
" Orangnya bilang suamimu telah membunuh kekasihku dan aku ingin suamimu juga harus merasakan apa itu kehilangan orang yang dicintainya." Ucap Aleandro mengulangi perkataan wanita itu.
" Berarti ini ada hubungannya dengan kak Maximus, coba kamu hubungi Maximus biar kakak mengecek dia pergi kemana?" Perintah Aleandro.
" Baik kak." Jawab Nathan.
Nathan mengeluarkan ponselnya di saku jasnya kemudian mencari nomer ponsel milik kakaknya setelah ketemu Nathan menekan nomor tersebut untuk menghubungi Maximus dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Maximus.
" Ada apa?" Tanya Maximus dengan nada kesedihan.
" Kak, aku sudah cek cctv pelakunya seorang wanita dan katanya dia sangat membenci kakak karena telah membunuh kekasihnya agar kakak merasakan kesedihannya. Apakah minggu - minggu ini telah membunuh seseorang?" Tanya Nathan.
" Coba kamu kirim rekamannya." Pinta Maximus
" Baik kak." Jawab Nathan patuh.
Tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Maximus menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian melihat apa yang dilakukan oleh kakaknya, Nathan melihat wanita itu keluar dari hotel menggunakan lift menuju ke parkiran tanpa melewati lobby hotel kemudian menaiki motor sport. Aleandro mengutak atik kembali laptopnya mencari nama dan alamat pemilik motor tersebut. Setelah beberapa saat Aleandro mengetahui siapa nama dan alamat pemilik motor tersebut, mereka berdua saling memandang karena mereka mengenal siapa pemiliknya.
" Andri Pakusadewo adik sepupu Tio Pakusadewo." Ucap Nathan.
" Delapan hari yang lalu Andri ingin mencelakai istriku dengan cara menembaknya tapi Maximus lebih cepat dari Andri dan akhirnya Andri pun ma*i tertembak oleh Maximus." Ucap Aleandro sambil mengingat masa lalu.
**** Flash Back On ****
Delapan Hari Yang Lalu Cantika istri Aleandro pergi ke perusahaan milik suaminya bersama Claudia karena kebetulan Maximus berada di perusahaan yang sama. Cantika menemani Claudia untuk memberikan kejutan ke Maximus untuk merayakan hari jadi mereka berdua terlebih entah kenapa Cantika sangat merindukan suaminya namun di tengah jalan mobil mereka di hadang oleh segerombolan 6 motor sambil membawa senjata tajam.
" Cantika, cepat hubungi kak Aleandro." Pinta Claudia
Tanpa menjawab ucapan Claudia, Cantika langsung membuka tasnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya dan di panggilan pertama langsung di angkat oleh Aleandro.
" Hallo sayang, kangen ya?" Goda Aleandro
" Sayang, mobilku di hadang 6 motor mereka ada dua belas orang sambil membawa senjata tajam." Ucap Cantika tanpa basa basi
" Apa?? Sayangku sama siapa?" Tanya Aleandro dengan nada panik sambil berdiri dan mengambil jas miliknya.
" Claudia." Jawab Cantika singkat
brak brak brak
brak brak brak
__ADS_1
Ke enam pria berwajah sangar memukul mobil Cantika tapi karena mobilnya tahan benturan dan peluru membuatnya tidak berpengaruh hanya saja kalau sering di pukul maka kaca mobil bisa juga pecah.
" Apa yang mereka lakukan?" Tanya Aleandro sambil memberikan kode ke Maximus untuk menghentikan rapat pemegang saham.
" Mereka memukul kaca mobil." Jawab Cantika
" Ponsel jangan dimatikan." Perintah Aleandro
' Baik." Jawab Cantika singkat.
" Maximus, Nathan, Yohanes ikut kakak." Perintah Aleandro
" Baik kak." Jawab ke tiga adik kembarnya dengan serempak.
" Maximus lacak gps milik Claudia." Perintah Aleandro.
" Baik kak." Jawab Maximus dengan nada patuh tanpa banyak bertanya.
" Kita pergi naik motor sport biar cepat sampai." Perintah Aleandro.
" Baik kak." Jawab ke tiga adik kembarnya dengan serempak.
Ke empat pria tampan tersebut berjalan ke arah lift khusus CEO dan Yohanes menekan tombol lantai dasar di mana tempat khusus parkiran mobil dan motor.
Pintu lift terbuka ke empat pria tampan itupun keluar dari lift dan berjalan ke arah motor sport milik mereka , motor sport itu selalu ada di kantor maupun di mansion. Motor sport itu digunakan dalam keadaan darurat seperti sekarang ini.
" Claudia berada di Jl. XXXXXX." Ucap Maximus.
" Nathan hubungi anak buah kita untuk pergi ke sana." Perintah Aleandro
" Baik kak." Jawab Nathan patuh dan langsung menghubungi anak buahnya.
" Kita bawa dua motor saja." Ucap Aleandro
" OK. Jawab mereka serempak.
Maximus duduk di jok motor sambil membonceng Aleandro sedangkan Yohanes membonceng Nathan ke dua motor itupun melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke lokasi kejadian dimana Cantika dan Claudia dalam bahaya. Di tempat yang berbeda Cantika dan Claudia melihat kaca mobilnya sudah mulai retak karena ke dua belas pria sangar itu tanpa henti memukul mobil milik Cantika yang dibelikan oleh suaminya.
" KIta keluar saja." Ucap Cantika akhirnya sambil mengambil dua tongkat besi ajaib.
Orang mengenalnya dengan sebutan tongkat sun go kong bentuknya kecil seukuran ibu jari dan bisa panjang hingga seratus dua puluh cm. Cantika memberikan tongkat besi tersebut ke Claudia sedangkan Claudia menerimanya dengan nada bingung.
" Ini untuk apa?" Tanya Claudia sambil menunjukkan yang diberikan oleh Cantika.
__ADS_1
" Untuk melawan mereka." Jawab Cantika.
" Sekecil ini? Bagaimana bisa?" Tanya Claudia dengan nada masih bingung.
" Lihat apa yang aku lakukan." Ucap Cantika sambil menarik tuas dan langsung berubah menjadi panjang sepanjang seratus dua puluh cm.
" What??? Kok bisa." Ucap Claudia sambil mengikuti Cantika menarik tuas dan langsung berubah menjadi panjang sepanjang seratus dua puluh cm.
" Ayo kita keluar sebentar lagi kaca mobil ini pecah." Ucap Cantika sambil menekan tombol agar pintu mobil terbuka.
" Ketika membuka pintu mobil dorong dengan kencang agar mereka ada yang terjatuh." Ucap Cantika.
" Ok." Jawab Claudia singkat
Brak Brak
Bruk Bruk Bruk Bruk
Cantika dan Claudia mendorong pintu dengan serempak sesuai aba-aba Cantika membuat dua orang pria sangar yang berada di dekat pintu mobil Cantika terjatuh di aspal begitu pula dengan Claudia dua pria sangar ikut terjatuh. Cantika dan Claudia langsung keluar dari mobil kemudian bertarung melawan mereka, Cantika dan Claudia sangat lincah bisa menghindar dan memukul lawan hingga enam pria babak belur. Hampir lima belas menit lebih mereka bertarung hingga salah satu mereka mengarahkan pistol ke arah Cantika.
" Berhenti dan buang senjata kalian!!! JIka tidak kamu akan aku tembak." Ancam pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke kening Cantika.
Cling
Cling
Anggap saja suara dua benda terjatuh di aspal, Cantika dan Claudia terpaksa menjatuhkan senjata yang dipegangnya membuat pria tersebut tersenyum menyeringai kemudia menarik pelatuknya untuk bersiap menembak Cantika.
" Siapa kalian kenapa ingin membunuhku?" Tanya Cantika
" Aku Andri Pakusadewo adik sepupu Tio Pakusadewo." Jawab Andri
" Kak Tio." Ucap Cantika
" Ya kak Tio dia adalah kakak sepupuku." Ucap Andri
" Lalu apa hubunganku dengan kakak sepupumu?" Tanya Cantika.
" Suamimu telah membunuh kakakku dan kini aku akan menembak mu karena gara-gara kamu aku kehilangan kakak sepupuku." Ucap Andri.
Andri menatap Cantika dengan tatapan penuh kebencian kemudian menarik pelatuknya kembali yang sebelumnya membatalkannya kemudian bersiap menembak ke arah kening Cantika sedangkan Cantika hanya memejamkan matanya dan dirinya hanya bisa pasrah. Claudia berjalan ke arah Cantika tapi tangannya di tahan oleh anak buah Andri.
Dor
__ADS_1
" Akhhhh...." Teriak Andri ketika seseorang menembak tangannya hingga pistolnya terjatuh.