Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Saling Mencintai dan Saling Melindungi


__ADS_3

" Benar kata kak Maximus lebih baik kakak makan bubur saja." Ucap Nathan berusaha menasehati kakaknya.


" Kalian kan tahu aku itu tidak suka bubur." Ucap Aleandro.


Maximus, Nathan dan Yohanes menatap Cantika untuk meminta bantuannya dan Cantika yang mengerti arti tatapan ke tiga adik iparnya langsung mengerti.


" Sayang, makan bubur ya." Ucap Cantika dengan nada lembut.


" Aku tidak suka sayang." Ucap Aleandro.


Cantika diam sambil berfikir kemudian berbicara kembali sambil tersenyum manis.


" Nanti aku kasih hadiah, bagaimana?" Tanya Cantika sambil mengusap wajah tampan suaminya.


" Hadiah apa?" Tanya Aleandro


" Ada deh, mau tidak?" Tanya Cantika.


" Kalau hadiah uang atau barang aku sudah banyak." Ucap Aleandro


" Aku tahu sayang dan hadiahnya bukan uang dan barang." Ucap Cantika yang berusaha membujuk Aleandro seperti membujuk anak kecil.


Ke tiga adiknya hanya saling menatap satu sama lain dengan sikap manja kakak pertamanya.


" Janji ya bukan berupa uang atau hadiah barang." Ucap Aleandro.


" Iya aku janji." Ucap Cantika


" Bagaimana?" Tanya Cantika


" Baiklah." Jawab Aleandro


" Anak pintar." Ucap Cantika sambil tersenyum.


" Aish aku bukan anak kecil." Ucap Aleandro


Ke tiga adiknya hanya bisa melongo dan menahan tawa melihat sikap kakaknya ya g sangat berbeda dari biasanya.


" Kalian makanlah di kantin." Ucap Cantika


" Baik kak, kami nitip kakak kami ya." Ucap Maximus.


" Kami makan di restoran saja kak." Ucap Nathan.


" Titip kakak kami ya kak kalau nakal jewer saja." Ucap Yohanes usil.


" Oke." Jawab Cantika singkat sambil menahan tawa.


" Yohanes." Panggil Aleandro sambil menatap adiknya dengan tatapan tajam.


" Hehehehe... kakak ipar." Panggil Yohanes


" Kenapa Yohanes?" Tanya Cantika


" Suamimu galak masa adiknya yang tampan ini dipelototi." Adu Yohanes


Cantika memalingkan wajahnya ke arah suaminya dan suaminya menatap ke arah istrinya sambil tersenyum manis membuat ke tiga adiknya terkejut dan kini tahu kelemahan kakaknya yang kadang suka bikin kesel dan nyebelin.


" Kenapa masih di sini pergilah." Usir Aleandro


" Iya kak kami akan pergi." Ucap ke tiga pemuda tampan tersebut.


Ke tiga pemuda tampan tersebut berjalan ke arah keluar ruang perawatan bertepatan pintu ruang perawatan VVIP di buka.


ceklek

__ADS_1


Claudia sahabat Cantika membuka pintu dan melihat kekasihnya sedang berjalan ke arahnya.


" Mau kemana?" Tanya Claudia


" Mau makan mau ikut?" Tanya Maximus


" Bagaimana kalau makan di restoran milik orang tuaku?" Tanya Claudia.


" Boleh." Jawab Maximus semangat


" Aku sih ikut saja." Ucap Nathan dan Yohanes serempak.


" Tapi sebentar ya aku mau ketemu dengan sahabatku dulu." Ucap Claudia


" Ok." Jawab ke tiganya serempak.


Claudia berjalan ke arah Cantika mereka berdua mengobrol sebentar kemudian pergi bersama ke tiga pemuda tampan tersebut meninggalkan mereka berdua.


" Sayang mana hadiahnya?" Tanya Aleandro tidak sabar.


" Makan dulu nanti aku kasih hadiahnya." Ucap Cantika sambil tersenyum.


Aleandro mengambil mangkok yang berisi bubur kemudian memakannya dengan lahap hanya tiga menit Aleandro sudah selesai makan dan minum.


" Sudah sekarang mana hadiahnya?" Tanya Aleandro


" Aku juga mau makan dulu laper." Ucap Cantika sambil berusaha bangun.


" Stop, biar aku saja yang menyuapi mu." Ucap Aleandro yang melihat istrinya meringis menahan rasa sakit ditubuhnya.


Aleandro mengambil mangkok kemudian mulai menyuapi istrinya dengan penuh kelembutan. Jika ada yang menempel di bibirnya Aleandro menghapusnya dengan menggunakan ibu jarinya kemudian ibu jarinya dimasukkan ke dalam mulutnya.


" Sayang, apakah sayangku tidak jijik?" Tanya Cantika


" Kenapa jijik?" Tanya Aleandro


" Kamukan istriku jadi aku tidak merasakan jijik sedikitpun." Ucap Aleandro sambil menyuapi kembali istrinya.


Hati Cantika terasa menghangat mendengar ucapan suaminya membuat dirinya semakin mencintai suaminya. Hingga tujuh menit kemudian Cantika sudah selesai makan dan minum.


" Sayang boleh aku bertanya?" Tanya Aleandro.


" Nanya apa?" Tanya Cantika


" Kenapa waktu kita mengalami kecelakaan kamu memelukku? dan kenapa memintaku mencari wanita lain jika kamu pergi dariku?" Tanya Aleandro sambil menatap wajah cantik istrinya.


" Karena aku tidak sanggup kehilangan orang yang aku cintai karena itulah aku melakukan itu. Mengenai kenapa aku mengatakan itu karena setiap manusia pasti akan meninggal tapi kita tidak pernah tahu kapan itu tiba karena itulah aku mengatakan hal itu. Jika seandainya aku meninggal duluan aku ingin suamiku menikah lagi agar ada yang menemanimu." Ucap Cantika sambil tersenyum.


" Jika aku yang meninggal dunia apakah kamu juga akan menikah lagi jika aku memintanya?" Tanya Aleandro.


" Tidak." Jawab Cantika singkat.


" Kenapa?" Tanya Aleandro


" Karena aku sangat mencintaimu dan tidak ada laki-laki lain selain dirimu dan aku akan mengurus anak-anak kita." Ucap Cantika


" Begitu pula dengan diriku aku juga tidak akan menikah lagi karena aku sangat mencintaimu dan tidak ada nama wanita lain selain dirimu." Ucap Aleandro.


Cantika hanya terdiam tanpa bicara sedikitpun.


" Cantika sayang." Panggil Aleandro


" Ya ada apa sayang?" Tanya Cantika.


" Lain kali kamu jangan melakukan itu lagi ya." Pinta Aleandro

__ADS_1


" Melakukan apa?" Tanya Cantika balik.


" Menjadikan tubuhmu menjadi tameng agar aku tidak terluka." Ucap Aleandro.


" Memang kenapa?" Tanya Cantika


" Karena aku tidak sanggup kehilangan dirimu." Ucap Aleandro.


" Begitu pula dengan diriku aku tidak sanggup kehilangan suami yang sangat kucintai karena itulah aku merelakan tubuhku menjadi tameng." Ucap Cantika


" Tapi aku tidak suka, apakah kamu tahu sayang ketika perawat memintaku untuk mengijinkan mencabut alat detak jantung aku melarangnya karena aku merasa yakin kamu akan bangun dari koma. Kamu tahu separuh nafasku hilang ketika aku melihatmu tidak bangun-bangun." Ucap Aleandro sambil menggenggam tangan istrinya.


Cantika hanya diam dan bingung mau menjawabnya karena jika seandainya hal itu terulang lagi tubuhnya tetap akan dijadikan tameng untuk suaminya karena Cantika sangat mencintainya.


" Berjanjilah padaku untuk tidak melakukan itu lagi." Mohon Aleandro.


" Ya." Jawab Cantika singkat


" Dari wajahmu aku tahu kamu berbohong dan tetap melakukan itu lagi." Ucap Aleandro.


Cantika hanya tersenyum dan membalas genggaman suaminya dengan erat


" Sayang, apa sayangku ingin tahu hadiah apa yang akan aku berikan?" Tanya Cantika mengalihkan pembicaraan.


" Oh ya sampai lupa hadiah apa yang ingin kamu berikan padaku?" Tanya Aleandro.


( " Aku tahu kamu mengalihkan pembicaraan kita tapi aku berjanji aku akan selalu melindungimu dari orang yang ingin berbuat jahat padamu karena aku tidak sanggup jika aku kehilangan dirimu." Ucap Aleandro dalam hati ).


( " Maafkan aku sayang bukannya aku tidak mau menuruti permintaanmu tapi aku tidak sanggup jika suamiku terluka." Ucap Cantika dalam hati ).


Mereka berdua berjanji dalam hati untuk saling mencintai dan saling melindungi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.


Hadiah pertama pulsa 100,000


Hadiah ke dua pulsa 75,000


Hadiah ke tiga pulsa 50,000


Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.


Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻




dan novel ke dua ku juga dapat hadiah berupa pulsa.




🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Ingflora untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Sungai Rindu.


__ADS_1


Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘


__ADS_2