Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" Cinta di Venesia (2) "


__ADS_3

Delova membenahi 'perabotan' inteligen miliknya. Termasuk alat sadap terkecil di dunia seri chip Mirl-ZO11V buatan Rusia, alat ini hanya seukuran ujung jarum sehingga mudah diletakkan dimanapun sesuai keinginan operator, bekerja dengan sistem algoritma flux alat ini menghasilkan rekaman suara tanpa noise sedikitpun, juga dilengkapi dengan beberapa fitur canggih dan anti sensor, belakangan chip ini jadi sering digunakan oleh agen rahasia top dunia untuk menyadap obyek-obyek penting.


Delova pernah menempatkan chip ini di dalam kabin mobil yang disewa taipan Joe Liong saat ia liburan bersama keluarganya di Roma, setahun kemudian berdasarkan bukti rekaman pembicaraan yang super jernih di dalam mobil tersebut Joe dijebloskan ke penjara atas tuduhan tindak pidana pencucian uang dari hasil kejahatan.


Delova menerima telepon dari Pioli managernya di Pioli Agente, sebuah agen travel yang sering digunakan jasanya oleh kalangan papan atas. Ketenaran Pioli Agente bukan karena perusahaan itu sering mengadakan promosi di media, melainkan karena performa "lebih' dari sekedar agen travel biasa. Pioli Agente adalah biro perjalanan yang memberikan layanan tambahan berupa top security bagi semua kliennya.


" Halo Delova.." sapa Pioli di ujung telepon.


" Baik pak, ada info lanjutan ?"


" Tentu saja.. Gress si tukang loundry memberi tahuku agar kau extra hati-hati dalam mengawasi Clara,beberapa sambungan telepon milik Rosetta mengindikasikan adanya perintah untuk menghabisi siapapun yang mendekati kekasihnya itu..bahkan saat ini ia sudah menempatkan beberapa agen di Lugotevere....!" Delova tidak terkejut. Ia bisa menebak cepat atau lambat Rosetta pasti tahu perbuatan Herlambang.


" Baiklah kalau begitu. " jawab Delova, di seberang sana Pioli menutup telepon.

__ADS_1


Awalnya Pioli adalah agen Rusia yang di tempatkan di Roma untuk misi menjatuhkan presiden Azeglio Ciampi, yang saat itu ditengarai sebagai salah satu inisiator pembentukan Uni Eropa,untuk jangka panjang kebijakan ini dipandang dapat merugikan kepentingan Rusia terutama menyangkut kerjasama bilateral dengan beberapa anggota Uni Eropa, salah satunya adalah pembatalan kontrak pembelian senjata oleh Polandia dan Ceko. Sayangnya misi Pioli dianggap gagal seiring kesepakatan mata uang Euro pada 1 Januari 2002.


Setelah misi yang gagal itu, Pioli memutuskan untuk berhenti dari tugas-tugas rahasia lalu membangun kerajaan bisnis pariwisata di Roma, sesekali ia juga masih dimintai bantuan oleh beberapa agen kamerad. Pada 2005 Pioli mengalami krisis keuangan karena beberapa entitas bisnisnya mengalami kegagalan, tak lama dari kejadian itu Pioli Agente diambil alih oleh Rosetta dengan harga sangat murah, yang paling menyedihkan lagi saat ia hanya dijadikan "orang tak penting" di Pioli Agente.


Tentu saja sedikit banyak ia menaruh dendam pada Rosetta. Ia merekrut sahabatnya Valencia yang ia tugaskan di hostel Belinda Alya dan beberapa mantan anak didiknya seperti Delova, Gress dan Andrea Naravova untuk suatu saat jika waktunya tepat ia bisa membalikkan keadaan.


Di sisi lain, Rosetta adalah wanita yang sangat cerdas, kelihaiannya melobi pejabat di Roma membuat ia seringkali mendapat previllage dan kemudahan dalam berbisnis, seperti saat ia membeli Pioli Agente, tentu saja itu bukan tanpa pertimbangan yang matang, dengan menguasai Pioli Agente ia bisa berkenalan dengan orang-orang terkemuka di dunia yang berwisata ke Italia, salah satunya adalah R. Soebandi pengusaha asal Indonesia.


*******


Clara sudah berusaha sekuat tenaga agar ia bisa segera tidur, karena besok ia akan menikmati liburan bersama orang yang selama ini dicintainya. Beberapa kali ia berbalik arah, menutup bantal, memakai blint eyes, bahkan menyetel musik pengantar tidur, namun upayanya selalu gagal.Bayangan Herlambang tetap tak mau pergi.


Entahlah, kenapa ia bisa seperti ini, saat ia mulai menetap di Munchen, ia berharap pelan-pelan bisa melupakan Herlambang. Ia tak ingin lagi menanyakan kabarnya, meskipun beberapa kali ia pernah menghubungi Fita dan ibu Herlambang, Clara berpikir untuk menjalin cinta yang lebih serius sudah tak mungkin, bukan ia yang menyatakannya melainkan Herlambang sendiri. Ia mengatakan bahwa lebih baik kita sahabatan saja. Meski ia ingin menolak atau berteriak- teriak untuk menolak tapi sebagai wanita yang bermartabat ia hanya bisa mengiyakan permintaan Herlambang ketika itu.

__ADS_1


Ia sendiri sangat heran ketika tak ada angin atau hujan, Herlambang mengatakan hal itu. Clara masih ingat saat Herlambang menggenggam jemarinya di kaki gunung Salak, itu bukan genggaman biasa, ia yakin itu adalah ungkapan dari perasaan cinta yang dalam. Hal itu bisa dibuktikan dengan hubungannya yang makin mesra sejak dari sana. Atau karena beberapa pertimbangan ? Bisa jadi Herlambang memikirkan masa depan dengan melihat kondisi ibunya yang hidup serba pas-pasan, bagaimana pula nasib masa depannya jika ia harus hidup bersama Clara setelah tahu siapa ayah Clara... Clara hanyalah anak seorang tukang pijat..... atau jangan-jangan ia tahu siapa Clara sebenarnya sehingga ia merasa inferior atau minder.... Ah entahlah yang pasti sejak saat itu Herlambang cuma sahabatnya.


*******


Herlambang kembali terduduk di atas kasur, 'malam ini seperti neraka' katanya dalam hati. Sejak pertemuan nya di cafe Le Fozza, ia jadi sering dihantui perasaan gelisah.Perasaan itu kian menjadi-jadi sejak perjalanan dari Roma tadi siang. Ia tak menyangka bahwa Clara tak pernah berubah. Sikapnya masih seperti dulu, polos, terbuka dan jujur. Meski Clara tak secantik Rosetta, dalam beberapa hal Clara lebih natural tak ada satupun yang ia sembunyikan. Suasana hati Clara akan mudah tertangkap mata lawan bicaranya.


Herlambang yakin Clara masih mencintainya. Itu terlihat dari matanya. Bukankah ada ungkapan dari mata turun ke hati ? Saat ini setelah semuanya berlalu, Clara masih tetap seperti dulu. Ia tak seperti dirinya yang telah dimanipulasi oleh hidup atas nama cinta. Bahwa ia bisa hidup dengan Rosetta tak dapat dipungkiri semua terjadi karena pamrih. Ia tahu bahwa dengan memiliki hubungan special dengan orang seperti Rosetta langkah awal meniti karir akan jauh lebih mudah. Dan itu terbukti, hanya dalam waktu singkat ia bisa meraup keuntungan bagi perusahaannya.


Andai saja waktu bisa diputar ke belakang, ia pasti memilih untuk tidak berangkat ke Itali memenuhi permintaan bu Chely. Hidup pas-pasan mungkin lebih baik sepanjang itu dijalani bersama Clara. Apalagi ia tahu Clara juga bukan orang sembarangan, apapun pasti akan dipertaruhkan oleh Clara demi kekasihnya.


Pertaruhan itu sudah dibuktikan Clara dengan menempati kos di Margonda agar tak jauh dari rumahnya. Lebih dari itu ia juga mengaku hanya anak tukang pijat, bukankah itu cara elegan agar ia dan Clara tak ada jarak ? Cinta yang tulus memang selalu menuntut pengorbanan, setidaknya pengorbanan itu telah dilakukan Clara dengan membuang segala statusnya. Bahkan sampai detik ini, Clara tak pernah mengatakan anak siapa dia sebenarnya.


Airmata Herlambang menggenangi kelopak matanya. Ia mengutuki dirinya... Naif sekali sebagai laki-laki jika ia tak berani mempertahankan cintanya. Ada getaran yang sulit diungkapkannya saat ini, sebuah keberanian untuk mempertaruhkan hidupnya demi Clara.....

__ADS_1


__ADS_2