Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Jalan Buntu "


__ADS_3

Kematian mantan pemilik Pioli Agente tak pelak menyita perhatian Pierlo, bukan saja hari ini ia akan menghubungi orang itu, melainkan Rome News surat kabar terkemuka di Italia menempatkan foto-foto mobil Pioli yang telah hancur di halaman depan surat kabar.


Sedang televisi berita menampilkan cuplikan cctv yang terpasang di sekitar gedung Pioli Agente. Tak ada hal yang mencurigakan kecuali ada seorang wanita yang memarkir mobil tepat di samping mobil Pioli.Ia memakai jaket kulit terusan dan mengenakan kacamata hitam.


Ia terlihat menelpon seseorang saat turun dari mobil, tak lama kemudian dua orang berseragam montir datang memeriksa mobil miliknya.Tak lama berselang salah satu montir tersebut membuka kap mesin, dan yang lain masuk ke kolong mobil.


Ada dua cctv yang merekam lokasi halaman parkir Pioli Agente. Kedua cctv itu sebenarnya bisa merekam kegiatan di sekitar halaman parkir, termasuk orang yang masuk ke kolong mobil, sayangnya orang yang berada di kolong mobil jadi tak dapat terlihat karena tertutup kap mobil yang sedang terbuka. Sedang cctv lainnya kehilangan jejak orang yang berada di kolong mobil karena tas jinjing yang dipegang oleh wanita itu menghalangi fokus cctv.


Beberapa pengamat menyatakan ketiga orang itu bukan warga biasa bisa jadi mereka adalah pembunuh bayaran profesional. Ada juga saksi mata yang mengatakan ketiga orang itu sebelumnya pernah terlihat beberapa kali masuk ke dalam kantor karena mereka adalah karyawan lepas di Pioli Agente.


Sampai tadi malam, Polres kota Roma terus memburu ketiga orang ini.


Pierlo masih belum tahu apa yang harus dikerjakan.Bagi Pierlo, Pioli adalah sutradara sekaligus pemegang kartu As kasus yang sedang mereka jalani, kasus pembunuhan di Capellietra, pembunuhan karakter terhadap Rosetta dan jembatan perkenalannya dengan Andini.


Tapi sekarang orang itu telah tewas.


Ia segera menghubungi Romanio di Venesia, setidaknya ia ingin bertukar pikiran tentang langkah-langkah yang harus mereka ambil.


" Halo Rom.... apa kabarmu ?" tanya Pierlo saat sambungan teleponnya diangkat oleh seseorang. Tak ada suara.


" Haloooooo Romanio...... aku Pierlo......!!!" ia berkata agak keras seolah kesal Romanio tak segera menjawab......kurang ajar kenapa dia tak bersuara.... kata Pierlo dalam hati.


" Haloooo......Haloooo...aku Pierlo...!!" kata Pierlo lagi. Tak lama ada suara di dalam selulernya.


" Haloooo... Romanio kenapa kau jadi sulit untuk menjawabku...? sampai-sampai harus menyuruh perempuan untuk mengangkat teleponku..... " kata Pierlo.


" Ya tuan Pierlo.... apakah anda belum tahu jika Romanio sudah mati.....? " jawab suara perempuan tadi.


" Apa....????" Pierlo tak bisa meneruskan kata-katanya.


" Semalam tuan Roma telah mati karena minum Crainh terlalu banyak.... " sambung perempuan tadi. Pierlo tak menjawab.


" Ia mati tadi malam seteee...." Pierlo sudah tak ingin mendengar lebih jauh, yang ia lakukan hanyalah membanting handphone.


Pierlo nampak gusar. Ia mengambil beberapa butir alprazolam untuk mengurangi ketegangan mentalnya.


Pioli dan Romanio telah mati, cepat atau lambat ia juga akan menyusulnya.


Ia menuang vodka ke dalam gelas, lalu meneguknya beberapa kali. Panas sekali hawa saat ini.. kata Pierlo dalam hati.....Sebenarnya bukan hawanya yang panas melainkan reaksi senyawa kloro metil triazolo dengan vodka membuat dadanya serasa terbakar. Dalam banyak kasus reaksi tersebut dalam menyebabkan sesak nafas.


Tak lama kemudian ia menyeburkan diri ke dalam kolam renang.


Oh Tuhan sejuk sekali ketika aku berada di kolam ini....... kata Pierlo dalam hati sekedar membuang kegelisahannya.

__ADS_1


**


Lewat tengah hari, Aqilla pembantu pribadi Pierlo membawa makan siang untuk majikannya itu.


Ah.... Tidak..!! Tidak sepenuhnya benar jika Pierlo adalah majikannya, yang benar Pierlo adalah pacarnya.


Aqilla adalah laki-laki berbadan tegap dan berbulu lebat, hal itu nampak di bagian lengannya, kumis tebal dan sisa cukuran jenggotnya sehingga ia nampak begitu "laki" sekali.


Kesan pertama bagi wanita yang melihatnya Aqilla adalah tipe pria sejati yang penuh kejantanan. Begitu juga dengan Pierlo, di matanya Aqilla adalah laki-laki yang bisa memenuhi fantasinya tentang sex.


Aqilla dipelihara oleh Pierlo untuk memenuhi hasrat Pierlo terhadap sesama jenis.


Aqilla tiba di pinggiran kolam renang, ia memakai "gaun" seksi, perutnya terlihat suspect, dan otot - otot tubuhnya juga kekar, sepintas ia mirip binaraga.


" Haniii..... kubawakan sup agietta kesukaanmu...ayolah kau keluar..." pinta Aqilla dengan manja.


Ia mendekat ke tepi kolam renang setelah meletakkan baki berisi sajian makanan di meja.


Pierlo tak bergerak... ah kau selalu saja penuh dengan kejutan hanii......kata Aqilla dalam hati.


Aqilla sudah tak sabar untuk segera mencumbu Pierlo kekasihnya. Meski Pierlo sudah tak muda lagi, Pierlo adalah "laki-laki" yang bisa membuatnya melayang ke surga......


Aqilla menceburkan diri ke kolam renang. Ia memeluk Pierlo yang tak bergerak.


Kejutan adalah satu hal yang disukai Aqilla sebelum............kegiatan itu ia anggap sebagai foreplay yang bisa merangsang munculnya libido. Aqilla masih berharap Pierlo memang sedang membuat kejutan untuknya.


" Pierloooo..... Pierlooooo...... Astagaaaa.....!!!" Aqilla tanpa sadar berteriak, namun hanya bunga-bunga Reindeville di sekeliling kolam renang saja yang mendengar. Aqilla masih mengguncang guncang tubuh Pierlo. Ia masih menguncang-guncang.....ia tak percaya jika kekasihnya sudah tak bernyawa. Tapi Pierlo memang sudah tak bergerak. Ia telah tewas overdosis.


**


Munchen, 24 Januari pukul 11.00


Franz Bauken baru saja merapikan pakaian setelah semalam ia tidur dengan selebriti cantik, artis layar kaca yang baru saja naik daun.


Beberapa bagian dadanya banyak sekali luka cakar. Isabel ternyata wanita yang sangat agresif. Untuk itulah Franz sering menyewanya.


Hidup jauh dengan Andini, seringkali membuat ia kewalahan soal kebutuhan biologis sebagai laki-laki normal.


Apakah Andini juga sama sepertiku ?....Ah semoga saja tidak..... kata Franz dalam hati. Franz adalah tipe laki-laki egois.


Tentu saja bukan cuma Franz laki-laki di dunia ini yang bersifat seperti itu. Mereka melarang keras pasangannya berselingkuh dengan pria lain, tapi mereka mengijinkan diri mereka untuk menyelingkuhi wanita.


Tidak adil. Tapi itulah sikap yang dipegang teguh oleh Franz. (dan kebanyakan laki-laki di dunia).

__ADS_1


Franz menelpon Andini. Beberapa hari sekali ia selalu menghubungi Andini. Baginya ini semacam ritual yang harus ia jalani agar terkesan dia begitu perhatian. Setidaknya itu adalah cara untuk menarik simpati dari Andini.


" Kriiing... Kriiing..." hp Andini tidak berdering cuma bervibrasi. Hp itu telah di sillent oleh pemiliknya. Getarannya dari atas meja sangat menggangu pendengaran Syahmir.


Syahmir mengambil hp milik Andini.Sebelumnya Andini selalu melarang Syhamir mengangkat teleponnya jika Franz yang memanggil, alasannya agar tak merusak suasana.


Tapi tidak untuk kali ini. ****** itu merasa existensinya di mata Andini bisa terancam. Tidak menutup kemungkinan Franz juga adalah laki-laki yang berprofesi seperti dirinya.


" Hallooo Andini.. Apa kabarmu sayang... ?" kata suara di dalam hp.


Syahmir belum menjawab. Dugaanku telah terbukti....kata Syahmir dalam hati.


Hati Syahmir seperti dibakar cemburu. Ia tidak takut kehilangan Andini, ia cuma takut kehilangan uang yang banyak dari Andini sebagai pelanggan tetapnya.


Syahmir belum menjawab telepon Franz.


" Haloo Madame Andini... Aku sudah kangen dengan suasana saat kita berdua dia atas ranjang...." lanjut Franz dengan suara mendesah.


Syahmir sudah tak tahan. Ia segera menjawab telepon Franz.


" Halo...Andini sedang tertidur... Ia sangat kelelahan tadi malam... " jawab Syahmir.


" Siapa kauuuuu.....???!!! " tanya Franz dengan nada marah.


" Aku...? Kenapa kau tanya itu ? Aku Syahmir..." jawab Syahmir seolah ingin menunjukan sebuah eksistensi.Andini lebih memilih aku ketimbang dirimu Franz..... katanya dalam hati.


" Kurang ajaaaar....!!! " Franz berteriak. Syahmir mematikan hp milik Andini. Ia segera bergegas ke atas kasur dan memeluk Andini yang sedang terlelap tanpa busana.


Syahmir selfie memeluk Andini dengan adegan yang sangat tak senonoh, adegan itu sangat tak masuk akal sehat siapapun.


Franz menghubungi lagi nomor hp Andini. Andini tidak menjawab. Franz berungkali menelpon, namun hp Andini menolak panggilan itu.


Dada Franz kian terbakar. Ia berjalan ke arah lemari, dan memasukan lima pucuk senjata. Senjata yang tak pernah ia sentuh kecuali ada pekerjaan besar.


Franz baru saja ingin keluar kamar. Ia tak peduli dengan Isabel yang masih tertidur pulas. Ia harus mempertahankan asset terbesarnya. Andini.


Baru saja ia hendak membuka pintu, tiba-tiba hp milik nya berdering. Ada beberapa pesan telah masuk.Pesan itu dari Andini.


Franz membuka pesan-pesan itu. Itu adalah foto dan video adegan tak senonoh antara Syahmir dan Andini.


Kau harus menerima akibat semua yang kau lakukan bersama Andini Syahmir.....kata Franz dalam hati.


Ia sudah lama tak mengeksekusi seseorang.

__ADS_1


__ADS_2