Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Headline News "


__ADS_3

Tak lebih dari satu jam setelah kejadian, beberapa ambulance dan mobil patroli memasuki area parkir Capellietra. Tim forensik dan kriminal diterjunkan ke tkp.Seketika , Venesia yang romantis berubah jadi dramatis, banyak wisatawan yang mendengar berita itu membatalkan jadwal liburan ke sana. Sementara bagi yang sudah terlanjur beberapa orang menyatakan untuk segera pergi meninggalkannya. Tentu saja karena dalam tragedi ini yang menjadi korban adalah warga negara asing. Setidaknya ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah di sana.


Seorang detektif independen terlihat meneliti beberapa sudut ruangan dan dinding-dinding, ia juga aktif menanyai saksi-saksi, beberapa kali kakinya seperti menghitung lantai


Robert Hudson adalah detektif swasta profesional. Ia sudah memiliki banyak jam terbang. Banyak kasus besar terungkap lewat tangan dinginnya. Selain dikenal jenius ia mantan anggota FBI yang sering mendapat penghargaan dari Gedung Putih, hanya saja setelah menikah ia memutuskan berhenti dari tugas dan memilih tinggal di Venesia.


Bersama istrinya Hudson mendirikan sebuah firma di Venesia dengan nama Hudson's Assosiate. Saat ini ia belum bekerja sama dengan pihak manapun terkait kejadian di Capellietra . Hanya saja intuisinya sebagai mantan FBI mencium ada yang tidak beres dalam kasus ini.


**


Clara baru saja beristirahat.Ia beberapa kali meneguk orange juice, sambil tangannya sibuk menyiapkan kuning telur Polverara yang dipesan kekasihnya. Saat kondisi badannya lemah Herlambang selalu mengkonsumsinya dengan ditambah sedikit madu. Ia tahu manfaat kuning telur itu dari Rosetta, saat ia mengeluhkan "sesuatu" yang tak sesuai dengan ekspektasinya selama melakukan hubungan intim.


Clara menghampiri kekasihnya yang masih berbaring di atas kasur. Wajah Herlambang nampak pucat, ia seperti orang yang telah bekerja keras.


" Ra tolong kau ambilkan remote.." pinta Herlambang. Suaranya masih lemah, ia merasa pinggangnya hampir patah, ia tak pernah mengira Clara yang feminim ternyata jauh lebih agresif dibanding Rosetta.


Clara menyalakan tipi lcd yang menancap di bibir dinding.


Dalam stasiun tv berita terlihat seorang wanita berparas cantik sedang membacakan headline news :


" Pemirsa baru saja terjadi peristiwa pembunuhan di Cepellietra.Saat ini Polisi masih menyelidiki sebab-sebab kejadian. Beberapa saksi mata mengatakan kejadian itu berlangsung sangat cepat. Dalam hal ini pihak kepolisian menyatakan terdapat 7 korban, dua diantaranya warga negara Indonesia."


Clara dan Herlambang sangat terkejut dengan berita itu. Mereka kembali memutar beberapa chanel stasiun tv, hampir semua stasiun memberitakan pembunuhan di Capellietra.


Clara ingin menghubungi Delova untuk memastikan kebenaran berita itu, namun hp nya telah lebih dulu berdering.....


" Halo.. Raa kamu sudah mendengar berita di televisi ?" tanya Delova.


" Ya aku baru saja ingin menanyakannya..." jawab Clara.


" Betul, berita itu benar adanya...demi keselamatan kau tak diijinkan untuk keluar kamar... Ok ?"


" Kenapa ?" tanya Clara.


" Ra... Please.. Ikuti perintahku yaa. "


" Baiklah kalau begitu.." Clara masih tak habis pikir.

__ADS_1


" Oya Ra... untuk sementara aku minta kau jangan menghubungi siapapun... Ok.. Hanya untuk sementara.. " pinta Delova.


" Baiklah.. "


" Aku akan segera menghubungimu jika situasi sudah aman.. " telepon di tutup.


***


Roberto tampak gelisah, pembunuhan di Capellietra cepat atau lambat pasti akan menyeret namanya. Belum lagi jika sampai Rosetta tahu bahwa yang terbunuh di sana tuan Herlambang. Tamatlah karirnya sebagai orang kepercayaannya.


Dua hari lalu, saat Kurtz ia tugaskan di apartemen Lungotevere ia mengaku bertemu dengan petugas Loundry,petugas itu mengatakan bahwa ia sangat kecewa karena billingnya belum dibayar oleh tuan Herlambang. Tentu saja Kurtz tak percaya.


"Apa kau yakin tuan Herlambang tidak ada di kamarnya..?" tanya Kurtz pada petugas Loundry.


" Tentu saja, aku juga heran tak seperti biasanya tuan Herlambang seperti ini.." jelas petugas Loundry.


" Ah kau pasti bercanda, aku baru saja menanyakan kasir di Lount Cafetaria.. ia memastikan bahwa Herlambang berada di kamarnya.." jawab Kurtz.


" Dari mana kasir Yahudi itu tahu.. " jawab petugas Loundry tak mau kalah.


" Kau kenal dengan kasir itu ?"


" Ya benar... Ia bercerita kepadaku bahwa Jean selalu memesan dua kotak Pizza...satu untuknya dan satu lagi untuk tuan Herlambang.... " jelas Kurtz. Petugas Loundry terdiam sejenak, tak lama kemudian ia berkata,


" Baiklah...akan aku katakan yang sebenarnya... Jean memang selalu membawa dua kotak Pizza, tetapi yang satu cuma kotak kosong... "


" Apa ? Kau serius !! " tanya Kurtz.


" Tentu saja....." jawab petugas Loundry sambil pergi meninggalkannya.


Kurtz jadi hilang kesabaran. Ia segera menelpon Roberto untuk memeriksa rekaman cctv.


Dari rekaman cctv memang terlihat Jean selalu membawa dua buah kotak Pizza, hanya saja setelah rekaman itu di zoom terlihat perbedaan, bahwa kantong yang berisi kotak kosong itu terlihat lebih ringan, dan Jean selalu meninggalkan kantong yang berisi kotak Pizza yang kosong itu di kamar Herlambang.


" Benar Kurtz... Jean telah mengelabui kita..." kata Roberto di ujung telepon.


" Jadi apa yang harus aku lakukan ?" tanya Kurtz.

__ADS_1


" Terserah, aku hanya ingin tahu di mana Herlambang berada.." Kurtz baru ingin menjawab, namun telepon keburu ditutup.


***


Pioli masih menunggu di dalam mobil saat petugas Loundry menghampirinya.


" Apakah sesuai rencana ? " Tanya Pioli kepada Gress.


" Tentu saja... Kamerad..!! ." jawab Gress. Pioli tersenyum lebar.


Tak lama kemudian Pioli dan Gress bergegas pergi meninggalkan Apartemen Lungotevere.


***


Pioli Agente, ruang manager pukul 21.00.


Pioli menghubungi Franz sahabatnya yang bermukim di Munchen. Ia sudah menyiapkan beberapa skenario terkait Herlambang sesuai instruksi bos besar yang berada di Dubai.


" Franz... Semua hampir sesuai rencana.." kata Pioli saat selulernya tersambung dengan Franz.


" Hampir..?? Apa maksudmu ?" tanya Franz tak mengerti.


" Ya.. Kau harus segera beritahu Andini untuk segera mentransfer komisiku...agar berjalan sesuai yang dia mau.... " jawab Pioli.


" Oh.. Baiklah temanku...komisi itu soal kecil buat Andini.." jawab Franz datar.


" Aku percaya itu... Katakan pada Andini untuk segera Franz.. sedikit saja dia melukai komitmen kupastikan Clara dan Herlambang tak akan selamat.... "


" Hem baiklah....Andini pasti segera mentransfermu..." jawab Franz.


Pioli menutup telepon, ia kembali mengambil wine yang berada di mejanya. Sesekali ia meneguknya sambil mengecap-ngecap mulut, saat ini ada senyum bahagia yang mengembang di wajahnya.


" Tiing..Tiing.....!! " hp miliknya berbunyi. Ia membaca pesan di layar hp : Transfer Berhasil.


Ia tersenyum lebar. Kali ini ia meneguk wine lebih banyak. Sungguh ini hari bersejarah dalam hidupnya setelah lama ia terpuruk


' Rosetta kau akan segera mendapat balasanku...setelah sekian lama kau menganggapku bukanlah orang penting di Pioli Agente... Apakah kau tahu Ross...??? Perusahaan ini telah aku bangun sejak lama..... dengan susah payah....dengan darah dan airmata.... " kata Pioli dalam hati.

__ADS_1


***


__ADS_2