Cinta Di Venesia

Cinta Di Venesia
" CINTA MATI "


__ADS_3

Liason office Dubai's Syndicate Corp terletak di lantai 108 Burj Khalifa, hanya beberapa top management yang berkantor di sana. Salah satunya adalah Andini, puteri tunggal R. Prastowo yang juga sepupu Clara.


Andini sering menelpon sepupunya itu. Dalam beberapa kesempatan lobi-lobi di Jerman, Andini sering menitipkan pesan kepada beberapa pejabat di Berlin untuk selalu mengawasi Clara, ia sangat menyayangi sepupunya itu. Satu helai saja ada rambut yang terputus, maka ia akan menghukum si pelaku dengan siksaan yang mengerikan,kira-kira seperti itu permintaan sekaligus ancaman Andini terkait keselamatan Clara.


Dari Dubai, Andini selalu memonitor keadaan Clara, seperti apapun keadaannya, Clara lah yang akan mewarisi perusahaan, karena om Soebandi adalah pemegang saham mayoritas Dubai's Syndicate Corp, sementara ayahnya hanya menguasai sekitar 20%.Atas alasan itulah ia demikian ketat mengawasi Clara.


" Guten Morgen..." Andini terkejut saat hp nya berdering.Nomor ini hanya untuk kalangan tertentu, jadi dia sudah dapat mengira-ngira siapa di ujung sana.


" Hallo Franz, ada apa pagi-pagi begini kau menelpon...?"


" Entschuldigung Frau Andin, beberapa waktu lalu, agen saya di Munchen memberikan informasi, bahwa Clara telah terbang ke Roma..."


" Oya ? Ada apa ?"


" Dari data transkip, ia berniat membeli sejumlah property di sana."


" Baiklah, kau pasti tahu dengan siapa Clara akan bertransaksi, Franz.. "


" Tentu saja, dia akan membeli beberapa unit suite room milik Augusto Propierta. "


" Cerdas sekali... " Andini sangat kagum dengan keputusan Clara, harga saham Augusto belakangan memang sedang turun, jadi saat inilah waktu yang tepat untuk membeli. Kata Andini.


" Apa yang harus saya lakukan Madame.. "


" Suruh agenmu di Roma, untuk terus mengawasi, ingat Franz, sedikit saja terjadi sesuatu, kau akan berurusan denganku..."


" Bereit Madame....!!!" Andini tersenyum kecil. Clara kau tidak tahu, betapa aku sangat menyayangimu.


*******


Saat pulang ke Indonesia, Andini sering mengunjungi Clara di rumahnya. Saat itu Clara baru selesai kuliah, sebelum melanjutkan ke LMU Munchen, Clara memang memutuskan untuk traveling keliling dunia. Bagi Om Soebandi keinginan itu bukanlah persoalan.


Bertemu dengan Clara adalah saat-saat yang menyenangkan. Bagi mereka hidup sebagai putra mahkota cukup menyulitkan karena akan ada mata tersembunyi yang selalu mengawasi. Mungkin itu adalah bagian dari menyelamatkan asset penting estafet perusahaan.


" Ra jadi gak sih lu ke LMU ?" tanya Andini.


" Ya jadilah.. tapi gue pengen cooling down, gue gak mau pas udah kuliah diganggu pikiran macem-macem..."


" Ceilaaah... Gaya banget sih lu.." kata Andin sambil mencubit perut Clara. Clara cuma nyengir.


" Eh... Beneran.. Jangan sampe ortu udah keluar duit banyak gue masih bodo juga... "


" Emang lu bodo beneran Ra ? " ledek Andini.


" Sueek lu.. Gini-gini gue pake jaket kuning cuy.. "


" Makanya jangan minder gitu dooong.."


" Yee siapa yang minder.... Inferioritas adalah sikap yang kudu dibuang kalo mau maju... "


" Cieileee... Belagu luuu.. "


" Eh Din... di Jerman banyak cowok ganteng gak sih.?"


" Emang lu mau ngapain nanya kek gitu?"


" Cepetan jawab..! Banyak gaaak ? "


" Ya banyaklah... " jawab Andini. Clara mengambil hp-nya. Lalu menunjukan sebuah foto.

__ADS_1


" Gantengan mana sama ini ? "


" Oh My God... Siapa ni Ra ? Kenalin gue dooong... "


" Jiaaaaah mana mau dia ama yang lebih tuaaa... Wwkwkkwkwkw.... "


" Anjriiiit lu yaaaa....! " teriak Andini, Clara berlarian di taman belakang rumah dikejar Andini.


*******


Andini memarkir mobil di garasi rumah Clara. Di rumah mewah itu, cuma Clara yang tinggal bersama 15 prt. Tante Deasy dan Om Bandi tinggal di Dubai. Begitu juga dengan papa mama Andini.


" Ra... Jadi kan ?" tanya Andini. Clara menunggu di buritan bersama Winda sahabatnya.


" Ya jadilah... Kan biar lu gk mati penasaran..."


" Anjriiit... Hai... Winda yaaa..." tanya Andini pada Winda yang duduk di sebelah Clara.


" Ya kak..." jawab Winda sambil menjabat tangan Andini.


" Jiaaah gak usah pake kakak keleees.. .. Kesannya gue tua banget seeh... .. " Winda tersenyum.


" Semua tahu... That is really soo..mang lu lebih tua kan dari kita...Wkwkwkkw... ?" sambil mengejek Andini.


" Ah jangan dengerin Win... Anggep aja orang edan makan remason...." jawab Andini. Mereka tertawa bersama.


Andini meski lebih tua dari Clara, secara garis keturunan ia harusnya memanggil Clara dengan sebutan kakak, karena papa Andini adik ayah Clara, tapi sudah sejak lama mereka berdua komitmen untuk gak pake gitu - gituan biar hubungan makin dekat.


" Winda... Menurut observasi lu selama ini Herlambang itu orang nya gimana sih ?"


" Hemmm..... Kenapa kak ? Naksir juga yaaa ?" ledek Winda.


" Kuntilanak juga cowoknya ganteng.. Dari pada lu cakep tapi jomblo.. " Clara ngeles.


" Jiaaaah enak ajaaa... Siapa sih yang gk kenal Andini Prastowo... " kata Andini sambil mengangkat krah baju.


" Iya iyaaaa... Gak usah lebay deh lu.... " kata Clara.


" Winda, gue tanya sama lu... Kira-kira kalo liat penampilan gue.. Herlambang pilih gue apa si kuntilanak ? "


" Heeeemmm... kayaknya sih pilih kak Andin deh... " jawab Winda.


" Goooooood... Gue demen ama anak cerdas kayak lu Win.... " jawab Andini sambil mengacungkan jempol ke arah Winda." Sebutin nomor hp lu biar gue kirimin pulsa... " Kata Andini sambil ngelewek-in Clara.


" Jangan mau Win, paling banter pulsa goceng..."


" Goceng juga gak papa ya Win.. .. Yang penting tulus ikhlas..."


" Gak malu ma penampilan tuuuuh..." ejek Clara, ngirim cuma goceng "Ting... Ting.." hp Winda berdering.


" Coba lu liat Win... Pulsa udeh masuk tuh..." Winda mengecek saldo...


" Kak Andin... ni gak salah ?"


" Kenapa emang...?"


" Gede banget.... Thanks ya kak...."


" Udah jangan baper dah... Ayuk kita caw..tapi lu jangan pake acara panggil-panggil kakak ye di depan mas Herlambang.... " ketiganya ngakak... Mereka otw ke rumah Herlambang.

__ADS_1


*******


Mereka tiba di rumah Herlambang pukul 11.00, Andini agak kesulitan memarkir mobilnya. Jalan itu terlalu sempit untuk ukuran mobilnya. Terpaksa ia harus memarkir BMW CX-7 warna putih di ujung gang.


Saat memasuki gang, terlihat beberapa anak baru gede sedang nongkrong...


" Suit.... Suiiiit...."


" Ssssstt... Cewek..."


" Kenapa sih jadi pada sinting tuh bocah..." kata Andini berbisik


" Ssseeet cewek kenalan doong sama bang Sueb.." kata abg yang agak kicer matanya.


" Anjriit pada gak ngaca yaa tuh bocah.." tambah Andini masih sambil berbisik.


" Diem... Ah.. Ribet amat sih lu.. " sentak Clara.


" Jiaaah gak usah jaim deh lu kuntilanak...!!! "kata Andini balik nyentak Clara.


" Gila bening banget dah tuh bocah..." kata yang paling gendut, matanya kayak mau keluar.


" Anjriiit dia panggil kita bocah Raaa... Kencing aja pada belum bener lu..." kata Andini masih sambil berbisik.


" Iyaa tuaaan juga lu ya Din... "


" Raaa.. kalo bisa tar pulang cari jalan laen deh... Gue trauma lewat ni jalan..."


Setelah agak jauh, Andini berbisik...


" Ra lu masih waras kan..?"


" Napa emang ?"


" Gue aje di deketin Randy yang pengusaha tajir bokap lu marah-marah apa lagi ini... "


" Ah berisik lu... "


" Gue sih cuma ingetin lu aja... Biar otak lu sedikit bener Raaaa... .." kata Andini.


" Gue cuma cinta sama dia... Titik...!"


" Gak bisa di tawar ? "


" Soal perasaan gak ada tawar menawar.."


" Jiaaaaah coooo cwiiiit banget sih lu..... "


" Baru tahu ya kak..... " kata Winda.


" Winda inget yee... Sekali lagi lu panggil kakak... Gue minta balikin tuh pulsa.... "


" Mending lu buruan bagi-bagi tuh pulsa Win... daripada ketangkep KPK luuu.. " kata Clara.


" Udah aaah becanda mulu.. " kata Andini.


Perbedaan status antara Clara dan Herlambang memang bak langit dan bumi. Tapi itulah cinta, tak ada satupun orang yang mampu membendung kehadirannya. Sejak saat itu Andini tahu bahwa Clara sangat mencintai Herlambang. Saat itu pula Andini juga tahu apa yang harus dikerjakan selanjutnya.


********

__ADS_1


__ADS_2