Cinta Maya Istri Yang Terbuang

Cinta Maya Istri Yang Terbuang
Rencana Harun


__ADS_3

Flashback


Maya berlalu mengayun kakinya di pedal sepedanya, tanpa perduli dengan perkataan Harun. Perempuan yang dijuluki bunga desa itu sudah dikejar-kejar Harun setahun belakangan ini. Harun mengagumi kecantikan dan kesopanan gadis berkulit putih bersih itu. Tekadang rasa jenuh sudah mulai merasuk ke dalam dirinya namun karena rasa ingin memilikinya yang kuat membuat Harun belum patah semangat.


Harun duduk bersandar pada sebatang pohon yang rindang, ia termenung membayangkan perempuan idaman para pria di desa mereka. Membayangkan jika sudah memilikinya, ia akan menikahinya semua tamu akan memuji mereka sebagai pasangan yang di cocok. Setelah menikah mereka akan memiliki putri yang cantik seperti Maya, dan putra yang tampan seperti dirinya. Hidupnya akan sempurna jika ia sudah memiliki gadis bermata bulat dan bulu mata yang lentik yang selalu menghiasi mimpi-mimpinya.


"Maya mendapatkanmu memang begitu susah, aku tidak akan putus asa berusaha untuk mendapatkanmu. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka pria lain pun tidak bisa memilikimu. Kau memang sulit sekali untuk di taklukkan, aku harus berbuat sesuatu untuk membuatmu tunduk."


Udara yang sejuk dan tiupan angin yang melambai-lambai membuat para dedaunan menari riang gembira, dahannya meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri. Di bawah pohon yang rindang itu Harun terbawa kedalam mimpi, mimpi yang sangat membahagiakan dirinya.


Dalam mimpinya ia melihat Maya menjadi istrinya. Mereka mempunyai lima orang anak. Di dalam rumah sederhana itu Maya dan anak-anaknya tertawa bahagia saat ia baru saja pulang kerja. Seakan-akan rindu yang amat sangat pada Bapaknya itu. Anak-anaknya saling berebut untuk mencium tangan dan dipeluk Harun, bahkan anaknya yang bungsu, yang baru bisa berjalan walaupun jalannya masih tertatih-tatih itu ikut serta ingin mencium tangan dan memeluk bapaknya.


Saat makan malam begitu riuh seperti pasar malam yang ramai, tapi mereka bahagia. Sampai sesuatu benda jatuh mengenai kaki Harun dan membangunkannya dari mimpi indah.

__ADS_1


"Sialan mimpiku jadi terganggu karena buah busuk ini, sudah berapa jam aku tertidur?" ujar Harun mengumpat pada buah busuk di dekat kakinya. Kesal dengan buah yang mengenai kakinya Harun menendang buah busuk yang tidak berdosa itu.


"Maya bagaimana caraku agar bisa mendapatkanmu dengan cepat, aku sangat ingin memilikimu menjadi istriku, apalagi mimpiku itu sangat terasa nyata sekali," gumam Harun tak sabar untuk memiliki Maya seutuhnya.


"Apa aku harus memaksamu untuk menyukaiku, tapi bagaimana?" Harun berjalan menyusuri jalanan, ia mengikuti kemana kakinya melangkah. Masih terngiang kata yang di ucapkan Maya setiap ia menyatakan cinta pada gadis yang membuatnya selalu ingin menemuinya. Dan entah berapa kali pula Maya menolaknya dengan cepat, tanpa memikirkan terlebih dahulu.


Maya memang bukan gadis sembarangan, banyak gadis di desa yang tidak kalah cantik dan molek tapi mereka mudah sekali tergoda bujuk rayu dari Harun, dan Harun sudah mendapatkan semua yang ia inginkan dari para gadis itu. Semua gadis yang ia inginkan tunduk dan patuh hanya dalam seminggu, Harun mendekati gadis-gadis itu dengan memberinya banyak hadiah, memberi pakaian yang bagus, kalau gadis itu jual mahal. Harun akan mendekati orang tua si gadis.


Siapa yang mampu menolak anak juragan Tohir yang terkenal dengan ketampanannya, dan memiliki harta kekayaan yang tidak habis tujuh turunan, mobil Harun saja membuat mereka bermimpi untuk menaikinya. Setiap mobil Harun melewati para gadis, pasti gadis-gadis itu berteriak histeris, seperti anak yang di beri makanan kesukaannya.


Rasa penasaran itulah yang membuatnya seperti budak cinta. Ia merasakan sesak di dadanya karena menahan rasa rindu, benar kata Dilan rindu itu memang berat. Tapi rindu Harun lebih menyesakkan karena cintanya yang belum bisa ia raih, tidak seperti Dilan yang menahan rindu untuk gadis yang juga merindukannya. Cinta Harun masih bertepuk sebelah tangan dan itu sangat menyakitkan.


Tak terasa kakinya sudah jauh melangkah, hingga ia bertemu dengan seorang yang pria asing, pria itu bukan orang desa mereka karena Harun mengenal semua pria di desa itu. Dari gelagat dan botol yang ia bawa sepertinya pria itu sedang mabuk. Penampilannya menyeramkan seperti bandit dan perampok di adegan film yang sering ia tonton di televisi. Hal itu membuat Harun punya rencana jahat di kepalanya. Kemudian ia mendekati pria itu.

__ADS_1


"Mas, saya ada pekerjaan," ujar Harun menawarkan pada pria asing.


Walaupun ada rasa takut dalam hatinya karena menawarkan sesuatu pada orang yang baru pertama ia lihat.


Pria asing itu heran dengan pernyataan Harun, tapi ia tergoda dengan tawaran itu, "Memangnya kamu sanggup membayarku?" tanya pria yang wajahnya ditumbuhi rambut yang tidak beraturan.


Harun mengeluarkan dompet dan memberikan sepuluh lembar uang kertas berwarna merah pada pria yang memiliki badan tegap itu, "Aku akan menambah dua kali lipat jika pekerjaanmu berhasil," ujar harun tersenyum picik.


"Ok, apa yang harus aku lakukan?" tanya pria itu sambil mengeringkan jenggotnya yang basah karena minuman keras yang baru saja ia tenggak.


Harun berjalan ke arah kebun dan ia mengisyaratkan pada pria itu untuk mengikuti, sesampainya di sebuah rumah kayu di tengah kebun, warga desa biasa menyebutnya dangau. Dangau itu bersih dan nyaman, tertutup dari jalan dan keramaian.


Harun memberikan gambaran dan kemudian membisikkan rencananya pada pria di hadapannya, pria berkulit gelap itu mengangguk sebagai tanda ia mengerti apa yang harus ia kerjakan.

__ADS_1


Hari mulai gelap Harun dan pria berbadan tegap itu menunggu seseorang, dari kejauhan Harun melihat Maya berhenti dan berjalan menuju tepi sungai, Harun menunjukkan apa yang ia lihat pada pria yang akan melakukan tugasnya itu, pria itu berjalan mendekat pada perempuan yang sedang asyik bermain air, mereka mendapatkan kesempatan karena para petani yang berlalu lalang sudah tidak ada lagi, Harun mengintai dari kejauhan ia bersembunyi di balik pohon karet yang besar, agar Maya tidak melihatnya.


bersambung~


__ADS_2