Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Breaking News "


__ADS_3

Akhir- akhir ini Pierlo sedang sibuk karena urusan pemilihan senator, sampai ia lupa soal property yang ia beli dari Herlambang senilai 8 juta dolar. Uang itu telah ia transfer melalui proses antar bank ke rekening PT. Andini Gita Sembada beberapa waktu lalu. Sebenarnya uang itu milik Rosetta yang ia pinjam.


Tak satupun orang yang pernah bekerja sama dengan Rosetta bisa menolak kenyataan bahwa wanita itu sangat cerdas. Saat ini Pierlo benar-benar harus kembali mengakuinya.Pertama ketika Rosetta memberi pinjaman 8 juta dolar kepada dirinya maka ia akan mendapatkan bunga pinjaman, kedua Rosetta bisa mendongkrak reputasi Herlambang sebagai calon suaminya, ketiga Rosetta bisa menjerat dirinya lebih dalam lagi sebagai "sapi perah" nya, dan keempat ia akan menambah koleksi perusahaannya, sebagai politisi ia yakin tak lama lagi Augusto Propierta akan jatuh ke tangannya. Hal itu mirip yang diceritakan Pioli ketika Pioli Agente harus jatuh ke tangan Rosetta.


Itulah Rosetta, hanya dengan satu kali tindakan ia bisa mendapat banyak keuntungan. Tentu saja ini harus dihentikan, sampai kapan ia terus menjadi sapi perah, jika Pioli bisa kehilangan Pioli Agente, suatu saat ia juga bisa kehilangan reputasinya sebagai politisi.


Pierlo memutuskan untuk bekerja sama dengan Pioli.


***


Breaking News tv berita.


Pemirsa yang budiman, berikut petikan konferensi pers yang disampaikan kepala biro penerangan Polizia Vanezia... Signore Nicola Parety :


Bahwa benar telah terjadi pembunuhan di hotel Capelietra,


berikut nama nama korban :


1.Nona Clara Angeliata usia 24 tahun WNA- Indonesia




Tuan Herlambang Supono usia 26 tahun WNA - Indonesia




Signore.... Dan seterusnya.




Dugaan sementara pembunuhan ini didalangi oleh inisial R seorang wanita pengusaha terkemuka, sedangkan motif pembunuhan diduga kuat karena di latar belakangi persoalan dendam pribadi.

__ADS_1


Kronologi kejadian,


Pertama, Nona Clara tiba di Roma pada 25 November , sebelumnya Nona Clara juga pernah dua kali ke Roma untuk melakukan negosiasi pembelian sejumlah property yang dikelola Tuan Herlambang.


Kedua,dari pertemuan-pertemuan itulah akhirnya mereka saling jatuh cinta, dan berlibur ke Venesia.


Ketiga, setelah tersangka R mengetahui calon suaminya berselingkuh maka R ini berinisiatif menyewa pembunuh bayaran profesional untuk menghabisi keduanya.


Keempat, sebelum membunuh kedua WNA telah terjadi kontak senjata antara pembunuh bayaran dengan para pengawal pribadi WNA, namun seperti yang kita lihat lima pengawal pribadi itupun tewas.


Saat ini pihak kepolisian masih terus memburu tersangka R yang diduga kabur ke luar negeri beberapa hari sebelum kejadian.


Terakhir guna penyelidikan lebih lanjut maka jenazah para korban akan segera di outopsi, kecuali kedua korban WNA kami masih menunggu keputusan Dubes RI.


***


Setelah menonton Breaking News itu, Pierlo tersenyum puas. Ia segera menghubungi salah satu temannya di Venesia.


" Halo sobat... Aku sudah menonton breaking news itu, kau benar-benar bisa diandalkan...." kata Pierlo.


" Apakah setelah ini semua bisa terkondisikan dengan baik ?" tanya Pierlo.


" Tentu saja senator...hampir semua birokrat dan beberapa media massa yang terkait dengan kasus ini telah aku sumpal... " jawab lawan bicaranya.


" Baiklah aku mengerti, jadi berapa jumlah yang harus aku keluarkan..?" tanya Pierlo lagi.


" Yang pasti jumlah itu sangat kecil menurut ukuranmu... "


" Hahahahaha... Romanio sekarang gaya bicaramu sudah melebihi presiden... kau memang politisi yang handal... Baiklah aku akan segera membayar budi baikmu.... " kata Pierlo.


" Terimakasih senator.. adakah gadis cantik untuk kau hadiahkan kepadaku....?" tanya Romanio.


" Hahahaha... Kau tak pernah sedikitpun berubah dalam hal perempuan... " jawab Pierlo.


" Tentu saja karena wanita adalah jimat yang bisa membuat kita tetap hidup.... " jawab Romanio.


" Harus kuakui sekarang kau benar-benar telah jadi politisi handal Romanio... Baiklah akan aku kirimkan beberapa untukmu.....!! " telepon ditutup.

__ADS_1


Romonio adalah teman lama bagi Pierlo, sebelumnya mereka adalah kader kader terbaik di partai Forza Italia.


***


Rosetta tengah bersiap-siap untuk kembali ke Roma setelah segala urusannya di Swiss selesai.Ia membayangkan betapa bahagianya raut wajah Herlambang ketika mendengar dirinya sedang mengandung buah hatinya, alasan itulah kenapa ia menahan rindu untuk tidak menelponnya.


Beberapa hari ini memang ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak sempat mengikuti pemberitaan di media.


Rosetta syok dan hampir tak kuasa berdiri ketika mendengar breaking news di tv berita, bukan saja Herlambang kekasihnya telah tewas terbunuh tapi ada yang lebih menyakitkan, ternyata ia selingkuh !! Belum lagi soal tuduhan otak pembunuhan diarahkan kepadanya.


Ia terduduk lemas..... Ia sudah tak mampu lagi untuk berkata-kata..... Di saat seperti ini, cuma Tuhanlah yang bisa meneguhkan hati setiap hambanya....agar tak hancur berkeping-keping...... Dalam situasi seperti ini pula hanya Tuhanlah yang setia mendengar keluh kesah hambanya.........


' Oh Tuhan Yesus... Cobaan apalagi yang sedang Kau berikan... Sejak kecil aku tak pernah merasa bahagia....Bapakku pencuri.. Ibuku kupu-kupu malam.... dan aku gadis kecil yang terlunta-lunta sendirian di lorong-lorong kota Roma.... disiram hujan dan dihempas badai.... Betapa kejamnya hidup di pinggiran trotoar itu....apakah Kau melihatku saat gerombolan pemuda memerkosa gadis kecil di malam yang dingin itu ?....apakah Kau hadir saat mereka melemparku seperti sampah yang bau...?..... Oh Tuhan Yesus... betapapun aku menolak... jika ini kehendakMu... Ijinkan aku untuk selalu kuat menerimanya..... "


Rosetta menghapus airmatanya. Sudah lama ia tak menangis.Hidup sendirian di kota Roma yang kejam, telah membuat hatinya berubah seteguh batu karang.


Beban Rosetta jadi lebih ringan sekarang, itulah mukjizat sebait doa. Herlambang sering mengatakan bahwa doa itu adalah senjata. Meski beda keyakinan, ia dan Herlambang memiliki perspektif yang sama tentang Tuhan.


Ia ingin segera menelpon Roberto, meski ia kecewa dengan hasil kerjanya saat ini. Pertimbangannya karena Roberto adalah orang kepercayaan nomor satu sekaligus orang yang paling loyal kepadanya. Bahkan dalam batas tertentu ia masih lebih percaya pada Roberto daripada Herlambang.


Tapi niat itu ia urungkan. Menelpon dalam situasi seperti ini bukanlah sebuah tindakan yang bagus, karena keberadaannya akan mudah terdeteksi. Ia mengusap - usap perutnya lalu mencatat sebuah nomor... milik Roberto. Tak lama kemudian ia mematikan semua sinyal hp miliknya, dan bergegas pergi meninggalkan Zurich Oerlikon.


***


Roberto tiba di Zurich Oerlikon pukul 11.00, komunikasi terakhir dengan Rosetta sebelum ia berangkat ke Swiss ia mengatakan akan tinggal di apartemen miliknya. Tentu saja itu Zurich Oerlikon.


Saat mobilnya memasuki halaman parkir Oerlikon, ia melihat beberapa petugas intelijen berdiri di hampir setiap sudut ruangan. Sebagai mantan anggota intel FBI ia sangat mengerti dengan situasi yang sedang terjadi. Ia menunda untuk segera turun.


" Heemmm..... Mereka sedang menggeladah kamar Rosetta...!!" katanya dalam hati, dan ia yakin sekali bahwa Rosetta pasti sudah pergi, sebab ia bukan wanita yang bodoh.


Roberto segera keluar dari halaman parkir. Ia tak tahu lagi harus ke mana mencari Rosetta. Dari kaca spion ia melihat sebuah mobil yang sedang membuntutinya.


" Luar biasa... Mereka bukan lawan yang enteng...sehingga kehadirannya pun sudah terdeteksi.." ia membelokkan mobilnya ke lorong sempit, agar tak mengundang kecurigaan akhirnga ia berhenti di sebuah cafe di jalan Swenson tak jauh dari Altstadt. Dari kejauhan Roberto melihat mobil itu juga berhenti.


Roberto segera memasuki cafe dan mengambil tempat duduk, agar dia dapat mengetahui siapa yang telah membuntutinya. Benar saja, orang itu juga masuk ke dalam cafe. Sejenak Roberto terkejut ketika melihat siapa yang baru saja datang...... " Hudson ?.... Apakah ia juga dilibatkan dalam kasus ini ?" tanya Roberto dalam hati.


***

__ADS_1


__ADS_2