
Seorang wanita berkebangsaan Italia namun fasih berbahasa Indonesia.Hanya saja dalam menyebut beberapa kata masih terasa dialek eropanya.
" Ya betul, saya Clara.."
" Oh.. Saya senang bisa bertemu anda.." ia menjabat tangan Clara sambil tersenyum lebar. Ia menggunakan syal dan jaket kulit warna coklat. Clara juga masih sempat melihat merk sepatu boot yang ia pakai. "St.Ferragamo Pelle" ..hemm.
" Saya Rosetta.. " Clara menganggukan kepalanya. Rosetta dalam bahasa Italia berarti mawar. Sungguh dia memang sangat cantik, secantik mawar yang sedang merekah.
Clara dan Rosetta jalan beriringan keluar dari pintu kedatangan, tak menunggu lama sebuah Mercedes Benz warna hitam berhenti di hadapan mereka, seorang sopir berkepala plontos segera membukakan pintunya.
Rosetta duduk di depan bersama sopir. Tadinya Clara mengira Rosetta akan duduk di sampingnya,namun dugaannya meleset. Sedan hitam itu segera melesat mengarungi jalan - jalan di Fiumicino menuju Roma.
Tak butuh waktu lama, Clara telah tiba di sebuah hotel. Palazzo De Roma. Rosetta mempersilakan Clara jalan lebih dulu menuju lobby, tak ada kata "cek in" untuk tamu special seperti Clara. Sesampai di kamar, Rosetta memberikan selembar kartu nama.
" Clara kamu bisa hubungi saya kapan saja, saya ada di kamar sebelah, sekarang beristirahatlah dulu.."
" Ok.." Clara langsung menutup pintu. Ia ingin segera beristirahat, namun ada yang masih menggangu pikirannya. "St. Ferragamo Pelle" bagaimana bisa seorang karyawati agen travel mampu membeli sepatu boot seharga 350 juta ?
*******
Herlambang baru saja ingin menelepon teman kantornya, namun tiba-tiba hp miliknya berdering. Ia mengira itu telp dari Erna pembantu yang selama ini mengurus ibu dan Fita di Jakarta, ternyata itu telepon dari bu Chely. Aneh sudah hampir tiga tahun ia di sini, bu Chely tak pernah sekalipun menelponnya. Heemm.. mungkin tugasnya akan segera berakhir, katanya dalam hati.
" Halloo.." Herlambang masih ragu-ragu, tapi ini telp dari orang penting di perusahaannya.
" Selamat malam bu Chely... Apa kabar bu ?"
" Baik, saya baru mendapat laporan dari pusat, mereka sangat puas dengan pekerjaanmu."
" Syukurlah kalau begitu, ada yang bisa saya bantu bu Chely ?"
" Tentu saja, saya ingin kamu menemani tamu penting untuk makan malam di sana. Jangan sampai terjadi hal-hal yang memalukan buat kantor kita... "
" Baik bu Chely... dimengerti.. ."
" Good... "
__ADS_1
" Dimana lokasi makan malam itu bu ? "
" Besok pagi akan ada yang memberitahu kamu, ingat buat pride yang bagus bagi perusahaan kita, sedikit saja ada kesalahan, terpaksa saya akan mengambil tindakan tegas buat kamu... "
" Baik bu Chely... " Telp ditutup. Herlambang hanya bisa menarik nafas. Tentu saja ini sebuah tekanan dalam pekerjaan. Herlambang menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ia masih menerka-nerka siapakah tamu penting itu ? Yang pasti dia bukan orang sembarangan , sampai-sampai bu Chely sendiri yang harus menghubunginya.
Herlambang menyalakan laptop, ia ingin meneruskan pekerjaan yang masih belum selesai. Belakangan ia sering tidur menjelang pagi. Tiba tiba pintu kamarnya di ketuk. Herlambang bergegas untuk membukakan pintu.
" Hallooo hanny...." Herlambang sedikit terkejut dengan kedatangan Rosetta. Ia tak menyangka "kekasihnya" itu datang tanpa memberitahunya lebih dulu, apalagi ini sudah pukul 01.00 dini hari.
" Ross.. Bukankah kamu bilang tidak bisa dihubungi untuk beberapa hari ini ?" Rosetta tak menjawab. Ia malah langsung merangkul Herlambang. Ia bergelayut manja sambil mengusap-usap wajah Herlambang.
" Itu tidak salah Hanny... Tapi aku sedang bahagia saat ini.. jadi aku ingin membaginya kepadamu.. "
" Oya ? Syukurlah kalau begitu.." Jawab Herlambang. Rosetta enggan berlama-lama, ia langsung menekan stop kontak yang terletak di sudut ruangan. "Klik" Ruangan itu kini telah berubah gelap. Segelap hati Herlambang.
*******
Pertemuannya dengan Rosetta di awal September tahun lalu, bukanlah hal kebetulan. Rosetta adalah orang yang telah banyak membantu Herlambang di awal-awal ia menetap di Fiumicano.
lembut dan pandai bergaul. Beberapa temannya juga menyebut dia sosok yang hangat, namun Rosetta akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.
Awalnya Rosetta bekerja untuk perusahaan property milik Signore Augusto, salah satu pengusaha terkemuka di Italia. Hanya saja saat mengalami krisis keuangan perusahaannya dinyatakan pailit oleh otoritas keuangan di sana, dan tak lama kemudian terdengar kabar Augusto Propierta telah di akuisisi oleh salah satu perusahaan asal Indonesia.
Setelah kejadian itu, entitas asal Indonesia yang meminta identitasnya dirahasiakan memberikan Rosetta hak konsensi atas pengelolaan beberapa property bekas milik Augusto. Sejak itulah Rosetta menjadi pemberitaan media massa di Italia. Ia telah masuk dalam deretan orang-orang terkaya di sana.
Herlambang menyalakan heater stove, sementara Rosetta masih tertidur pulas di atas King Koil. Seperti biasa Herlambang selalu menikmati secangkir kopi sebelum melakukan aktifitas harian. Itu kebiasaannya semasa kuliah.
Secangkir kopi bisa mengingatkannya pada seraut wajah. Wajah yang tak sanggup ia singkirkan, entah sampai kapan. Kenangannya bersama Clara di kaki gunung Salak, adalah kenangan yang terindah. Ketika itu ia mengenggam jemari lembut milik Clara. Itulah saat pertama kali Herlambang menyentuh kulit seorang wanita. Ia tidak bisa seperti teman-teman lainnya, yang bisa melakukan hubungan lebih jauh dari itu.
Sekarang komitmen itu telah ia hancurkan. Ia bukan Herlambang yang dulu, ia telah tidur dengan wanita yang bukan istrinya.
" Amore mio...." Rosetta telah terbangun dari tidur. Ia menggeliat sebentar, kemudian bergelayutan manja di tubuh Herlambang. Ia beberapa kali mengecup pipi Herlambang.
" Apa agendamu hari ini Her ?" tanya Rosetta.
__ADS_1
" Biasa... bertemu tuan Pierlo.." jawab Herlambang sekenanya.
" Apa dia jadi membeli property mu, amore ?"
" Belum pasti, tapi ini peluang untuk mendapatkan banyak profit..."
" Molto bene.. Oya kau mau kan menemani aku untuk makan malam ?"
" Kapan...? "
" Nanti malam... " jawab Rosetta manja.
" Lihat nanti ya.. karena aku belum tahu sampai kapan aku free... "
" Baiklah.. aku akan selalu mendukungmu, jadi kau fokus saja dengan pekerjaanmu...tak apa-apa aku sendiri.. " kata Rosetta dengan lembut.
" Grazie amore... " jawab Herlambang.Rosetta terus menciumi Herlambang. Ia begitu mencintai laki-laki asal Indonesia ini. Baginya, Herlambang jauh melebihi obsesinya dibanding pria Italia. Tak ada lagi tempat untuk laki-laki selain Herlambang. Katanya dalam hati.
Herlambang kembali menyeruput kopi, di bibir cangkir masih terdapat sisa lipstick milik Rosetta. Ia adalah tipikal wanita yang sangat mesra. Ia selalu bisa menghidupkan suasana. Pagi masih belum beranjak, sehingga masih ada waktu bagi keduanya untuk melanjutkan fantasi masing - masing ke atas ranjang.
*******
Belum lama Rosetta pergi, pintu kamar di ketuk oleh seseorang. Dia memberikan amplop berwarna coklat.
ACARA MAKAN MALAM DENGAN INVESTOR
TEMPAT : DE SANTANO DORA
WAKTU : 19.00. SD SELESAI
DRESS CODE : JAS HITAM.
NOTE : - - -
Herlambang menutup amplop itu.Ia masih belum tahu apa yang akan terjadi.
__ADS_1
*******