
Ia mengelus kembali wajah itu. Wajah yang sangat menawan, setelah itu tangannya berpindah ke bibir. Ia memegangi bibir yang meludahinya sampai dua kali. "Bibir ini sangat indah, lekukan yang sangat jelas sangat serasi dengan hidung mungil dan mancung," gumam pria itu. Matanya turun ke dada, tatapannya memperhatikan tempat indah yang naik turun itu. Sekarang pria itu sudah tak sabar lagi, ia ingin yang lain, dan ia semakin rakus.
Harun yang tak kunjung datang membuat pria berperawakan sangar itu berkhianat dan memanfaatkan situasi yang sedang membawa keberuntungan untuknya. Maya masih tidak sadarkan diri.
Pria itu melihat ke luar dangau, ia memastikan apakah Harun sudah dekat atau ada tanda-tanda ia akan datang.
"Sepertinya Si Bos belum datang, aku bisa menunggunya sambil menikmati gadis cantik ini," gumam pria itu kemudian ia menyeringai. Pria itu seperti seekor singa yang mendapat mangsa empuk, dan ia akan berhasil dalam satu terkaman saja.
Pria itu menarik paksa celana panjang yang Maya kenakan, kukunya yang kotor dan tajam meninggalkan luka goresan di kulit bersih itu. Pria itu pun melakukan hal yang sama pada dirinya dengan tegesa-gesa ia ingin menikmati gadis malang dihadapannya.
Di sisi lain Harun baru saja sampai di rumah dan bertemu Karyo dan Narti orang tua Maya.
"Om, Tante, ada apa malam-malam begini?" tanya Harun ia menutupi kegugupannya dengan berpura-pura tidak tau apa yang terjadi.
__ADS_1
"Begini Harun, Om dan Tante mau bertanya sama kamu, kami sedang mencari Maya, apa kamu tau Maya ada dimana?" tanya Karyo, pada Harun yang baru saja sampai.
"Aku kurang tau Om! tadi waktu aku ngikutin Maya, dia pergi ke arah rumah Rara." Jawab Harun berbohong, ia mengarahkan Karyo dan Narti untuk ke rumah Rara. "Maaf Om, Tante. Aku memang melihat Maya ke arah rumah Rara, tapi sekarang Maya ada di dangau kebun karet." Harun membatin tidak mungkin ia memberitahunya sekarang, karena rencananya hampir berhasil.
"Ya sudah, Om cari kerumah Rara dulu. mudah-mudahan Maya di sana, tapi ... tolong bantu Om cari Maya?" pinta karyo pada Harun, tergambar jelas di wajahnya rasa cemas yang mendalam.
Harun mengangguk mengiyakan. Agar pasangan suami istri itu cepat berlalu dari hadapannya, ia takut semakin lama berbicara dengan mereka ia akan merasa iba dan menunjukkan keberadaan Maya.
Setelah memastikan orang yang paling di sayangi Maya itu pergi, Harun bergegas ke dalam rumah meninggalkan Kardi berdiri mematung karena keanehan sahabat sekaligus bosnya itu.
"Bagaimana kalau pria itu melakukan seauatu yang buruk pada Maya, dari sorot mata dan caranya berkata sepertinya pria itu sudah biasa melakukan perbuatan seperti itu," desah Harun. Hatinya tidak tenang ia semakin mempercepat langkahnya agar bisa memastikan Maya baik-baik saja.
Dari kejauhan Harun tidak melihat pria itu duduk di teras dangau dan pintu terbuka sedikit saja. Pikiran Harun berdebat mengenai apa yang terjadi tapi hatinya mengatakan Maya dalam bahaya. Harun berjalan berjinjit untuk meredam suara, ia berhasil melihat dari celah pintu. Jantung Harun serasa berdetak kencang saat ia melihat pria itu menindih Maya yang tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Itu berarti aaaarghh .... " Harun berusaha berpikir jernih, tapi gagal karena pikirannya begitu cemas. Kemudian ia mencari sesuatu dan melihat balok kayu dengan gerakan cepat seperti melayang ia memukulkan balok kayu tepat mengenai kepala pria itu.
Pria itu berteriak tertahan sambil melihat siapa yang berani memukulnya, ia terkejut ketika yang dilihatnya adalah Harun, saat Harun akan memukulnya kembali ia mencoba mengelak dari pukulan Harun, sembari memperbaiki pakaian yang tidak pada tempatnya itu.
Harun terus saja memukuli pria itu tanpa ampun, terkadang pukulan Harun meleset, karena penerangan yang kurang. Maya masih belum bergeming dengan keributan yang mereka ciptakan. Setelah beberapa menit mendapat banyak pukulan akhirnya pria berbadan tegap itu berhasil keluar dan hilang dikegelapan malam ia berlari secepat kilat.
Penyesalan menyelimuti hati Harun, dia lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan gadis itu. Ia tidak tau harus berbuat apa pada gadis itu, jika sampai Maya sadar dia lah yang akan di tuduh melakukan perbuatan hina itu.
bersambung~
Apa yang Harun lakukan selanjutnya?
besok ya
__ADS_1
salam dari author yang sok imut