
Hampir dua minggu Hudson berkutat di ruang kerjanya . Ia terus menerus mencari hubungan titik satu dengan lainnya. Sebagai mantan anggota FBI bukan hal yang sulit baginya untuk menemukan rangkaian informasi menyangkut data seseorang, termasuk database portofolio bisnisnya.
Pada 1998 Rosetta ramai diberitakan oleh media terkemuka di Roma, di sana banyak pujian diarahkan kepadanya atas keberhasilannya menyelamatkan Augusto Propierta yang hampir kolaps didera krisis.Seperti diketahui Augusto Propierta adalah pengembang nomor tiga terbesar di sana.
Pujian itu karena Rosetta-lah orang yang paling tinggi menawar Augusto Propierta dibanding investor lainnya, bahkan lebih tinggi dari penawaran Jian Han Corps yang asal China itu, desas-desus yang beredar ia menyuntik dana hampir 10 miliar Euro untuk mengakuisisi Augusto.
Lebih mengherankan lagi publik di sana sama sekali tak tahu menahu siapa atau dari mana asal wanita ini, karena nama Rosetta tak pernah sekalipun muncul di pemberitaan.
Baru setelah media dan surat kabar di Roma ramai memberitakan pemilik baru Augusto Propierta namanya menjadi buah bibir, banyak wartawan memburunya untuk mewawancarai, cuma Rosetta selalu menghindar, ia tak peduli dengan media sama tak pedulinya ketika media tak pernah memberitakan apapun soal dia sebelum ini.
Ketika Hudson lebih dalam menelisik, ternyata ada raksasa bisnis yang berada di belakangnya. Ia menemukan hasil wawancara R.Soebandi dengan salah satu wartawan majalah Times, Valerie Hofgan.
Hasil wawancara inipun kategori off the record, oleh karenanya R.Soebandi meminta Valerie tidak menampilkan seluruh isinya kecuali yang diizinkan saja untuk terbit di majalah Times.
Dalam catatan pribadinya Valerie menyebutkan Wawancara ini juga harus dibarter oleh dirinya agar segera menemukan keberadaan Rosetta, tentu saja karena R.Soebandi tak butuh sejumlah uang dari wartawan seperti dirinya.
Selain itu dokumentasi ini juga masuk klasifikasi berkas X File, atau dokumen yang hanya bisa dibuka oleh internal FBI untuk menyelidiki kasus tertentu.
Dalam wawancara itu, R.Soebandi menceritakan masa mudanya saat ia belajar arsitektur di Da Vinci Institute, dan sedikit menerangkan soal ia sempat menikahi gadis Roma, Natalie Beatrice. Dari Natalie itulah ia dikaruniai seorang bayi perempuan, yang mereka beri nama Maria Rosetta.
Belakangan ia harus kembali ke Indonesia untuk menikah dengan Roro Kanjeng Ratu Pramesti Rahayu puteri tunggal salah satu pengusaha minyak yang dekat dengan istana saat itu.
R.Soebandi juga menceritakan bagaimana kondisi Natalie setelah kepergiannya. Nasib tragis menimpanya saat ia melayani tamu hidung belang, ia ditemukan tewas di kamar hotel dengan 16 luka tusuk. (dalam wawancara ini R.Soebandi sempat menitikan airmata - Valerie Hofgan) demikian Valerie memberi catatan kaki pada wawancara itu.
Kira kira dua tahun dari wawancara itu Valerie berhasil menemukan soal keberadaan Rosetta, lalu ia memberitahu R.Soebandi agar segera ke Roma untuk memastikan apa benar itu Rosetta putrinya ?
Hasil kajian laboratorium terhadap tes genealogi DNA dari Sant' Eugenio Hospital menerangkan bahwa genome asal-usul Rosetta identik-spesifik sama dengan DNA R.Soebandi.
__ADS_1
Sejak itulah R.Soebandi seperti kembali memiliki darah yang telah lama hilang. Dalam perkembangannya Valerie lah yang selalu membawa pesan sang ayah kepada putrinya.
(R.Seobandi selalu merahasiakan segalanya karena satu pertimbangan... Bahwa ia adalah suami Rahayu puteri tunggal pengusaha minyak yang sangat berkuasa- Valerie Hofgan)
Hudson menarik nafas. Ia mulai menemukan titik terang.
Untuk beberapa saat ia terlihat sedang berpikir keras. Ballpoint di tangannya ia pelintir-pelintir seolah ballpoint itu bisa memberi informasi lebih jauh.
Ia segera menelpon Rosetta di Swiss.
" Halo Ross... Bagaimana kabarmu ?" tanya Hudson pada seseorang di seberang sana.
" Ya Hudson.... Aku sudah rindu untuk segera kembali ke Roma..." jawab Rosetta.
" Tentu saja, tak lama lagi kau akan kembali Ross... selama kau bisa membantuku lebih cepat mengungkap kasus ini..... " jawab Hudson.
" Baiklah... Aku akan menanyakan beberapa hal padamu... Pastikan hp mu itu anti sadap.... " kata Hudson.
" Tentu saja Hudson.... hp-ku ini digunakan oleh para senator Paman Sam...... " jawab Rosetta singkat. Mungkin Rosetta sedang tersenyum... Kata Hudson dalam hati.
" Baiklah Ross... Apakah kau mengenal nyonya Valerie Hofgan ? " tanya Hudson. Hudson memperkirakan Rosetta sedang mengingat-ingat sesuatu.
" Ya aku kenal... Darimana kau tahu soal dia Hudson..?" tanya Rosetta keheranan. Tak ada satupun orang di Italia yang kenal Valerie Hofgan selain dirinya.
Bagi Rosetta Valerie adalah malaikat yang diutus dari langit untuk membantunya. Apapun yang ia butuhkan Valerie selalu dapat memenuhi. Kadang Rosetta ragu apakah Valerie itu manusia biasa.
" Jawab saja... Apa yang aku tanya Ross...." jawab Hudson.
__ADS_1
" Yaya... Aku kenal dia..." jawab Rosetta. Hudson menulis di buku catatannya.
" Bagaimana kau pertama kali mengenalnya...aku ingin kau menjawab sejujurnya Ross... Agar aku tak salah menarik kesimpulan.... " kata Hudson. Rosetta mengingat-ingat kejadian yang telah lama berlalu.
" Baiklah aku ceritakan sejujurnya..saat itu aku sedang bekerja di salah satu agen property di Roma Barat, aku terkejut saat seseorang memanggilku... Dia adalah Valerie.. Saat aku tanya apa kebutuhannya ia hanya menjawab aku ingin menjadikanmu wanita kaya raya..... Tentu saja aku tertawa di siang bolong itu... Aku katakan padanya bahwa sudah tak ada lagi nenek sihir di zaman ini..... " kata Rosetta. Hudson terus mencatat.
" Baik.. Lanjutkan...!! " pinta Hudson
" Valerie cuma tersenyum saat itu, ia seperti tak butuh aku percaya padanya....lalu ia berkata.. baiklah kalau kau ragu... Tapi maukah kau temani aku ke Sant' Eugenio Hospital besok agar aku bisa memberimu uang.... ? Begitu kata Valerie... Tentu saja aku mau, aku memang sedang butuh uang... " kata Rosetta.
" Lanjutkan Ross....!! " pinta Hudson.
" Keesokan harinya dia datang ke rumah sakit itu bersama seorang laki-laki, aku pikir dia...... Bukan orang Italia...saat itu laki-laki itu menatapku begitu tajam hingga aku gemetaran...Ahhh... bukan... bukan tatapan yang tajam... Melainkan tatapan kesedihan.... Akupun tak mengerti ada apa dengan laki-laki itu..... " cerita Rosetta. Hudson terus mencatat... Bagus Ross !! katanya dalam hati.
" Lanjutkan Ross.... " pinta Hudson.
" Aku tak tahu kenapa.... Yang pasti seminggu setelah dari rumah sakit Valerie seperti menyiram uang untukku.... Ia mengatakan kau akan jadi wanita kaya raya setelah ini...."
" Kau tahu nama laki-laki itu...." tanya Hudson.
" Tentu saja tidak.... Karena Valerie tak pernah mengenalkannya padaku... " jawab Rosetta. Hudson menarik nafas.
" Bagaimana kau bisa membeli Augusto Ross.... ?" tanya Hudson.
" Hudson kenapa kau tanyakan itu? " Rosetta balik bertanya.
" Bukankah kau ingin segera kembali ke Roma... Jadi jawab saja pertanyaanku Ross.... "
__ADS_1
" Itu bukan uangku... Itu uang Valerie... Hanya saja karena dia sudah berjanji akan membuatku kaya raya.... Ia berikan 40% saham Augusto menjadi milikku.....dan sisanya dimiliki oleh Dubai's Syndicated... melalui anak usahanya PT. Andini Gita Sembada...." Hudson ingin bertanya, namun Rosetta keburu menutup telepon.