Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Reuni FBI "


__ADS_3

Roberto baru saja ingin memanggil temannya itu, namun ia segera mengurungkan niatnya, ia berpikir jangan-jangan Hudson sekarang sedang berpihak pada pemerintah Italia dan ikut memburu Rosetta, meskipun ia sendiri meragukan pendapatnya itu. Tentu saja ia ragu, karena yang ia tahu Hudson adalah orang yang memiliki integritas tinggi, ia tak mau berada di pihak yang salah.


Beberapa kali ia pernah terlibat adu mulut dengan komandannya di FBI,namun seperti pepatah mengatakan bahwa kebenaran akan selalu menang melawan kejahatan, itulah yang dialami Hudson.Beberapa kali ia pernah menerima penghargaan, bukan saja dari kalangan internal tetapi juga dari Gedung Putih dengan diiringi perpisahan atasannya yang terpaksa harus terpental karena mereka berada di posisi yang salah.


Dalam kasus Rosetta andai saja ia mengikuti kasusnya , Roberto sangat yakin bahwa Hudson tidak akan mendukung pemerintah.Ia tahu persis bagaimana karakter temannya itu.Tapi tetap saja ia masih ragu untuk memanggilnya.Bukankah waktu bisa merubah kebiasaan seseorang ?


Bisa jadi saat ini ia sudah berubah sudut pandang, bahwa kebenaran akan kalah dengan uang.


Roberto mengawasi Hudson dari tempat duduknya.Ia nampak sedang menuju ke arah toilet,ia juga tak terlihat sedang mencari-cari seseorang.Ah jangan – jangan ia memang tidak sedang membuntutinya.Roberto segera bangkit dari duduknya ia bergegas untuk segera pergi meninggalkan cafe mumpung Hudson tak melihatnya.


Baru saja ia melewati pintu, seseorang telah berdiri menghadangnya.


“ Kau mau kemana Tom.....?” tanya si penghadang itu.Roberto terkejut saat melihat Hudson sudah berdiri di depannya, ternyata saat Hudson pergi ke toilet ia keluar lewat pintu belakang dan kembali ke pintu depan.


“ Hahaha....Jery !! ternyata kau memakai pelajaran tingkat-12 untuk menangkap musuh dari arah tak terduga.....!! ” teriak Roberto . Hudson jadi ikut tersenyum. Keduanya berpelukan seolah ada waktu terentang yang memisahkan mereka.


“ Apakah tidak sebaiknya kita minum-minum dulu Berto ?” tanya Hudson kepada sahabatnya itu.


“ Its Ok.. aku pikir itu akan lebih baik....” jawab Roberto.


Hudson dan Roberto mengambil tempat duduk yang menghadap ke arah jalan Swenson.Udara juga tidak terlalu panas.Hudson memesan dua botol Passaia dan 2 potong burger. Setelah itu keduanya terlibat pembicaraan serius, mereka seperti sedang reuni saja.


“ Sedang apa kau di sini ? “ tanya Hudson.Sebenarnya ia sudah tahu kenapa Roberto berada di Swiss, karena ia terus mengikuti perkembangan kasus Rosetta yang menyita perhatian hampir seluruh masyarakat eropa.


“ Harusnya akulah yang bertanya...kenapa kau ada di sini Hudson ?” Roberto balik bertanya. Dalam dunia intelijen jarang sekali ada pihak yang mau memberikan informasi lebih dulu.Mereka biasanya saling menjaga informasi karena biaya untuk mendapatkannya juga mahal.Sebuah Informasi apalagi yang masuk dalam kategori TOP SECREET dan menyangkut rahasia sebuah negara akan bernilai jutaan dolar. Biasanya mereka akan menukar informasi secara bersamaan.Roberto juga sudah bisa menduga kenapa Hudson berada di Swiss.


“ Baiklah , kali ini aku akan lebih dulu memberi informasi Berto, jujur saja aku tertarik mengikuti kasus ini dari awal, bahkan satu jam dari saat kejadian aku sudah meluncur ke Capellietra, kebetulan aku sedang berlibur bersama keluarga di sana...” kata Hudson .


“ Oyaa...? Lalu apa yang kau dapati teman...?” tanya Roberto.


“ Tentu saja aku melihat banyak kejanggalan. Aku melihat mata Reseptionis itu seperti menyembunyikan sesuatu, dinding yang tertembus peluru dengan pantulan proyektil yang tidak sinkron....bercak darah yang terlalu jauh dari letak korban yang tertembak....ah tentu banyak sekali teman...” kata Hudson bercerita . Roberto kembali meneguk Passaia


“ Apakah kau ingat seperti apa wajah korban-korbannya ? “ tanya Roberto.


“ Apakah korban WNA-Indonesia yang kau maksud ? “ Hudson balik bertanya.


“ Ya !! “


“ Aku tak melihatnya....kemungkinan ia berada di kamar 404 ..”

__ADS_1


“ Kenapa kau tidak kesana ? “ tanya Roberto sedikit menyelidik. Hudson tampak tersenyum kecil.


“ Tentu saja aku mau kesana , namun seorang komandan investigasi melarangku dengan alasan yang tidak bisa aku mengerti...”


“ Apa yang dia katakan.. .?”


“ Atas perintah atasan !! “ mereka berdua tertawa hampir bersamaan.


“ Lalu kenapa kau berada di sini Berto ? “


“ Jujur saja aku sedang mencari Rosetta.” Jawab Roberto.


“ Apakah kau bekerja untuknya ? “


“ Ya sejak aku berhenti dari dinas......” jawab Roberto pelan.


“ Ya aku tahu wanita itu , kau pasti digaji sangat besar Tom.” Kata Hudson sambil bercanda.


“ Tentu saja...tapi yang jelas tidak sebesar pendapatanmu di Hudson Asociate.”


“ Ahaaa....kau tahu juga rupanya soal firmaku ?”


“ Teman , maukah kau membantuku dalam kasus ini, hanya saja....” Roberto tak melanjutkan kata-katanya.Lidahnya seperti kaku.


“ Baiklah..dengan senang hati Berto....” Jawab Hudson kepada temannya itu.


“ Tapi...........” Roberto masih juga tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


“ Aku tahu kau sedang di posisi sulit teman, karena sekarang bosmu sedang menjadi sasaran tembak............” Hudson mengambil botol Passaia lalu mengunyah burger di hadapannya.


“ Syukurlah jika kau bisa mengerti.” Kata Roberto lirih.


“ Tentu saja....sebaiknya sekarang kita memikirkan bagaimana menemukan Rosetta, karena ia dalam posisi bahaya.” Kata Hudson. Seringkali dengan alasan yang tak masuk akal,jika suatu kasus telah melibatkan orang besar bisa jadi tersangka ditembak mati saat di lapangan dengan alasan malakukan perlawanan kepada petugas.Roberto dan Hudson saling memberi nomor telepon.Setelah itu mereka berpisah.


***


Rosetta masih berjalan di lorong-lorong di kota Zurich.Hidup itu memang aneh dan tak bisa diduga, kemarin ia baru saja melewati jalan ini dengan diantar oleh mobil mewah , tapi saat ini ia malah harus berjalan kaki. Rosetta beberapa kali nampak memegangi perutnya, ia terlihat begitu senang dan bahagia meski ujian berat sedang ada di hadapannya. ‘ aku akan kuat jika kau selalu bersamaku sayang....’ katanya dalam hati sambil terus mengusap-usap perutnya.


Rosetta menuju ke pedagang koran yang ada di bawah pohon.Entah kenapa tak satupun petugas kebersihan berusaha melarangnya agar tak berjualan di atas trotoar, karena kegiatannya itu dapat mengganggu para pejalan kaki seperti dirinya.

__ADS_1


Sejenak Rosetta melihat-lihat isi surat kabar.Rata-rata mereka masih membahas pembunuhan yang terjadi di Venesia . Wanita paruh baya itu memperhatikan wajah Rosetta.Ia seperti pernah melihatnya tapi entah di mana.


“ Nona silahkan kau pilih koran yang kau mau...aku akan ambil makananku dulu...” katanya pada Rosetta. Rosetta tak ambil pusing , ia masih fokus membaca berita di surat kabar.Dari kejauhan wanita pedagang koran itu nampak menelpon seseorang.


“ Hudson kau beruntung hari ini nak....orang yang kau cari sedang berada di sini....cepatlah kau datang..! “ wanita itu langsung menutup telepon, dan berjalan ke arah Rosetta. Rosetta masih asyik membaca berita, tentu saja karena itu menyangkut dirinya. Tak seberapa lama......................


“ Rosetta...masuklah ke dalam mobil..aku teman Roberto...!! “ Rosetta nampak terkejut, tapi karena si pengendara menyebut nama Roberto ia memberanikan diri mengikuti perintahnya.


“ Grazie Madame.....” Hudson berkata kepada wanita paruh baya itu, lalu menutup kaca mobilnya. Wanita itu hanya tersenyum seraya berkata,


“ Jaga dirimu Hudson....!!” dari dalam mobil Rosetta melihat wanita itu masih melambaikan tangannya.


***


EMAIL RAHASIA


TO : FRANZ


CC : PIOLI-PIERLO-ROMANIO


“ HARAP BESOK LUSA BERTEMU DI GRUNES GEBAUDE “


TTD


ANDINI P - DUBAI


_________________________________


EMAIL JAWABAN


TO : ANDINI P.


CC : PIOLI-PIERLO-ROMANIO


KAMI SIAP MERAPAT


TTD


FRANZ BAUKEN

__ADS_1


***


__ADS_2