisi tadi menyuruhnya ke depan, ia melihat lampu di kamar 107 milik Jean tetangganya tetap menyala.
*******
Herlambang meminta tolong kepada Jean tetangganya.
" Tentu saja.. Apa yang bisa aku bantu.." jawab Jean. Jean adalah wanita paruh baya. Suaminya Clark bekerja sebagai dokter. Hanya saja belakangan Jean tampak tak akur dengan suaminya.
" Kau tahukan aku ini orang Jawa ?"
" Tentu saja aku tahu.."
" Mungkin beberapa hari ini aku akan menjalani ritual puasa..." kata Herlambang. 'Sebenarnya aku tak suka berbohong, ini demi kebaikan semuanya.' kata Herlambang dalam hati.
" Lalu apa yang bisa aku bantu untukmu ?"
" Kau tahu kan Rosetta.. Ia sangat menyayangiku.. Dia tak akan mengijinkan aku berpuasa.. Karena ia tak ingin aku jatuh sakit..."
" Her... Kau beruntung memilikinya.."
" Justru itulah aku butuh bantuanmu.."
" Baiklah katakan saja... " kata Jean.
" Kau harus memesan makanan atas namaku...tetapi ambilah makanan itu agar terlihat aku tidak sedang berpuasa.. " jawab Herlambang.
" Ohh... Itu pekerjaan yang sangat mudah Her...baiklah kalau begitu."
" Kau bisa gunakan ini.." Herlambang memberi salah satu atm miliknya.
__ADS_1
" Oh tidak perlu Her...!! " kata Jean.
" Terimalah Jean, aku berterimakasih karena kau mau membantuku... " jawab Herlambang. Akhirnya Jean menerimanya.
" Oya Jean.. Kalau ada yang bertanya katakan saja aku sedang melukis dan malas untuk keluar kamar..."
" Baiklah.."
*******
Herlambang menelpon petugas loundry langganannya.
" Hallo.. Lavanderia agente di sini ada yang bisa kami bantu ?" jawab petugas loundry.
" Bisakah kau datang ke sini Gress banyak sekali yang kotor.. "kata Herlambang. Ia sudah hapal suara Gress.
" Baiklah..saya segera ke sana. "
Tak lama kemudian, Gress petugas loundry langgannya telah tiba di depan pintu.
" Gress tolong bantu aku.. " kata Herlambang.
" Apa yang bisa saya bantu tuan ?"
" Aku akan keluar kamar menggunakan trolly milikmu..." sejenak Gress kebingungan, ia sudah kenal lama dengan Herlambang, sehingga ia tak perlu mencurigainya. Satu hal yang paling disukai Gress karena Herlambang sering memberinya tip.
Herlambang menyelipkan beberapa lembar Euro ke dalam jaket Gress, lalu masuk ke dalam trolly. Gress menutupnya dengan spray, kemudian mendorong trolly melalui koridor menuju ke arah lift.
Dari dalam tumpukan spray, Herlambang mendengar seseorang berbicara dengan Gress.
" Banyak sekali..." kata orang itu pada Gress.
" Seperti biasa.. Penghuninya tuan Herlambang memang sering menumpuk pakaian kotor..." jawab Gress pada orang itu.
" Oh... Sedang apa dia di dalam.. ?"
" Kelihatannya tuan Herlambang sedang banyak pekerjaan.. aku melihatnya ia sedang melukis.."
" Baiklah.. Kau beruntung dapat banyak cucian kotor.. " kata laki-laki itu.
" Tentu saja..." jawab Gress. Laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Gress.
Gress mendorong trolly itu ke dalam blindvan. Lalu pergi meninggalkan apartemen Lungotevere.
********
Roberto memerintah anak buahnya untuk melihat cctv di koridor yang menuju ke kamar Herlambang, dengan menggunakan cripto sensor, Roberto dengan mudah menyadap isi rekamannya.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Herlambang tidak meninggalkan ruangannya.
*******
__ADS_1