Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Kesepakatan Bersama


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan duduk di ruang UGD.


" Kak, aku akan hubungi mommy dulu." Ucap Maximus


Aleandro hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Max pun menghubungi mommynya. Panggilan pertama mommy Gloria langsung mengangkatnya.


" Siang mom." Sapa Maximus


" Sudah waktunya makan siang, kamu di mana? daddy ke kantor katanya kalian berdua tidak ada? apakah kalian baik-baik saja?" Tanya mommy Gloria


" Kami di rumah sakit mom." Jawab Maximus


" Rumah sakit? Siapa yang sakit?" Tanya mommy Gloria dengan nada panik.


" Bukan kami mom tapi dua gadis di tembak karena menolong kami." Ucap Maximus dengan nada pelan karena dirinya berada di rumah sakit.


" Kalian di rumah sakit milik paman Hendrik kan?" Tanya mommy Gloria


" Iya mom." Jawab Maximus


" Baik, kami akan ke sana." Ucap mommy Gloria.


" Baik mom." Jawab Maximus.


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan Maximus menyimpan kembali ponselnya.


" Bagaimana?" Tanya Aleandro


" Mommy akan ke sini." Ucap Maximus.


Aleandro hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" Gadis itu berani mempertaruhkan nyawanya untukku." Ucap Aleandro


" Iya kak, aku baru kali ini bertemu gadis yang tidak memperdulikan dengan nyawanya." Ucap Maximus.


" Gadis itu sangat cantik dan entah kenapa jantung kakak berdetak kencang ketika tubuh gadis itu berada di bawah kakak." Ucap Aleandro sambil membayangkan kejadian yang baru di alami.


" Betul kak sangat cantik, jantungku juga sama kak berdetak kencang ketika tubuhku menimpa tubuhnya. Perasaan yang belum pernah aku rasakan." Ucap Maximus ikut membayangkan kejadian yang baru di alami sambil memegangi jantungnya.


Aleandro hanya tersenyum ketika dirinya mengingat baru kali ini seorang gadis berani menatapnya dengan tatapan tajam seperti yang biasa dirinya lakukan.


" Aleandro, Maximus." Panggil mommy Gloria


hening


hening


" Aleandro, Maximus." Panggil daddy Thomas mengulangi perkataan istri tercintanya.


hening


hening


bugh


bugh


Daddy Thomas yang kesal melihat dua putranya yang sedang melamun langsung tangan kanannya memukul bahu Aleandro dan tangan kirinya memukul bahu Maximus.


" Daddy, kenapa memukulku?" Omel Aleandro dan Maximus serempak


" Auch... Daddy sakit tahu." Ucap Aleandro dan Maximus serempak karena telinganya di jewer oleh daddy Thomas.


" Salah siapa di panggil mommy dan daddy tidak dengar." Omel daddy Thomas


" Maaf daddy." Jawab Aleandro dan Maximus serempak.


" Sudah sayang, mungkin mereka sedang melamun memikirkan kejadian yang barusan dialami." Ucap mommy Gloria sambil mengusap punggung suaminya.

__ADS_1


Daddy Thomas melepaskan ke dua tangannya yang tadi menjewer telinga ke dua putranya.


" Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.


Maximus hanya menceritakan tentang kejadian di taman hingga Cantika dan Claudia terluka karena terkena tembakan.


" Siapa nama ke dua gadis itu?" Tanya mommy Gloria


" Tidak tahu mom." Jawab ke duanya serempak


" Kenapa bisa bersama kalian?" Tanya mommy Gloria sambil menatap ke dua putranya secara bergantian.


Aleandro dan Maximus saling memandang kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat mommy Gloria dan daddy Thomas menatapnya dengan tatapan tajam.


" Aish mommy dan daddy nakutin." Ucap Aleandro dan Maximus serempak


" Ceritakan lebih detail." Perintah mommy Gloria.


" Kakak saja." Ucap Maximus


" Kamu saja dik, kamu kan adik." Ucap Aleandro


" Aish kakak nyebelin mentang-mentang aku adik, kakak seenaknya menyuruhku." Gerutu Maximus


" Aleandro Alexander dan Maximus Alexander." Panggil daddy Thomas dengan nada naik satu oktaf.


glek


glek


Aleandro dan Maximus menelan salivanya dengan susah payah karena jika daddy memanggil namanya dengan lengkap berarti daddy sudah marah dan siap meledak seperti gunung yang akan meletus.


ceklek


Seorang dokter membuka pintu ketika Aleandro akan bercerita membuat Aleandro dan Maximus bernafas lega.


" Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Aleandro dan Maximus serempak.


" Ke ruang perawatan VVIP ya dok." Ucap momy Gloria


" Baik nyonya." Jawab dokter itu dengan sopan.


" Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap dokter tersebut.


" Baik dok dan terima kasih atas bantuannya." Ucap mommy Gloria


" Sudah menjadi tugas saya nyonya." Jawab dokter tersebut sambil tersenyum dan meninggalkan tempat tersebut.


" Mommy, kenapa sih senyam senyum?" Omel daddy Thomas.


cup


" Sayang, cemburu ya?" Goda mommy Gloria kemudian memeluk dan mencium bibir suaminya.


cup


" Tentu saja sayang, aku sangat cemburu karena senyummu hanya untukku." Ucap daddy Thomas sambil membalas pelukan istrinya dan berlanjut mencium bibir istrinya.


" Aish.. daddy dan mommy kalau mesraan jangan di depan kita kenapa." Gerutu Aleandro dan Maximus bersamaan.


" Makanya cari wanita jangan jomblo terus." Ledek daddy Thomas.


" Mommy, daddy nakal tuh." Adu Aleandro dan Maximus bersamaan.


" Daddy, sudah jangan ledekkin Aleandro dan Maximus." Ucap mommy Gloria.


cup


Daddy Thomas hanya tersenyum sambil mengecup pipi istrinya membuat Aleandro dan Maximus memalingkan wajahnya. Tidak berapa lama pintu operasi terbuka membuat Daddy Thomas, mommy Gloria, Aleandro dan Maximus menatap ke arah pintu.


ceklek

__ADS_1


Dua perawat membuka pintu operasi dan empat perawat masing-masing 2 perawat mendorong 2 brankar di mana Cantika dan Claudia masih terbaring. Mereka mendorongnya ke ruang perawatan VVIP sesuai permintaan mommy Gloria.


Kini mommy Gloria, daddy Thomas, Aleandro dan Maximus sudah berdiri di tengah-tengah di antara Cantika dan Claudia. Perlahan Cantika dan Claudia menggerakkan tangannya kemudian perlahan membuka matanya.


" Haus." Ucap Cantika dan Claudia serempak dengan nada lirih.


Aleandro dengan cekatan mengambil air minum dan diberikan ke Cantika begitu pula dengan Maximus memberikan minuman ke Claudia. Cantika dan Claudia meminum lewat sedotan hingga menyisakan setengah gelas. Aleandro dan Maximus meletakkan kembali gelas tersebut di gelas.


" Aku di mana?" Tanya Cantika dan Claudia bersamaan sambil memegang kepalanya yang masih pusing.


" Kalian berdua berada di rumah sakit." Ucap Aleandro dan Maximus serempak.


Cantika dan Claudia menatap ke arah mereka berempat dengan tatapan bingung.


" Kenalkan aku mommynya Aleandro dan Maximus dan ini suamiku daddynya Aleandro dan Maximus." Ucap mommy Gloria yang mengerti arti tatapan Cantika dan Claudia.


" Senang berkenalan dengan nyonya." Ucap Cantika dan Claudia serempak.


" Panggil saja mommy sama seperti anak-anakku memanggilku." Ucap mommy Gloria dengan nada lembut.


" Panggil aku daddy sama seperti anak-anakku memanggilku daddy." Ucap daddy Thomas


Aleandro dan Maximus hanya saling memandang dengan tatapan bingung karena baru pertama kalinya orang tuanya meminta orang yang tidak di kenalnya memanggilnya dengan sebutan daddy dan mommy.


" Terima kasih mommy dan daddy." Ucap Cantika dan Claudia serempak walau mereka sebenarnya masih bingung kenapa memanggil mereka dengan sebutan mommy dan daddy.


" Siapa nama kalian?" Tanya mommy Gloria


" Namaku Cantika." Ucap Cantika memperkenalkan dirinya.


" Namaku Claudia." Ucap Claudia ikut memperkenalkan dirinya.


" Aleandro dan Maximus, mommy setuju jika kalian bertunangan dengan Cantika dan Claudia." Ucap mommy Gloria tanpa basa basi.


Aleandro, Maximus, Cantika dan Claudia saling memandang dengan tatapan bingung.


" Kalau Aleandro dan Maximus tidak setuju tenang saja mommy masih punya putra yang lainnya dan mommy bisa pastikan anak-anak mommy yang lainnya akan menyetujui permintaan mommy." Ucap mommy Gloria


" Boleh aku bicara dengan Cantika?" Tanya Aleandro


" Aku juga mom mau bicara dengan Claudia." Ucap Maximus


" Baiklah, mommy dan daddy akan keluar." Ucap mommy Gloria sambil menarik tangan suaminya untuk keluar meninggalkan mereka berempat.


" Mommy meminta agar kita bertunangan sedangkan itu terlalu cepat buat kami, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" Tanya Aleandro dan Maximus serempak


" Kesepakatan apa?" Tanya Cantika dan Claudia serempak.


" Selama ini jika kami pergi ke pesta banyak wanita yang mendekatiku karena itu kami membuat kesepakatan buat kalian berdua untuk menemani kami agar mereka tidak mendekatiku lagi." Ucap Aleandro.


" Senang dong didekati banyak wanita." Ucap Cantika dan Claudia serempak.


ctak


" Aduh." Ucap Cantika sambil mengusap keningnya karena di sentil oleh Aleandro.


ctak


" Aduh." Ucap Claudia sambil mengusap keningnya karena di sentil oleh Maximus


" Kami tidak suka karena mereka menyukai kami karena kami kaya dan tampan." Ucap Maximus sambil mengelus kening Claudia.


" Benar kata adikku, kami lebih suka wanita yang menyukai kami apa adanya bukan ada apanya. Kami melihat kalian bukan seperti wanita di luaran sana." Ucap Aleandro sambil ikut mengelus kening Cantika.


Cantika dan Claudia saling memandang, Claudia hanya mengangkat ke dua bahunya seperti mengatakan terserah Cantika.


" Baiklah aku setuju." Jawab Cantika dengan mata berbinar-binar.


" Apa kesepakatanmu?" Tanya Aleandro


( " Aku harap kamu bukan wanita seperti wanita di luaran sana yang hanya menginginkan uang. Kalau seandainya benar pun aku akan berfikir ulang untuk mencintaimu." Ucap Aleandro dan Maximus serempak dalam hati ).

__ADS_1


" Kalau aku, aku hanya minta bisakah merebut semua harta peninggalan orang tuaku dari paman dan bibiku?" Tanya Cantika dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2