
Pria berbadan tegap itu sudah sangat dekat dengan Maya, ia berjalan dengan pelan agar sang target tidak mengetahui keberadaannya. Dalam satu kali tangkapan pria itu berhasil membekap mulut Maya dengan telapak tangannya yang besar, Harun merasa kasihan pada Maya, tapi bagaimana lagi Harun sudah terjerumus tidak mungkin ia menampakkan diri dihadapan Maya dalam keadaan sadar.
Maya terus memberontak dan berhasil melarikan diri dari pria itu, Pria itu hendak mengejar Maya namun Harun menyuruhnya berhenti karena Hari sudah gelap. Harun tau bahwa tidak mungkin Maya berhasil meloloskan diri karena Maya berlari ke arah hutan.
Kebun ini adalah satu-satunya jalan menuju desa kalau ia berlari ke arah hutan ia hanya akan berputar-putar saja dan akan balik lagi ke kebun ini.
"Biarkan dia berlari, kita tunggu dulu! nanti kalau dia tidak keluar kita cari lagi ke dalam hutan," ujar Harun lalu mereka kembali ke dangau dan duduk di sana.
Malam semakin gelap, hanya ada cahaya rembulan dari celah daun yang rindang, Maya tak kunjung kelihatan, ada rasa kawatir dalam hati Harun. Bagaimana pun juga Maya itu gadis yang ia cintai, rasa kawatir terjadi pada gadis itu mengelanyuti hati dan pikirannya.
"Kita cari sekarang!," perintah Harun pada pria itu, kemudian mereka bergerak mencari keberadaan Maya. Harun berjalan mengikuti pria itu, ia memberi jarak. Karena tidak mau ambil resiko jika mereka menemui Maya dalam keadaan sadar.
__ADS_1
Setengah jam mencari akhirnya mereka mendapat petunjuk jejak kaki yang terseret, tidak jauh dari tempat itu Harun melihat sesosok perempuan yang sedang meringkuk, tapi sosok itu tidak bergerak.
Harun memberi kode pada pria berbadan tegap yang tidak ia ketahui namanya sama sekali, agar mendekati Maya perlahan. Pria itu mengangguk dan mengikuti perintah Harun.
Dengan perlahan pria itu, mendekat dan melihat keadaan Maya yang tertidur pulas, kemudian ia memberitahu pada Harun bahwa Maya tertidur. Tanpa perintah dari Harun ia menemukan tumbuhan merambat dan mengikatkan pada tangan dan kaki Maya.
Merasa terusik dan tidak bisa bergerak bebas membuat Maya terbangun, Harun bersembunyi di balik pohon. Ia tidak melihat Maya dan pria itu ia takut ketahuan kalau dirinya lah dalang dari penculikan perempuan itu.
"Bos kita apakan gadis ini?"
"Bawa dia ke dangau yang tadi!" perintah Harun. Kemudian mereka berjalan di kegelapan malam.
__ADS_1
Sesampainya di dangau pria itu memasukkan maya kedalamnya, kemudian mengunci dari luar.
"Kau jaga dia sampai aku datang lagi membawa uang yang sudah ku janjikan." Perintah Harun lalu pergi meninggalkan Maya dan pria asing.
Pria itu duduk di teras dangau, beberapa saat setelah Harun pergi ia mendengar suara Maya.
"Sepertinya gadis ini sudah sadar apa yang harus aku lakukan pada gadis ini," pikir pria itu.
Karena penasaran ia membuka pintu dan melihat keadaan Maya, Maya tergeletak tidak karuan tangannya terikat di belakang membuat bajunya tersingkap memamerkan perutnya yang ramping dan kulitnya yang bersih.
Ternyata Maya hanya mengigau, pria itu memperhatikan gadis yang tergeletak dihadapannya. Dalam cahaya remang tidak memudarkan kecantikan Maya, membuat pria pecinta minuman memabukkan itu ingin menikmati wajah gadis yang sempat ia belai wajah mulusnya itu. Ia mengelus kembali wajah itu, memegangi bibir yang meludahinya sampai dua kali dan sekarang ingin yang lain, ia semakin rakus memanfaatkan situasi Maya yang tidak sadarkan diri dan Harun yang sedang pergi.
__ADS_1
bersambung~