Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Marinella Sand Beach "


__ADS_3

Clara masih penasaran, gimana caranya Delova bisa dapat nomor telepon Herlambang ? ia ingin bertanya, tapi ia pikir itu hanya buang-buang waktu.. Toh sekarang Herlambang sudah otw ke sini.


" Del, aku mau telpon sepupuku dulu yaa.."


" Ok... va bene Nona Clara..." kata Delova mempersilakan. Clara memencet no hp Andini.


" Raaaa... Lagi di mana lu ?" tanya Andini di ujung telepon.


" Coba tebaaak gue di mana ?"


" Halaaah paling juga di Ciputat..." kata Andini. Ia berlagak gak tau aja.


" Bukan.. Ayo tebak di mana ?"


" Cileduk... "


" Salah...!"


" Ciliwung.."


" Emang lu pikir gue lagi mandi di kali ? Dodol luu... Ayo tebak di mana ?"


" Gak tau ah gue nyerah.. "


" Romaaaa cuy... Gue lagi di Roma !"


" Ahh yang bo'ong luu..."


" Beneran tar gue serlok kalo lu gak caya."


" Gak perlu norak amat sih lu... " Andini pura-pura gak tahu kalo Clara sedang di Roma.


" Ngapain lu ke sana... ?"


" Gue mau beli property untuk inves aja.. "


" Emang punya duit lu ?"


" Nggaaak...! "


" Terus.. Mau pake daon gitu.. ?"


" Gaaak..lu bantu urusin deh.. Bokap ude tahu kok.. karena gue sekarang mau refresh dulu gak tau kenapa otak gue rada beku akhir - akhir nii... " Andini tertawa kecil, 'Clara.. Clara bukan beku kali.. Tapi lu pengen jalan - jalan ma Herlambang. Buaya di kadalin.'


" Jadi gue harus ngomong apa ma bokap lu.. ?"

__ADS_1


" Tinggal bayar aja.. Bilang sekalian makan malam di De Santono suruh batalin... "


" Kena cas duung gila luu.."


" Udaaah rewel banget.. Tar juga untung gede..."


" Dari mana lu tau bakalan untung.. ?"


" Finance Analisis.. "


" Jiaaaah baru semester satu aja tengil luuu... " Andini senang dengan cara dan optimisme Clara, membeli saat ini memang sangat bagus karena Italia sedang dalam krisis.


" Raa... Raaa... " Telepon di putus. Andini menarik nafas, tapi ia senang mendengar sepupunya sedang bahagia. Karena sebentar lagi Herlambang berada di sampingnya.


*******


Di kejauhan, Herlambang nampak berlari kecil. Ia seperti tak sabar untuk bertemu dengan Clara.


" Tuh Ra.. Hercules !" kata Delova sambil menunjuk ke arah Herlambang. Clara ngaca lewat hp. Beberapa detik kemudian Herlambang menyapa mereka.


" Ra.. Soryy ya gue agak lama.." sambil sedikit ngos-ngosan.


" Santai aja lagee. .. Sekarang napa lu jadi agak-agak lebay gitu yaa..." tanya Clara pada Herlambang.


" Emang gue siapa lu.. Kalo pacar sih boleh lu kek gitu..Dulu kan kita sudah janji... kalo kita cuma sahabatan... " Ada raut sedih di wajah Herlambang mendengar ucapan Clara, tapi Clara senang melihat wajah Herlambang. 'Raaa lu tau gak sih baru aja gue sedikit punya nyali, tapi ucapan lu bikin gue ngedrop lagi...' Katanya dalam hati.


" Lagian masa ngaku pecinta alam lari gitu aja sampe ngos-ngosan... "


" Gak tau, belakangan memang gue sering kebanyakan rokok Raaa.."


" Lha lu ngerokok sekarang ?"


" Parah Ra.. Dua bungkus sehari. .."


" Napa jadi semrawut gitu hidup lu.. ?"


" Faktor tekanan kali yaaa.. " kata Herlambang perlahan sambil menarik nafas. ' Gue sih pengennya tekanan itu karena lu gak bisa lupain gue Her..' kata hati Clara.


Delova masih keheranan dengan sikap Clara pada Herlambang. Setahu-nya, Clara begitu takut bicara bila berhadapan dengan Herlambang seperti saat ia mau telepon tadi. Tapi begitu ketemu biasa aja tuh. Malah akrab banget. Aneh !


Mungkin Delova lupa, ada komitmen di antara mereka. Persahabatan. Mereka harus melawan segala konsekwensinya, meskipun harus membunuh perasaan. Tiba-tiba Delova seperti meneteskan airmata, namun ia segera mengusap dan membuang muka, sungguh ia tak ingin merusak suasana.


" Ra... Hercules sudah ngos-ngosan gak di tawarin apa-apa ?" tanya Delova.


" Astaga.. Mpe lupa... Her lu mau pesen apa ?" tanyanya.

__ADS_1


" Gado-gado.. Ada gaak ?" kata Herlambang. Ia mencoba mengingatkan Clara. Tentu saja Clara ingat, itu adalah momen pertama kali mereka makan,saat itu entah bercanda atau Herlambang beneran ****, padahal menu nya sudah jelas... Masakan eropa !


" Ada.. Tadi Cla.. " belum selesai Delova menjawab, Clara langsung memotong,


" Yaa gak adalah ngaco aja sih..." kata Clara. Di bawah meja kakinya menginjak kaki Delova. Delova nampak meringis menahan sakit. Herlambang beneran gak tahu soal injak menginjak kaki.


" Ya udah Ice Latte aja... Gak pake lama.."


"Maksudnya ?" Delova keheranan,


" Gak pake lama tuh maksudnya biar cepet ngelayaninnya..." kata Clara.


" OMG..!!!" kata Delova tersipu malu.


" Her.. ternyata.. Orang eropa kalah ya sama kita soal istilah. ..." kata Clara.


" Hemmm... Entahlah.." kata Herlambang sambil mengangkat bahu.


" Mereka ternyata kuper.. " kata Clara lagi.


" Apa itu kuper ?" tanya Delova lagi.


" Kurang pergaulan... " jawab Herlambang.


" OMG...!! " kata Delova..


" Uuuugh... Taunya OMG aja luu... " ledek Clara pada Delova. Mereka tertawa bersama-sama. Bagi Clara dan Herlambang tak ada detik-detik jarum jam yang berlalu.


Hari hampir senja. Sunset di pantai Marinella mulai beranjak.Mereka masih terlibat dalam perbincangan serius.


" Jadi next nya mau gimana nih ?" tanya Delova memecah hening.


" Maksudnya.. Acara setelah ini kita kemana ?" Delova memperjelas keinginannya. Herlambang mengangkat bahu.


" Up to yuu...." jawab Clara.


" Gimana kalo aku susun lagi itinerary tourmu menjadi sesuatu yang berkesan buat kalian ?"


" Boleeh..!" Herlambang dan Clara menjawab hampir bersamaan.


" Baiklah kalo bagitu besok kita ke Venesia.. Gimana ? Kalo kalian ok aku akan buatkan schedule nya ?"


" Boleeh...!! " kali ini Herlambang dan Clara menjawan berbarengan. Waktu hampir pukul 08.00, mereka harus berpisah, untuk waktu yang sementara,karena Venesia akan menyambutnya.


******

__ADS_1


__ADS_2