Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Kenapa Ingin Menembak Menantuku?


__ADS_3

grep


Tangan Cantika di tahan oleh sekretaris tersebut tapi langsung ditepisnya tapi sekretaris itu kembali memegang tangan Cantika.


" Apa sih maumu?" Tanya Cantika dengan nada ketus dan dingin.


Sekretaris itu melihat Aleandro berjalan ke arah mereka membuat dirinya tersenyum devil.


bruk


" Akhhhhhhhh..." Teriak sekretaris tersebut sambil menjatuhkan dirinya ke lantai.


Cantika menatap ke arah sekretaris suaminya dengan tatapan bingung pasalnya dirinya tidak mendorongnya tapi sekretaris itu jatuh ke lantai bersamaan kedatangan Aleandro yang melangkahkan kakinya dengan cepat dan langsung memeluk istrinya dari arah samping.


" Tanganmu ada yang terluka?" Tanya Aleandro sambil memegang tangan kanan istrinya tanpa memperdulikan sekretarisnya yang masih duduk di lantai.


" Tidak ada sayang." Jawab Cantika.


" Lain kali jika kamu ingin mendorong sekretarisku jentik kan jarimu maka salah satu bodyguard yang mendorongnya. Aku tidak ingin tangan istriku terluka." Ucap Aleandro dengan nada lembut.


" Aku tidak mendorongnya sayang tapi sekretarismu yang genit itu menjatuhkan diri." Ucap Cantika sambil tersenyum menyeringai ke arah sekretaris tersebut.


" Tuan saya di dorong oleh nyonya dan membuatku terjatuh, istri tuan berbohong agar tidak dimarahi." Dusta sekretaris sambil mengeluarkan air mata buayanya.


" Apa yang dilakukan istriku, aku tidak perduli karena aku sangat mencintai istriku." Ucap Aleandro dengan nada tegas dan dingin.


" Tapi..." Ucapan sekretaris tersebut terpotong oleh Aleandro.


" Kamu tinggalkan tempat ini dan mulai besok tidak usah berkerja lagi." Ucap Aleandro dengan nada dingin dan wajah datarnya.


" Ayo sayang kita ke tempat acara." Ucap Aleandro dengan nada lembut.


" Baik sayang." Jawab Cantika.


Aleandro dan Cantika membalikkan badannya meninggalkan sekretaris Aleandro dengan wajah pucat.


" Tuan, maafkan aku beri aku kesempatan ke dua." Mohon sekretaris tersebut.


" Tidak ada kata maaf ataupun kesempatan ke dua buatmu." Ucap Aleandro sambil melangkahkan kembali kakinya.


Aleandro dan Cantika membiarkan sekretaris itu berteriak hingga Aleandro menjentikkan jarinya dan dua orang bodyguard langsung menarik sekretaris tersebut menuju keluar dari tempat tersebut.


" Kak Aleandro sebentar lagi maju ke depan untuk pidato." Ucap Nathan


Aleandro hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak berapa lama Aleandro berjalan ke arah panggung sambil menggandeng tangan istrinya dengan lembut membuat Cantika tersenyum bahagia.


Dua pasang mata menatap tajam dan iri hati ke arah Cantika yang selalu tersenyum bahagia ketika suaminya memuji dirinya dan menyatakan kalau suaminya mencintai dirinya dengan sepenuh hati di depan para relasinya.


( " ***Tersenyum lah terus karena setelah ini kematianmu akan datang karena gara-gara kamu ponakan kesayanganku ma*i." Ucap wanita paruh baya itu dalam hati sambil menatap tajam ke arah Cantika ).


( " Kakak sepupu, aku sudah menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh kak Cantika. Aku akan membalas dendam mu jadi tenanglah di alam sana." Ucap gadis tersebut dalam hati*** ).

__ADS_1


Aleandro masih berpidato hingga tidak berapa lama terdengar suara letusan senjata.


dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak seseorang dari lantai tiga.


bruk


Pria itupun langsung terjatuh dari lantai tiga dan langsung ma*i di lantai dasar dengan darah berceceran di lantai.


" Akhhhhhhhh..." Teriak para tamu undangan sambil berlarian keluar meninggalkan tempat pesta sedangkan para bodyguard yang berani ma*i menjadikan tubuh mereka menjadi tamengnya ke keluarga besar daddy Thomas.


Daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Yonathan, Yohanes, Aska dan tuan Robert langsung mengeluarkan senjatanya sambil mencari para musuhnya.


" Tangkap ke dua wanita itu." Perintah daddy Thomas sambil menunjuk ke arah dua wanita yang bersiap melarikan diri.


" Baik tuan." Jawab ke empat bodyguard sambil berjalan ke arah ke dua wanita itu.


Ke dua wanita itupun langsung berlari sebelum dirinya di tangkap.


dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak wanita paruh baya itu ketika kaki kanannya tertembak oleh Aska.


bruk


Wanita paruh baya itupun langsung ambruk namun masih berusaha untuk berdiri.


dor


bruk


Wanita paruh baya itupun langsung ambruk seketika dan tidak bisa berjalan kembali.


" Berhenti kalau tidak akan aku tembak." Ancam tuan Robert dengan nada dingin.


Gadis yang tahu ibunya di tembak membuatnya menyerah dan pasrah di tangkap oleh dua orang bodyguard.


Sedangkan wanita paruh baya yang tidak bisa berdiri karena ke dua kakinya terluka hanya bisa berjalan dengan menggunakan tangannya sambil menarik kakinya.


" Bawa mereka ke markas." Perintah daddy Thomas dengan nada dingin.


" Baik tuan besar." Jawab ke dua anak buahnya sambil menarik paksa wanita paruh baya tersebut.


Wanita paruh baya itu hanya bisa pasrah karena percuma gerakkannya lebih cepat dari ke dua bodyguard tersebut.


" Daddy aku mau ikut." Ucap Maximus ketika daddy Thomas berjalan ke arah keluar.


" Ikutlah." Jawab daddy Thomas singkat.


" Aku juga ikut dad." Ucap Aleandro, Yonathan dan Yohanes serempak.

__ADS_1


" Kalian temani mommy, ke tiga adik kalian dan Cantika." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad. Jawab Aleandro, Yonathan dan Yohanes serempak lagi.


" Kalau aku bagaimana dad?" Tanya Aska


" Benar kata Aska bagaimana dengan kami?" Tanya tuan Robert


" Kalian jaga istri kalian." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab tuan Robert dan Aska serempak dengan patuh.


Daddy Thomas dan Maximus berjalan ke arah parkiran mobil sedangkan yang lainnya naik mobil yang berbeda.


Satu Jam Kemudian


Daddy Thomas dan Maximus berserta para bodyguard berada di ruang gudang yang lumayan besar sambil menatap ke dua wanita beda usia. Wanita paruh baya dibiarkan berbaring di lantai sedangkan gadis itu duduk dengan kondisi ke dua kaki dan ke dua tangannya di ikat.


" Kenapa ingin menembak menantuku?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin dan wajah datar.


hening


hening


" Baiklah kalau tidak mau menjawab." Ucap daddy Thomas sambil berdiri dan berjalan ke arah wanita itu yang terbaring lemah.


" Akhhhhhhhh!!!" Teriak wanita paruh baya ketika kaki daddy Thomas menginjak tangannya tanpa ada rasa empati sedikitpun.


" Siapa yang menyuruh kalian!!" Bentak daddy Thomas


hening


hening


Daddy Thomas mengangkat kakinya dan berjalan ke arah gadis yang sedang terikat. Daddy Thomas menarik dagu gadis itu agar menatap dirinya.


" Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya daddy Thomas sambil menatap tajam ke arah gadis itu.


cuih


Gadis itu meludah ke arah daddy Thomas membuat daddy Thomas mengusap wajahnya dan menatapnya dengan tatapan membunuh.


plak


Daddy Thomas menampar gadis itu hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar dan pipinya terlihat jelas gambar tangan tuan Thomas.


" Berikan dia obat perangs***g dosis tinggi dan biarkan dia tersiksa." Ucap daddy Thomas


" Baik tuan." Jawab salah satu bodyguard sambil membawa suntikan.


Gadis itu berusaha memberontak ketika salah satu bodyguard menyuntikkan obat perangs***g dosis tinggi ke lengannya sedangkan daddy Thomas berjalan ke arah wanita itu.

__ADS_1


" Katakan sekarang atau gadis ini akan di gil*r oleh dua puluh anak buahku." Ancam Daddy Thomas dengan tatapan membunuh.


__ADS_2