Cinta Maya Istri Yang Terbuang

Cinta Maya Istri Yang Terbuang
Rencana Harun 4


__ADS_3

Penyesalan menyelimuti hati Harun, dia lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan gadis itu.


Masih teringat sangat jelas oleh Harun. Saat ia baru memukulkan balok pada pria itu, Harun sempat melihat alat vit*l pria itu berdiri menantang pertanda ia benar sedang melakukannya pada Maya.


Ia tidak tau harus berbuat apa pada gadis malang itu, jika sampai Maya sadar dia lah yang akan dituduh melakukan perbuatan hina itu.


"Maya maafkan aku. Akulah yang menyebabkan ini semua," lirih Harun menarik rambutnya frustasi.


Di teras dangau Harun duduk menenangkan diri. Ia teringat pada rencananya yang tidak seauai dengan yang ia harapkan. Rencananya hanya ingin menakuti Maya dengan pura-pura menculik gadis itu kemudian Harun akan datang menyelamatkannya dari penculik. Setelah itu Maya akan sangat berterima kasih padanya, dan mulai menerima Harun. Dan selanjutnya perlahan Harun mulai merayu dan mendapatkan apa yang ia inginkan.


Tapi rencananya berhasil di awal saja, dan di akhir sama sekali tidak sesuai dengan harapannya. Ia tidak menyangka akan sampai begini jadinya.


Mengingat Maya yang pakaiannya masih berantakan Harun masuk ke dalam dangau, kemudian berniat memperbaiki pakaian yang tidak pada tempatnya itu.

__ADS_1


Terbesit dalam pikirannya untuk membius Maya agar tidak terbangun selama ia menjaga Maya di sana.


"Maaf May, aku tidak mau ketahuan," lirih Harun. Setelah itu ia mengambil sebuah botol dari dalam sakunya, dan mendekatkan benda itu ke hidung Maya. Ia melakukannya beberapa kali sampai ia merasa yakin bahwa Maya telah menghirupnya. Obat bius yang ia bawa setiap kemanapun ternyata ada manfaatnya untuk situasi ini.


"Untuk beberapa jam Maya tidak akan terbangun. Tapi apa yang akan aku lakukan selanjutnya?" pikir Harun. Ia berfikir keras apa yang akan ia lakukan. "Bagaimana kalau orang di desa mencari Maya sampai di sini? mereka sudah pasti akan menuduhku." Pikirannya kalut.


Malam semakin gelap sebentar lagi hari akan berganti, Harun berusaha menahan kantuk yang menyerang. Ia masih belum menemukan solusi untuk masalah yang ia hadapi.


"Maya tidak akan tau apa-apa sekarang. Tapi besok mungkin ia akan menangis histeris medapati luka di kulitnya, dan juga luka di bagian yang selalu ia lindungi," Pikir Harun. Ia kembali membelai wajah perempuan yang sudah lama ia idamkan.


Beberapa jam kemudian Harun mengangkat tubuh gadis itu, gadis yang tidak sadarkan diri karena pengaruh bius yang Harun berikan semalam, Harun membawa maya melewati kebun karet menuju tepi kebun, agar jika Maya sudah tersadar ia mudah menemukan jalan pulang.


Harun meletakkan tubuhnya di atas tanah dengan perlahan, "Maya, aku akan bertanggung jawab atas semua ini," lirihnya kemudian ia bersembunyi tidak jauh dari gadis itu.

__ADS_1


-----


Seorang pria setengah baya tiba-tiba hampir tertabrak oleh Harun, untung saja ia cepat sadar dari lamunan panjangnya, dan menginjak rem dengan kuat. "Maaf pak ... " ujar harun pada pria yang memegangi dadanya karena terkejut mendengar suara rem mendadak.


Sudah berkeliling beberapa kali namun ia masih belum juga menemukan pria berbadan tegap yang dulu pernah ia pekerjakan untuk menculik Maya.


Kemudian ia mengingat Kardi pernah berbicara dengan pria itu mungkin Kardi tau sesuatu tentang pria itu, akhirnya Harun memutar mobil dan mencari Kardi di rumahnya.


"Jangan sampai maya duluan yang bertemu dengan Kardi, apalagi Maya sangat penasaran dengan pria itu. Aku bisa melihatnya curiga dengan pria itu, aku bisa ketahuan." Harun mempercepat jalannya mobil menuju rumahnya.


siapakah yang pertama menemui Kardi?


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2