Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Untukmu "


__ADS_3

Venesia, pukul 14.20, Dua hari sebelum bom mobil diledakkan


Gress si "petugas Loundry" tiba di Venesia untuk bertemu Andrea setelah mendapat perintah dari Pioli.


Sebelumnya, meski tak seratus persen percaya Gress sempat kaget saat media-media menyebut keduanya tewas di Capellietra akibat baku tembak, karena ia yakin bahwa Andrea dan Delova dapat melindungi keduanya dengan baik.


Lagi pula Pioli menyuruh dia memancing Kurtz (yang memerkosa Jean di Lugotevere) hanya alasan balas dendam pribadinya kepada Roberto, dengan kepergian Herlambang pasti Rosetta akan bereaksi keras kepadanya.


Tentu saja Roberto takut dengan reaksi Rosetta , sampai-sampai dia segera memerintahkan Alenso dan Kurtz menjemput Herlambang ke Venesia.


Menurut media massa baku tembak itu juga menewaskan Clara dan Herlambang.


Sekarang Gress tambah yakin bahwa berita di media itu tidak sepenuhnya benar, saat Andrea mengatakan bahwa Clara dan Herlambang masih hidup.


" Gila...!! Kau serius ?" tanya Gress pada Andrea.


" Tentu saja.. Gress, mereka masih di hostel bersama Delova..." jawab Andrea. Gress nampak gembira mendengar Herlambang masih hidup.


Meski ia tak butuh uang tip saat mengangkut baju-baju kotor milik Herlambang,namun ia apresiated dengan kepribadian WNA itu, di mata Gress....Herlambang adalah orang yang sangat baik, orang yang bisa menghargai sesama tanpa peduli latar belakang.


Peristiwa paling berkesan buat Gress adalah saat ia datang mengambil pakaian kotor.Ketika itu Gress melihat Herlambang dan Rosetta sedang makan malam, namun tanpa diduga Herlambang memintanya untuk ikut, meski ia menolak karena merasa tak pantas, Herlambang terus memaksanya.


Melihat kebaikan Herlambang, Gress jadi terharu. Selama ini tak pernah ada customer loundry yang mengajaknya makan malam....


" Apakah Pioli sedang tidak waras otaknya...!!?" tanya Gress saat mendengar tujuan untuk apa ia diperintah menemui Andrea.


" Ya akupun begitu... Ini tidak masuk akal...membunuh turis yang selama ini aku jaga mati-matian....!!" kata Andrea menambahkan. Mereka saling berpandangan. Gress mengeluarkan Bareta dari balik pinggang, dan menyerahkannya pada Andrea.


" Teman... Tembaklah aku.... Aku tak sanggup lagi untuk menjalankan perintah ini...... " kata Gress. Andrea menatap tajam Gress. Baru kali ini Gress seperti tak memiliki keberanian dalam menjalankan misi.


Sebenarnya Andrea memiliki pikiran yang sama, meski ia tak langsung merasakan kebaikan Herlambang, namun Delova selalu menceritakan kebaikan Clara. Bahkan Delova sempat menyatakan Clara adalah "adiknya" yang berdarah Indonesia...


" Tadinya aku berpikiran sama Gress... Kupikir setelah tugas ini aku akan berhenti, bagiku ini adalah tugas terakhir.... Aku juga sudah bosan melihat darah di mana- mana.... Darah yang keluar dari pistolku...." kata Andrea. Gress terdiam. Andrea bukan agen rahasia amatiran, dia harus mengukur kebenaran kata-kata Gress. Tapi kelihatannya Gress memang mengatakan hal yang sebenarnya.


" Baik.... Tunggu apalagi ??? Tembak aku secepatnya..!!" kata Gress. Andrea mengarahkan pistol itu ke kepala Gress. Gress tetap tenang. Andrea membaca bahwa Gress tidak main-main. Pelatuk telah ditarik oleh Andrea... Tetapi Gress tidak memejamkan mata.......Andrea tahu Gress tidak sedang berbohong.

__ADS_1


Andrea meletakkan pistol itu di atas meja. Jika Gress menolak untuk membunuh karena menghargai semua kebaikan Herlambang...


Mestinya dia juga bisa menolak perintah Pioli dengan alasan kebaikan Clara kepada Delova.....


Dan Delova adalah kekasihnya yang telah merelakan ia menikahi Brigtte Alison demi kebahagiaannya......


" Tidak Gress... Demi Delova... aku tidak ingin menuruti perintah gila Pioli.....!!!" kata Andrea mantab. Gress terkesima dengan ucapan itu.


Suasana hening sejenak. Tak ada kata-kata yang mengudara.


" Baiklah teman... Ayo kita lakukan sesuatu untuk orang yang kita sayangi....!! " ajak Gress. Andrea menjabat tangan Gress. Mereka segera merencanakan sesuatu.


***


Gress mengajak beberapa teman informan yang bekerja untuk wilayah Venesia, beberapa diantaranya adalah petugas kepolisian Venesia. Catarina adalah salah satunya.


Gress memerintahkan Catarina untuk menyiapkan beberapa unit mobil patroli untuk memutar arah kendaraan yang lewat jalur selatan jadi ke arah utara kecuali beberapa mobil yang diijinkan yaitu mobil yang akan ditumpangi Clara, 1 unit mobil polisi dan 1 mobil ambulance...... dan mobil Delova Chevo 3000 Cc warna hitam.


Andrea meletakkan detonator jarak jauh di mobil yang besok akan dipakai oleh Clara dan Herlambang, lalu mengatur timer.... Sehingga ia bisa meledakan sesuai kapan ia mau.


" Kau ingin mengucapkan sesuatu Catrin ?" tanya Gress. Catarina tersenyum kecil.


" Untuk timku mereka sudah 'ONE ON' jadi aku pastikan akan berjalan sesuai rencana Gress...." kata Catarina. Gress manggut-manggut.


" Kau Andrea ?" tanya Gress pada Andrea.


" Tentu saja mister Gress...seperti Catarina aku juga sudah siap...." kata Andrea diiringi senyum Gress.


" Bagaimana dengan kau Gress.. ?" tanya Catarina.


" Tentu saja sebagai komandan tim aku sudah siap.... Aku sudah siapkan reporter amatir yang akan meliput...bahkan aku juga sudah memerintahkan Lusiana untuk masuk jalan selatan... " jawab Gress.


***


Mobil hitam itu memasuki jalan selatan. Lusiana menyetir sesuai perintah Gress.

__ADS_1


Clara dan Herlambang saling berpandangan, mereka curiga ada apa ini ? Semua mobil di depannya diarahkan lewat jalan utara oleh 4 anggota polisi.


" Lusi apa kau tak salah jalan... ?" tanya Clara.


" Mereka yang melalui jalan utara hanya plat nomor sekuensial tertentu..." jawab Lusiana sekenanya.


" Oh baiklah...." kata Clara.


Setelah mobil yang mereka tumpangi berjalan kira-kira 6 km, tepat di hutan Berlia mobil dihadang oleh 1 unit mobil polisi. Catarina yang memimpin operasi itu.


" Cepat turun....!! " Catarina menyuruh penumpang untuk segera turun.Meski penumpangnya kaget, akhirnya mereka mengikuti perintah Catarina . Lalu berlari menjauh dari mobil itu.


Clara, Lusiana dan Herlambang berlarian dan baru berhenti sekitar 200 meter dari mobil hitam yang mereka tumpangi.


Catarina mengeluarkan walky talki dan mengatakan sesuatu pada Gress.


" Penumpang sudah aman...!!"


" Dimonitor..." jawab Gress. Tak lama kemudian Gress memerintahkan Andrea segera mengeksekusinya.


" Siap... Monitor...!!" jawab Andrea.


Beberapa detik kemudian mobil itu meledak di tepi hutan Berlia yang sepi.


Dari kejauhan Clara dan Herlambang saling berpelukan. Lusiana terduduk lemas di atas rerumputan. Mereka masih syok dengan apa yang mereka lihat.


Api masih membumbung ke angkasa saat Gress memerintahkan Catarina agar menyiapkan 3 kantong jenazah bagi "ketiga penumpangnya" .


Dan seorang reporter kepercayaan Gress terus meliput kejadian tersebut.


***


Beberapa saat setelah kejadian, akses jalan selatan tetap ditutup oleh Catarina dengan alasan belum kondusif untuk dilalui.


Dari kejauhan terlihat Herlambang dan Clara saling berpelukan, mereka bersyukur karena tak ada di dalam mobil saat mobil itu meledak.

__ADS_1


Clara masih syok, ia tak tahu bagaimana harus berterimakasih pada opsir polisi wanita itu.


__ADS_2