
" Sama - sama sayang." Jawab Claudia sambil memeluk Maximus dan meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Maximus menutupi tubuh polosnya dan juga tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimut dan tidak berapa lama merekapun tertidur dengan pulas saling berpelukan sambil mencari kehangatan masing-masing.
xxxxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan Maximus membuka matanya dan melihat istrinya masih tertidur dengan pulas.
( " Aku tidak pernah menyangka kalau aku akhirnya bisa menikah dengan Claudia, wanita yang sangat aku cintai. Aku berfikir tidak akan ada seorangpun wanita yang mampu menaklukkan hatiku karena aku sangat membenci seorang wanita kecuali keluargaku sendiri." Ucap Maximus dalam hati ).
Perlahan Claudia menggeliat tubuhnya kemudian perlahan membuka matanya membuat Maximus menutup matanya. Claudia mengangkat kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang masih memejamkan matanya. Claudia mengangkat tangannya ke arah wajah suaminya.
Claudia mengusap kening, pipi, mata, hidung dan terakhir bibir.
" Suamiku sangat tampan, pasti banyak wanita yang menyukai suamiku." Ucap Claudia.
" Walau sebanyak apapun wanita tapi hatiku hanya milikmu." Ucap Maximus sambil membuka matanya.
" Sayang, maaf telah mengganggu tidurmu." Ucap Claudia.
" Tidak sayang, aku tidak merasa terganggu." Ucap Maximus sambil membalikkan tubuh istrinya agar terlentang.
Maximus mulai menaiki tubuh Claudia membuat Claudia mendorong perlahan tubuh suaminya.
" Sayang semalam kan sudah? Kok lagi sih." Protes Claudia
" Semalam memang sudah tapi hari ini kan belum." Ucap Maximus yang sudah ketagihan dengan tubuh istrinya.
" Tapi..." Ucapan Claudia terpotong oleh Maximus.
" Sayang, apa kamu tidak kasihan dengan belalai milikku?" Tanya Maximus
" Belalai apa?" Tanya Claudia polos
" Apa sayangku tidak merasakan ada yang ganjal?" Tanya Maximus
Claudia merasakan tubuh bagian bawahnya seperti ada yang menusuknya membuat Claudia mengerakkan tubuhnya.
" Sayang, aku masukkan ya." Ucap Maximus dengan nada makin berat.
Tanpa menunggu jawaban Maximus memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Maximus mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh Claudia hingga terdengar suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga dua jam kemudian keluarlah lahar milik Maximus ke rahim milik Claudia.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Maximus sambil mengecup kening istrinya kemudian menarik tubuhnya.
Maximus menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian turun dari ranjang dan langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju ke arah kamar mandi.
__ADS_1
" Apa yang sayang lakukan?" Tanya Claudia sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.
" Kita mandi bersama, keluarga besarku sedang menunggu kita di bawah." Ucap Maximus.
Maximus meletakkan perlahan tubuh Claudia di shower dan mulai menyalakan kran. Maximus memandikan tubuh polos Claudia dan sekali-kali memainkan dua gunung kembar milik istrinya membuat Claudia mengeluarkan suara merdu.
jleb
Maximus memasukkan adik kecilnya ke dalam sarang goa yang berumput membuat Claudia menyandarkan tubuhnya ke dada suaminya karena dirinya sudah sangat lelah karena dari tadi suaminya tidak pernah puas bermain sekali hingga setengah jam kemudian lahar milik Maximus keluar dan masuk ke dalam rahim Claudia.
Lima belas menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Maximus menggendong kembali tubuh Claudia ala bridal style menuju ke arah ranjang.
" Sayang tubuhku lemes banget." Ucap Claudia.
cup
" Maaf sayang habis pertama kali kita melakukan hubungan suami istri membuatku ketagihan." Ucap Maximus merasa bersalah sambil membaringkan tubuh istrinya ke ranjang secara perlahan kemudian mengecup bibir istrinya.
" Tidak apa-apa sayang, kalau sayangku ingin makan bersama aku tinggal saja." Ucap Claudia
" Tapi aku tidak tega meninggalkan dirimu sendirian." Ucap Maximus.
" Tidak apa-apa sayang, apalagi aku ingin tidur lagi." Ucap Claudia sambil memejamkan matanya.
" Tapi sayang pakai pakaianmu dulu." Ucap Maximus.
Tidak membutuhkan waktu lama Claudia sudah tertidur dengan pulas. Maximus mengambil dua stel pakaian miliknya dan juga milik istrinya. Maximus dengan perlahan memakaikan pakaian milik istrinya sambil menahan hasratnya kembali.
Setelah melakukan perjuangan yang teramat sulit akhirnya Maximus selesai memakaikan pakaian ke tubuh istrinya kemudian dirinya memakai pakaian. Setelah selesai memakai pakaian santai Maximus mengecup kening istrinya kemudian keluar dari kamarnya meninggalkan istrinya tertidur sendirian.
Setelah kepergian Maximus seorang yang menyamar sebagai pelayan hotel masuk ke dalam kamar pengantin Maximus dengan Claudia.
ceklek
Mereka membuka pintu kamar dan melihat Claudia masih terbaring dengan pulas tanpa mengetahui ada bahaya. Orang itu berjalan perlahan menuju ke arah ranjang sambil mengeluarkan pisau.
jleb
" Akhhhhhhhh..." Teriak Claudia ketika perutnya di tusuk membuat Claudia memaksakan dirinya membuka matanya.
" Siapa kamu?" Tanya Claudia sambil tangannya menahan pisau itu agar tidak masuk terlalu dalam ke perutnya.
" Suamimu telah membunuh kekasihku dan aku ingin suamimu juga harus merasakan apa itu kehilangan orang yang dicintainya." Ucap wanita itu dengan tatapan membunuh.
duag
bruk
__ADS_1
Claudia menendang wajah wanita itu hingga terjatuh, Claudia berusaha bangun dari ranjang dan merekapun saling berkelahi tapi tubuh Claudia masih lemas di tambah darah yang keluar dari perutnya tidak berhenti mengeluarkan darah segar membuat Claudia merasakan pusing.
duag
" Akhhhhhhhh.." Teriak Claudia lagi ketika tubuhnya di tendang oleh wanita itu
bruk
Claudia terjatuh ke lantai dan wanita itupun tanpa jeda memukul tubuh Claudia sedangkan Claudia hanya bisa pasrah karena tenaganya sangat lemah.
( " Sayang, jaga dirimu baik-baik aku sangat mencintaimu." Ucap Claudia dalam hati bersamaan dirinya memejamkan matanya ).
Melihat Claudia tidak sadarkan diri wanita itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan membiarkan Claudia yang berlumuran darah segar dari perut, hidung dan mulut.
xxxxxxxxxxxx
Keluarga besar daddy Thomas berkumpul di meja makan sambil menunggu Maximus dan istrinya setelah setengah jam menunggu akhirnya Maximus datang sendiri.
" Menantuku kemana?" Tanya mommy Gloria
" Lagi tidur mom, katanya masih ngantuk." Jawab Maximus.
" Memangnya berapa ronde sama yang semalam?" Tanya daddy Thomas kepo.
" Semalam satu, pagi ini 3 total 4 ronde." Jawab Maximus dengan nada santai.
" Apa??" Pekik daddy Thomas, Aleandro kakak pertama, dokter Kasandra putri nomer 6 dan Cantika Putri nomer 7.
" Ada apa sih teriak-teriak?" Tanya Jonathan putra ke 4
" Tahu nih bikin kupingku sakit." Gerutu Quenby putri ke tiga.
" Betul." Ucap Yohanes putra ke 5
" Kalian belum menikah jadi tidak mengerti." Ucap daddy Thomas.
" Sudah-sudah jangan mengobrol lagi kita makan sekarang saja." Ucap mommy Gloria.
" Perasaanku kok tidak enak ya." Ucap Maximus sambil berdiri.
" Tidak enak kenapa?" Tanya daddy Thomas
" Tidak tahu dad, aku ke kamar dulu." Ucap Maximus sambil berjalan meninggalkan meja makan.
" Bagaimana nih mom, dad?" Tanya Aleandro.
" Makan saja nanti biar mommy yang siapkan buat makan Maximus dan Claudia." Ucap mommy Gloria.
__ADS_1