
Matahari belum sepenggala. Delova telah tiba di Hotel Pallazo da Roma untuk menjemput Clara.Delova adalah guide profesional yang bertarif mahal untuk menemani wisatawan tertentu.Dia menguasai 6 bahasa, termasuk Indonesia. Bahkan beberapa keluarga konjen dan konsulat Indonesia sering menggunakan jasanya.
Jadwal pertama di kota Roma, adalah mengunjungi Piazza Navona, sebenarnya ini bukan kali pertama Clara mengunjunginya, seingatnya, ini adalah kali ketiga.
Dua kali sebelumnya ia selalu bersama keluarga, hanya saja saat itu ia tak sebebas sekarang. Ketika itu ayah dan ibunya terlalu ketat mengawasinya. Alhasil ia jadi merasa kurang nyaman.
Delova melirik jam tangan, ia seperti gelisah. Gelisah oleh ucapan pimpinannya. Ia tak pernah mengalami hal ini sebelumnya.
" Delova, kau harus melayani Clara dengan sangat baik... Ia bukan turis sembarangan." begitu kata managernya tadi pagi.
" Baik pak... Bagaimana dengan kontraknya..?"
" Saya akan memberimu bonus dan bayaran 3 kali lipat dari biasanya..!" jawab Rembrano Pioli, managernya.
" Kalau boleh tahu siapakah Clara ini pak, sepertinya dia sangat istimewa."
" Ya tentu saja, dia adalah gadis kaya raya asal Indonesia, yang akan membeli sejumlah property di sini.. " jawab Pioli seakan bangga sekali mendapat klien seperti Clara.
" Apa ? Melihat data list yang saya terima ia baru berusia 24 tahun..? " tanya Delova keheranan. Pioli tertawa renyah.
" Itulah hebatnya.. Bahkan order kau ini juga dari tuan Pierlo, kau tahu kan siapa Pierlo ?"
"Tentu saja pak, selain seorang senator dia juga pengusaha yang sangat sukses.."
" Baiklah kalau begitu.. Tunggu apalagi segeralah kau berangkat !"
" Baik pak..."
********
Rosetta sedang terlibat pembicaraan serius dengan Pierlo, di sebuah rumah mewah di pinggiran Roma.
" Ini gila Ros...jangan kau permainkan aku !! "
" Aku tidak pernah main-main. Dalam situasi seperti ini aku harus menjaga Augusto Propierta tetap aman dan selalu dalam kendaliku.."
" Jadi berapa harga yang harus aku bayar ?"
" Aku tidak memerlukan uangmu,yang aku butuhkan kau segera membuat komitmen, agar aku memiliki akses kuat ke pemerintah. " kata Rosetta dengan nada yang sangat tenang.
" Apa yang harus aku perbuat ? "
" Kau harus mendorong pimpinan senat untuk melakukan aturan ketat untuk modal yang masuk dari Indonesia.. "
" Kau memang wanita yang cerdas... Sekaligus licik Ros..! "
" Aku tak peduli..." jawab Rosetta. Sejak memiliki hak konsesi atas Augusto Propierta, Rosetta dengan lihai melakukan lobi-lobi dengan para senator. Dari kepiawaiannya itulah beberapa perusahaan ternama jatuh ke tangannya.
__ADS_1
Beruntung Augusto Propierta yang dimiliki oleh Dubai's Syndicate, mengalihkan 35% sahamnya kepada PT. Andini Gita Sembada perusahaan dimana Herlambang bekerja, bisa jadi atas pertimbangan itulah Rosetta tidak segera mengakuisisi Augusto Propierta. Sungguh ia sangat mencintai Herlambang.
*******
Clara menghubungi kartu nama yang di berikan oleh Rosetta kemarin malam.
" Hallo... Nona Clara ?" jawab suara di ujung telpon, sebelum Clara mengucap sedikitpun.
" Ya betul... Saya Clara."
" Baiklah.. Saya sudah menunggu Anda di lobby.."
" Ok saya segera kesana."
" Ada yang bisa saya bantu Nona Clara ?"
" Tidak ada.. Easy going now.. " Clara masih ragu dengan suara di dalam telepon. Itu tidak mirip dengan suara Rosetta. Benar saja, Clara sedikit terkejut dengan orang yang menjemputnya.
" Hallo Clara.. Saya Delova dari Pioli agente... " Clara masih bingung. Bukankah kemarin Rosetta bilang segera hubungi dia jika membutuhkan sesuatu ?
" Apa ini kartu namamu ?" tanya Clara.
" Ya betul... Itu nomor hp saya.." Clara jadi tambah bingung. Seingatnya wanita di bandara itu bernama Rosetta. Ah sudahlah.
Delova tinggi semampai dan berambut ikal, ia juga cantik mesti tidak secantik Rosetta. Sebagai guide profesional dia sangat menyenangkan. Keduanya memasuki Mercedes Benz warna hitam, dengan sopir berkepala plontos. Astaga...ini mobil yang menjemputnya kemarin. Clara sudah tak sabar ingin bertanya.
" Tentu saja, dia bos saya..."
" Oh pantas... Kemarin dia yang menjemput saya.." kata Clara.
" Kemarin semua staf guide tidak ada yang boleh menjemput kamu Clara "
" Oh yaaaa...? Kenapa begitu? "
" Karena kau turis istimewa..." kata Delova sambil tersenyum manis.
*******
Bu Chely tergesa-gesa mengangkat telp dari Andini. Gelas yang ada di meja hampir saja pecah tersambar tangannya. Buat bu Chely wanita yang paling menyeramkan di dunia ini adalah Andini.
" Iya bu Andin... Ada yang bisa saya bantu bu ? "
" Bu Chely.. Tolong hari ini suruh Herlambang ke Piazza Navona, ok...??" Andini memerintahkan bu Chely.
" Maaf bu Andin, ada perintah lainnya ?"
" Tidak ada, itu saja.." telepon ditutup. Bu Chely segera menghubungi Herlambang.
__ADS_1
********
Herlambang segera membalikan arah mobilnya. Awalnya ia akan menemui Pierlo untuk menandatangani transaksi penjualan. Beberapa suite room milik perusahaannya akan dibeli oleh Pierlo untuk dijual kembali.
Dalam berbagai kesempatan, sebagai senator yang memilki pengaruh besar, ia kerap melakukan modus seperti ini sebagai sumber keuangannya. Tapi modus ini tidak berlaku pada Rosetta. Pierlo hanyalah sapi perah yang dipelihara dengan baik oleh Rosetta.
Untuk mewakili Pierlo bertransaksi dengan calon pembeli dari Indonesia, Pierlo meminta bantuan Herlambang.
Herlambang masih kebingungan atas perintah bu Chely yang tidak jelas untuk apa ia diperintahkan ke Piazza Navona. Sambil menunggu perintah selanjutnya dari bu Chely ia memesan Cappucino di Cafe le Fozza. Benar saja, tak berapa lama bu Chely menelpon Herlambang.
" Herlambang.. Dimana posisi mu sekarang ?"
" Cafe le Fozza bu Chely..."
" Ok.. Jangan kemana-mana sebelum ada perintah dari saya.." kata bu Chely.
" Baik bu." Herlambang makin kebingungan. Dunia makin gila saja, kata Herlambang dalam hati. Ngapain coba, tadi diperintah ke Piazza, sekarang malah tidak boleh kemana-mana.
*******
Clara dan Delova mengelilingi salah satu bangunan terkenal di Roma. Selain romantis, Piazza Navona juga sangat artistik.Piazza Navona adalah ruang terbuka publik di Roma, ia dibangun pada abad ke-1 M, bentuknya seperti ruang terbuka sebuah stadion.
Delova dan Clara hampir setengah hari mengelilinginya. Mereka tertawa bersama, tanpa peduli orang di sekitarnya. Tidak butuh waktu , mereka seperti sahabat yang sudah kenal lama. Itulah salah satu kehebatan Delova sebagai guide profesional.
" Ra... Aku lapar nih.. Gimana kalau kita cari makan dulu ?"
" Boleh.. Kamu pasti tahu kan dimana tempat yang nyaman ?"
" Tentu saja, ayoo kita ke sana..." ajak Delova menggandeng tangan Clara. Mereka menuju Cafe le Fozza.
*******
Cafe le Fozza tidak begitu mewah, hanya saja suasananya nyaman untuk kongkow-kongkow. Clara melihat salah satu selebriti wanita asal Indonesia yang sering muncul di televisi. Clara menyapanya, sayang selebriti yang belum lama terkenal itu seolah menjaga jarak. Dengan agak sombong ia beberapa kali selfie di dalam cafe. Heem. Melihat perlakuan artis tadi yang kurang menyenangkan terhadap Clara,
Delova berinisiatif memanggil Sean, guide yang mendampingi selebriti itu,
" Siapa dia ?" tanya Delova.
" Katanya artis terkenal Indonesia bu. .." kata Sean .Sean adalah guide amatir, yang cuma sedikit memiliki jam terbang.
" Ohh... Pantas saja dia terlihat norak..." Sean tersenyum kecil. Sean tahu bahwa ia tak ada apa-apanya di banding Delova.
Buat Clara tiba-tiba saja Cafe le Fozza menjadi tempat terindah yang pernah ia jumpai. Betapa tidak, matanya menangkap sosok yang sudah tak asing, sosok laki-laki yang pernah menggenggam jemarinya di kaki gunung Salak. Lelaki itu sedang duduk tak jauh dari tempat duduknya.
Tak sabar, Clara memanggil Herlambang.
" Herculeeees.....!!! " Clara berteriak, ia tak sadar teriakannya membuat pengunjung di cafe itu melongo. Herlambang menoleh ke belakang. Dia sangat terkejut, ia sama sekali tak menyangka bertemu kekasihnya di tempat yang jauh.
__ADS_1
" Kuntilanaaaaak....!!!" teriak Herlambang tanpa sadar ia juga telah membuat pengunjung cafe melongo lagi. Mereka berpelukan tanpa menghiraukan pengunjung lainnya. Beberapa pengunjung ada yang nampak terharu, demikian pula Delova. "Aaahh ada-ada saja, sejak kapan Hercules punya pacar kuntilanak.."katanya dalam hati.