Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Cinta Yang Hilang "


__ADS_3

Andini menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Ia melihat foto-foto masa kecilnya. Foto-foto itu tersimpan secara apik di dalam laptopnya.


Meski gambar di foto itu adalah hasil kloning dari sistem kamera analog ke digital, namun dengan aplikasi Sword's Photography gambar yang dihasilkan masih tetap cemerlang, tak jauh berbeda dari gambar aslinya.


Ada foto mantan-mantan pacarnya saat study di Jerman, foto keluarganya, dan foto-foto dirinya bersama Clara.


Lama sekali ia menatap foto dirinya bersama Clara.Ia menyesal atas tindakannya kepada sepupunya itu, namun di dunia ini penyesalan adalah kata-kata yang tak ada gunanya.


Ia ingin bersedih, tapi baginya kesedihan hanya bermain di wilayah perasaan saja, sedang realita hidup adalah fakta, faktanya saat ini ia banyak disanjung orang karena kepintarannya.


Kepintaran ? Ah tidak....itu statemen yang tidak sepenuhnya benar. Yang benar adalah karena ia wanita cantik dan banyak uang.


Siapapun orangnya, sepanjang ia banyak uang.....pasti akan terpandang dan dipuji orang, setidaknya orang-orang di lingkungannya.


Ketika semua pujian ia dapatkan, kini ada sesuatu yang hilang di dalam dirinya, ialah cinta.


Ia tak punya lagi cinta tulus milik Clara, milik Om Bandi, milik Bu De Rahayu, milik Eyangnya...bahkan untuk cinta yang semupun telah hilang dari dirinya. Cinta semu milik Franz, cinta semu milik Syahmir, juga cinta semu milik kedua orang tuanya.


Apa ? Salahkah Andini ketika menyebut kalimat yang terakhir........... ?

__ADS_1


Tentu saja tidak. Mamanya adalah wanita yang gemar selingkuh, demikian juga papanya. Jika mereka mengatakan mencintainya itu sama saja dengan berkata bohong.


Kepedulian orang tuanya cuma basa- basi, sekedar menutupi kenyataan bahwa mereka benar-benar tak menginginkan dirinya lahir.


Ketika orang tuanya meried by accident, itu semacam bentuk provokasi agar mereka diakui secara resmi telah menikah, bukan untuk tujuan membentuk sebuah keluarga melainkan agar mereka mendapat banyak harta warisan.


Pertanyaan yang selalu ada di kepalanya jika ia anak tunggal...yang menjadi tumpuan kasih sayang sebuah rumah tangga mengapa mereka tak peduli dengannya... mereka larut dalam dunia masing-masing.


Ketika dewasa... Ia baru tahu apa sebabnya, mereka tidak saling mencintai. Ia lahir dari benih-benih kalkulator. Papanya pura-pura mencintai mama karena mama anak jenderal bintang tiga. Mamanya pura-pura mencintai papa karena papa anak pengusaha kaya raya.


Jika ia terlahir..... Itu bagaikan bayangan yang ada di dalam cermin. Ada penampakannya tapi tak pernah ada wujud aslinya. Keberadaanya di mata kedua orang tuanya hanyalah bayangan semata.


Untuk itulah, Andini merasa tak perlu peduli pada orang tuanya, bahkan ia tinggal menunggu mereka mati agar ia bisa mewarisi 20% saham mereka di Dubai's Sindicated.


Jika suatu saat ia bisa menguasai 80% Dubai's,Sindicated itu hanya untuk menunjukkan pada orang tuanya bahwa anak yang mereka lahirkan dan mereka besarkan dengan cinta semu itu ada dan memiliki eksistensi.


Pun jika semua harus berakhir tak sesuai harapan, maka mereka tak perlu menyalahkan dirinya terlalu dalam, toh mereka memang sejak awal tak pernah menganggap dirinya ada.


Ia ingin menelpon papa atau mamanya... Sebagai anak, ia ingin memaafkan mereka, meski kebencian selalu berkecamuk di hatinya.

__ADS_1


Tapi tidak... Tidak perlu... karena merekalah yang membuat aku seperti ini. Tugasku hanyalah menunjukkan pada mereka...bahwa anak mereka itu ada, mereka harus mengakui eksistensiku...... kata Andini dalam hati.


Andini tidak ingin bersedih.....tapi kesedihan itu tak bisa ia bendung. Beberapa kali ia mengusap airmata.


Kesedihannya bukan karena eksistensi yang tak diakui orang tuanya, melainkan ia telah kehilangan cinta yang asli, cinta milik keluarga Om Bandi.


Jika ia bisa membeli nyawa... ia akan membayar berapapun harganya selama Om Bandi dan keluarganya bisa hidup kembali. Dalam situasi seperti ini, eksistensi, uang, dan kehormatan jadi tidak penting.....ia lebih memilih cinta yang asli...cinta yang bisa memberi spirit agar ia bisa menggapai apapun, karena cinta itu sejatinya adalah bahan bakar semangat bagi setiap individu yang seharusnya tak bisa tergantikan.


Kenyataannya cinta miliknya itu bisa hilang. Ia menguap karena tertukar oleh dorongan kebutuhan akan pengakuan terhadap sebuah eksistensi.


Jika ada ungkapan bisa cinta karena terbiasa, keadaan sebenarnya yang terjadi adalah ia sedang berupaya keras untuk membohongi diri sendiri.


Ia ingin membiasakan dirinya hidup tanpa cinta.....tapi usahanya itu sia-sia. Jika cinta bisa karena terbiasa....... seharusnya ia juga bisa tidak cinta karena terbiasa.


Namun sekarang ini ia benar-benar tidak bisa hidup tanpa cinta, tentu saja cinta yang asli.... bukan cinta yang imitasi.


Andini melenguh dari balik jendela kamar hotel Der Alma. Ia masih harus berjalan melewati hari hari sepi.... namun ia tak pernah tahu sampai kapan perjalanan itu akan terhenti.


**

__ADS_1


__ADS_2