Cinta Maya Istri Yang Terbuang

Cinta Maya Istri Yang Terbuang
Pria tegap bernama Izal


__ADS_3

Jantung Harun berdegup kencang kawatir dengan apa yang ada di depan mata. Ia pusing memikirkan masalah si pria tegap. "Apakah dia sudah bercerita dengan Kardi. Dan apa maksud pria itu menanyakan pekerjaan pada Kardi. Apakah pria itu mempunyai rencana buruk padaku atau pada Maya. Oh Tuhan apa yang harus kulakukan sekarang." Pikiran Harun sungguh sangat kalut.


"Bos, ... bos malah bengong," ujar Kardi sembari menepuk tangan pria pewaris tunggal perkebunan itu.


"Oh enggak kok," jawab Harun terkejut sembari memegangi tangannya yang kemerahan, karena mendapatkan pukulan di tangannya yang berkulit putih dan meninggalkan tato tapak lima gratis dari Kardi.


"Emang kenapa sih bos? bos kenal dengan si Izal itu?" tanya Harun sembari memandang Harun curiga.


"Enggak ada apa-apa. Di mana pria itu sekarang?" tanya Harun balik mengalihkan pembicaraan. Setelah itu melihat sekelilingnya mencari keberadaan si pria brengsek yang telah merusak Maya.


"Oh, ada kok bos. Dia di sana bos," jawab Kardi sembari mengarahkan telunjuknya di barisan kelapa sawit. Kelapa sawit itu masih berumur tiga tahun dan tingginya masih tiga meter.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak seseorang yang sedang berjalan, pria itu sedang menarik pelepah kelapa sawit. Untuk perawatan kelapa sawit, memang selalu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan dilakukan pada pelepah yang sudah tidak produktif lagi, dan juga pelepah yang sudah kering. Pemangkasan ini juga dilakukan untuk mempermudah proses panen.


Mereka berdua memperhatikan si pria tegap. Pria itu bekerja sangat rajin. Tubuhnya yang kekar itu mempermudah pekerjaannya sewaktu menyeret pelepah kelapa sawit. Ia tidak menghiraukan pelepah yang berduri itu.


"Menurutmu, apakah dia cocok bekerja di sini? bisa enggak dia dipercaya?" tanya Harun ragu. Sebenarnya dia sudah tau bahwa pria itu bisa bekerja dengan baik. Hanya saja Harun ingin memancing Kardi untuk bercerita tentang pria itu. Karena ia tidak mungkin bertanya langsung, apakah pria itu sudah membocorkan rahasianya.


"Bisalah bos. Dari tampangnya memang seram bos. Tapi sepertinya dia orang baik-baik bos. Si Izal bercerita kalau dia merantau dari kota sebelah. Katanya dia ingin mencari pengalaman sekalian untuk menyambung hidup. Ayahnya baru saja meninggal sedangkan Ibunya sudah meninggal sejak kecil. Kasihan sekali dia tidak punya kerabat di sini. Tadi pagi waktu aku ketemu dia, ternyata dia belum makan berhari-hari. Aku membawanya makan di kedai kopi di desa kita," jawab kardi panjang lebar.


"Maksud bos?" tanya Kardi tidak mengerti.


"Maksudku, bagaimana dengan umurnya? apakah dia sudah beristri?" jawab Harun asal. Agar Kardi tidak curiga padanya.

__ADS_1


"Oh, dia belum beristri bos. Kalau umur aku kurang tau bos. Tapi kalau dilihat dari wajahnya sepertinya ia masih muda. Palingan beda tiga tahun saja dari kita.


"Oh begitu," jawab Harun ber oh ria. Dari pembicaraannya dengan Kardi. Sepertinya pria itu tidak membongkar rahasia mereka berdua. Rahasia Harun dalam penculikan Maya. Rahasia pria berbadan tegap yang menyebut dirinya Izal yang telah menodai Maya istri Harun sendiri.


"Kardi panggilkan si Izal aku ingin berbicara dengannya!" perintah Harun pada bawahannya yang paling setia sampai hari ini.


"Ok, siap bos laksanakan," ujar Kardi kemudian ia beranjak dari duduk turun dari lantai dua dan keluar dari dangau itu.


"apa yang harus kulakukan untuk membungkam si Izal dan menghukumnya secara perlahan?"


Hai pembaca menurutmu apa yang sebaiknya Harun lakukan? jawab di kolom komentar yah 🙏

__ADS_1


__ADS_2