Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Tuan Reynald William


__ADS_3

" Ceritakan apa yang terjadi?" Tanya Aleandro entah kenapa hatinya sangat sakit melihat air mata Cantika akan keluar.


Cantika menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dari awal keluarga pamannya datang sering meminjam uang sampai dirinya di usir dari mansion ketika orang tuanya meninggal padahal waktu itu dirinya baru sembuh dari koma. Claudia, Aleandro dan Maximus yang mendengar cerita Cantika menahan amarahnya.


" Baik kakak setuju, kakak akan membantumu agar semua aset milik keluargamu jatuh ke tanganmu." Ucap Aleandro.


" Terima kasih kak." Ucap Cantika


" Jangan berterima kasih karena belum melakukannya." Ucap Aleandro.


" Kalau kamu apa?" Tanya Maximus penasaran.


" Ada seorang pria yang suka padaku tapi aku tidak suka sampai aku berbohong kalau aku sudah mempunyai kekasih tapi dia tidak percaya." Ucap Claudia


" Jadi kamu memintaku untuk menjadi kekasih pura-pura." Tebak Maximus


" Tepat sekali." Jawab Claudia


" Baik tidak masalah, asalkan kamu juga bersedia menjadi kekasih pura-pura ku ketika ada wanita yang mendekatiku." Ucap Maximus.


" Ok, setuju." Jawab Claudia.


" Kak Aleandro, bolehkah aku minta satu lagi?" Tanya Cantika penuh harap sambil menampilkan puppy eyes nya.


" Meminta apa?" Tanya Aleandro sambil mengusap rambut Cantika.


" Sebenarnya dulu aku mempunyai kekasih dan kami putus karena dia bertunangan dengan sepupuku anak dari paman dan bibiku. Kini mereka sudah putus dan mantan kekasihku ingin kembali. Apakah kak Aleandro mau menolongku untuk berpura-pura menjadi kekasihku?" Tanya Cantika sambil jari telunjuk kanan dan kiri disatukan kemudian dilepaskan.... di satukan lagi.... lepaskan lagi berulangkali Cantika melakukan itu.


Aleandro hanya tersenyum melihat tingkah Cantika yang menggemaskan.


" Baik tidak masalah, asalkan kamu juga bersedia menjadi kekasih pura-pura ku ketika ada wanita yang mendekatiku." Ucap Aleandro sambil mengusap rambut Cantika.


" Ok." Jawab Cantika singkat sambil tersenyum bahagia karena dirinya bersiap untuk menjalankan misi ke dua yaitu merebut semua yang menjadi haknya.


" Apakah kamu lapar?" Tanya Aleandro dan Maximus kompak.


" Lapar." Jawab Cantika dan Claudia serempak.


Mereka berempat tertawa bersama namun tiba-tiba Cantika dan Claudia meringis.


" Sstttt..." Rintih Cantika dan Claudia serempak

__ADS_1


" Kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Aleandro dan Maximus serempak


" Tadi pas mau tertawa dadaku terasa sakit." Jawab Cantika dan Claudia.


" Tentu saja sakit karena dada kalian terkena luka tembak." Jawab ke dua pemuda tampan itu.


Cantika dan Claudia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Cantika sangat bahagia karena selama ini dirinya tidak mempunyai teman yang tulus padanya begitu pula dengan Aleandro dan Maximus hanya bedanya ke dua pemuda tampan tersebut tidak pernah sedekat ini terhadap wanita.


Selama ini para wanita di luaran sana hanya menyukai karena Aleandro dan Maximus pemuda yang sangat tampan dan kaya raya karena itulah ketika bertemu Cantika dan Claudia mereka bahagia karena ke dua gadis sangat berbeda terlebih ke dua orang tuanya menyukainya itu yang lebih penting.


Aleandro dan Maximus mengambil mangkok yang berisi bubur dan ingin menyuapi Cantika dan Claudia tapi ke dua gadis itu menolaknya.


" Maaf kak, biar aku makan sendiri." Ucap Cantika dan Claudia serempak.


" Kamu masih terluka biarkan aku yang menyuapimu." Ucap Aleandro.


" Aku juga sama." Ucap Maximus.


" Tapi..." Jawaban ke dua gadis itu terpotong oleh Aleandro dan Maximus.


" Tidak menerima penolakan." Jawab ke dua pemuda tampan tersebut.


Kini mereka sudah selesai makan dan minum, merekapun melanjutkan dengan mengobrol.


" Kakak tidak makan?" Tanya Cantika dan Claudia serempak.


" Sebentar lagi kami akan memesan makanan." Jawa Maximus.


" Oh ya mana ponselmu?" Tanya Aleandro


" Maaf aku tidak punya ponsel." Ucap Cantika


Aleandro menatap Cantika tidak percaya kalau Cantika tidak mempunyai ponsel. Cantika yang melihat tatapan Aleandro mengerti.


" Waktu mobil orang tuaku kecelakaan semua barang berhargaku termasuk ponsel dan kartu tabungan... " Ucap Cantika menggantungkan kalimatnya.


Aleandro, Maximus dan Claudia hanya diam karena mereka tahu kelanjutannya dalam hati Aleandro dan Maximus akan membantu Cantika.


" Kebetulan kakak mempunyai dua ponsel, pakailah punya kakak. Ponsel ini khusus ponsel keluarga jadi rekan bisnis tidak akan menghubungi nomer ponsel ini." Ucap Aleandro memberikan ponsel.


" Maaf aku menolaknya karena kita baru kenal terlebih aku tidak enak dengan keluargamu. Aku tidak ingin orang berfikir kalau aku hanya memanfaatkan kakak." Ucap Cantika

__ADS_1


" Jangan berfikir seperti itu keluargaku akan mengerti. Gunanya ponsel ini agar kita bisa saling berhubungan kalau sewaktu-waktu kamu membutuhkan aku begitu pula sebaliknya." Ucap Aleandro.


" Baiklah kak, tapi jika aku sudah bekerja dan mendapatkan gaji aku akan mengembalikan ponselnya." Jawab Cantika menerima ponsel pemberian Aleandro


" Tidak usah, ponsel ini buatmu saja." Ucap Aleandro.


" Kalau begitu aku tidak mau menerimanya." Ucap Cantika sambil mengembalikan ponsel Aleandro.


Cantika tidak mau terlalu banyak menerima kebaikan karena itu bukan sifat Cantika membuat Aleandro hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Baiklah jika kamu ada uang ponsel milik kakak kamu kembalikan." Ucap Aleandro pasrah.


" Terima kasih kak." Jawab Cantika


" Kenapa terima kasih?" Tanya Aleandro


" Karena kakak sudah baik padaku memijamkan ponselnya." Jawab Cantika


" Aku juga terima kasih karena menyelamatkan nyawaku dua kali dan kamu Claudia terima kasih telah menyelamatkan nyawa adikku dua kali. Apa yang kami lakukan itu tidak sebanding apa yang kalian lakukan padaku." Ucap Aleandro


" Sama seperti kakakku aku juga berterima kasih karena telah menyelamatkan aku dan juga kakakku." Ucap Maximus.


" Sama-sama manusia harus saling membantu." Jawab Cantika dan Claudia serempak.


" Oh ya boleh pinjam ponselmu." Tanya Maximus.


Claudia tanpa banyak bicara memberikan ponselnya ke Maximus dan Maximus mengutak atik ponsel Claudia setelah beberapa saat terdengar bunyi ponsel milik Maximus.


" Ini ponselmu, jika ada sesuatu hubungi aku." Ucap Maximus sambil memberikan ponselnya.


" Baik kak." Jawab Claudia.


" Cantika apakah kamu kenal dengan pengacara ayahmu?" Tanya Aleandro dengan nada serius.


" Kenal kak namanya tuan Reynald William." Ucap Cantika


" Baik kakak nanti akan bertemu dengan pengacara tuan Reynald William, nanti kakak akan hubungi kamu." Ucap Aleandro


" Baik kak." Jawab Cantika.


( " Bersiaplah aku akan merebut semua yang menjadi hakku." Ucap Cantika dalam hati ).

__ADS_1


__ADS_2