
" Oh iya kak aku mau berangkat ke kantor." Pamit Nathan
" Aku juga." Sambung Maximus dan Johanes serempak.
" Ok, hati-hati." Ucap Aleandro.
" Terima kasih kak, mari kakak ipar." Pamit Nathan
" Kakak ipar, kalau ada acara makan-makan jangan lupa ngundang aku." Sambung Maximus.
" Aku juga jangan lupa." Ucap Yohanes.
" Ok." Jawab Cantika sambil tersenyum.
Ke tiga pemuda tampan itupun pergi meninggalkan kediaman kakak sulungnya menuju ke tempat pekerjaan masing-masing.
" Sayang, kita jalan ke mall yuk." Ajak Cantika
" Ok." Jawab Aleandro singkat.
Ke duanya berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamar mereka untuk mengganti pakaian santai.
" Sayang mulai besok kamar kita pindah ke bawah jadi tidak perlu naik turun lagi." Ucap Aleandro.
" Aku belum melihat kamar kita yang baru karena suamiku tidak mengijinkannya." Ucap Cantika dengan wajah di tekuk.
" Maaf sayang, karena masih direnovasi pasti banyak debu dan bau cat makanya tidak boleh melihat tapi besok kan bisa melihat." Ucap Aleandro menjelaskan.
cup
" Terima kasih sayang." Jawab Cantika sambil mengecup bibir suaminya.
" Sayang." Panggil Aleandro
" Ya?" Tanya Cantika singkat.
" Jangan sering cium aku." Pinta Aleandro
" Memang kenapa?" Tanya Cantika curiga.
cup
" Adik kecilku sudah mulai tegang ketika bibirmu menyentuh bibirku." Ucap Aleandro sambil menarik tangan istrinya dan diarahkan ke adik kecilnya yang sudah mulai menegang kemudian mengecup bibir istrinya singkat.
Cantika hanya tersenyum dan menarik tangannya.
" Ayo sayang kita pergi." Ucap Cantika
" Ayo sayang." Jawab Aleandro sambil memeluk istrinya dari arah samping.
Merekapun keluar dari kamarnya menuju ke arah garasi mobil menuju ke mall. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai Aleandro memarkirkan mobilnya di area parkiran kemudian turun dari mobil dan berjalan dengan santai sambil memeluk istrinya.
" Kita kemana dulu sayang?" Tanya Aleandro
__ADS_1
" Aku bingung sayang mau beli apa." Ucap Cantika
" Tas, sepatu, pakaian dan barang-barang branded." Ucap Aleandro
" Aku sudah punya semua sayang, kita ke supermarket saja sayang." Ucap Cantika.
" Bukankah semua bahan untuk memasak sudah cukup?" Tanya Aleandro
" Aku tidak belanja buat kebutuhan sehari-hari." Ucap Cantika
" Terus untuk apa?" Tanya Aleandro dengan nada bingung.
" Nanti kak Aleandro juga tahu dan tolong minta bodyguard kak Aleandro untuk mengikuti kita." Ucap Cantika.
Aleandro hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bertanya dan merekapun pergi ke supermarket. Cantika membeli bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan berbagai cemilan membuat Aleandro penasaran.
" Sayang beli sebanyak ini buat siapa?" Tanya Aleandro
" Buat panti asuhan, kalau kak Aleandro keberatan pakai uangku saja." Ucap Cantika tidak enak hati.
cup
" Kok gitu sayang apapun punyaku adalah punyamu juga." Ucap Aleandro sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Terimakasih sayang." Jawab Cantika
" Kamu mau memberikan ini semua ke panti asuhan?" Tanya Aleandro dengan nada terkejut.
" Iya benar, setiap tahun orang tuaku melakukan seperti ini." Ucap Cantika dengan mata berkaca-kaca mengingat ke dua orang tuanya yang telah pergi untuk selama-lamanya.
grep
" Sudah jangan menangis, sepulang dari panti asuhan kita ke kuburan mertuaku." Ucap Aleandro sambil memeluk istrinya.
" Terima kasih banyak sayang." Jawab Cantika tersenyum bahagia dan membalas pelukan suaminya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya dan melanjutkan belanja. Banyak gadis dan wanita menatap Aleandro tanpa kedip sedangkan Aleandro yang merasa diperhatikan tidak memperdulikan mereka.
Setelah satu jam lebih mereka sudah belanja dan Aleandro membayar semua belanjaan Cantika yang akan disumbangkan ke panti asuhan sedangkan para bodyguard mendorong barang belanjaan Cantika dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
" Sayang, total bodyguard yang menjaga kita ada berapa?" Tanya Cantika.
" Sekitar dua puluh orang, memangnya kenapa?" Tanya Aleandro dengan nada bingung.
" Aku pinjam uang seratus lima puluh juta boleh?" Tanya Cantika
" Tentu saja boleh sayang tapi untuk apa?" Tanya Aleandro
" Aku ingin memberikan bonus ke dua puluh bodyguard masing-masing lima juta sisanya buat panti asuhan." Ucap Cantika
" Hatimu terbuat dari apa sayang? Sangat perduli dengan orang lain." Ucap Aleandro yang tidak pernah mempermasalahkan Cantika menggunakan uang untuk apa asalkan jelas.
" Hatiku sama sepertimu sayang, mereka sangat setia dan melindungi kita jadi sudah sepantasnya kita memberikan bonus ke mereka agar mereka lebih semangat lagi." Ucap Cantika.
__ADS_1
cup
" Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu." Ucap Aleandro kemudian mengecup kening istrinya.
" Sayang, sudahlah jangan menciumku terus." Ucap Cantika
" Memangnya kenapa?" Tanya Aleandro polos
" Semua orang menatap kita, kita pulang yuk." Ajak Cantika.
" Ayo sayang, mengenai uangnya biarkan Maximus yang mengaturnya." Ucap Aleandro.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan mall tersebut menuju ke panti asuhan.
Cantika dan Aleandro bersama para bodyguard memberikan sembako untuk anak panti asuhan setelah hampir satu jam lebih Aleandro, Cantika dan bodyguard kembali ke mansion.
xxxxxxxxxxxx
Seminggu Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan begitu cepatnya dan tidak terasa hari ini acara ulang tahun perusahaan. Banyak tamu undangan datang dari rekan bisnisnya mommy Gloria bersama suaminya daddy Thomas, Aleandro bersama istrinya Cantika, dokter Kasandra bersama suaminya Aska dan Cantika dengan suaminya tuan Robert.
Maximus bersama pasangan yang bernama Aurora sedangkan Quenby, Nathan dan Yohanes belum mempunyai pasangan. Banyak gadis mendekati ke dua pemuda tampan tapi sikap Nathan dan Yohanes yang super dingin membuat mereka hanya bisa menatapnya tanpa ada yang berani mendekatinya.
" Sayang, aku mau ke toilet dulu." Ucap Cantika
" Mau aku temani?" Tanya Aleandro
" Tidak usah sayang." Jawab Cantika
" Ok." Jawab Aleandro singkat.
Cantika berjalan ke arah toilet sedangkan Aleandro memberikan kode ke dua bodyguardnya untuk menjaga istrinya dari jarak yang tidak begitu jauh.
Cantika berjalan dengan santai menuju ke toilet setelah selesai melakukan panggilan alam Cantika keluar dari toilet dan berjalan dengan santai.
Baru beberapa langkah dirinya bertemu dengan sekretaris suaminya dengan menggunakan dress panjang sampai ke mata kaki. Dresnya super seksi dan memperlihatkan dua gunung kembarnya yang hampir tumpah dan belahan dress-nya sampai ke paha hingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
Cantika yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya sedangkan sekretaris suaminya menatap Cantika dengan tatapan Iri hati.
" Kenapa menggelengkan kepala? Iri ya badanku lebih seksi dan wajahku sangat cantik." Ucap sekretaris tersebut dengan nada sombong.
" Kenapa mesti iri, maaf aku tidak ada waktu mengurusi yang tidak penting." Ucap Cantika sambil berjalan melewati sekretaris tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1