Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Cantika dan Aleandro


__ADS_3

" Tidak apa-apa kok." Jawab Aleandro sambil menarik tangan Cantika.


" Tidak apa-apa gimana? Cepat berbaring aku akan panggil dokter." Ucap Cantika yang panik melihat punggung Aleandro mengeluarkan darah segar walau hanya sedikit tapi Cantika tetap panik.


Cantika menekan tombol darurat dan tidak berapa lama dokter dan perawat datang dan berjalan ke arah mereka.


" Dokter tolong cek punggung suamiku." Pinta Cantika.


" Baik nyonya." Jawab dokter tersebut


" Maaf tuan, pakaiannya saya buka." Ucap perawat itu sambil tersenyum manis.


" Tidak, biar istriku yang membuka pakaianku." Tolak Aleandro dengan tatapan tajam.


" Sayang, bukakan pakaianku." Ucap Aleandro sambil tersenyum manis dan membelai pipi istrinya.


Perawat yang awalnya tersenyum manis langsung berubah cemberut sedangkan Aleandro yang awalnya menatap perawat itu dengan tatapan tajam tapi ketika menatap wajah cantik istrinya langsung berubah menjadi tersenyum manis.


" Baik sayang." Jawab Cantika.


Cantika membuka pakaian suaminya hingga menampilkan perutnya yang kotak-kotak membuat perawat dan dokter wanita tersebut menatapnya tanpa berkedip.


" Jangan dipandang terus cepat obati punggung suamiku." Ucap Cantika dengan wajah masam setelah selesai membuka pakaian suaminya.


" Maaf, baik nyonya." Jawab dokter tersebut.


" Maaf tuan." Ucap dokter tersebut sambil mengulurkan tangannya dengan gemetar melihat tubuh Aleandro yang merupakan idaman semua wanita.


Aleandro hanya diam dan dokter itupun mulai mengobati Aleandro setelah beberapa saat dokter itu pun sudah selesai mengobatinya.


" Lukanya ada yang terbuka dan sudah diobati, untuk sementara jangan banyak gerak dulu." Ucap dokter itu dengan wajah memerah.


( " ***Kenapa jantungku berdetak kencang menatap tuan Aleandro yang sudah mempunyai istri?" Ucap dokter tersebut ).


( " Tuan Aleandro idaman para wanita seandainya saja tuan Aleandro menawarkan jadi teman tidurku aku bersedia." Ucap perawat itu dalam hati*** ).


" Baik dokter, aku akan mengingatnya dan maaf suamiku ingin istirahat." Ucap Cantika sambil mengambil pakaian pasien yang bersih.


" Baik nyonya kami permisi dulu." Ucap dokter dan perawat tersebut.


( " ***Cih... Istrinya sangat sombong sekali, aku akan merebutnya bagaimanapun caranya." Ucap dokter tersebut dalam hati sambil menahan amarahnya ).

__ADS_1


( " Dasar sombong lihat saja nanti, aku akan merebut suamimu bagaimana pun caranya." Ucap perawat tersebut sambil menahan kesal*** ).


Dokter dan perawat itu pun pergi meninggalkan ruang perawatan VVIP.


" Sayang aku pakaikan baju yang masih baru ya." Ucap Cantika sambil memakaikan pakaian suaminya dengan wajah cemberut.


cup


" Terima kasih sayang dan jangan cemberut semua yang ada pada diriku adalah milikmu." Ucap Aleandro sambil mengecup bibir istrinya.


cup


" Terima kasih sayang." Jawab Cantika sambil mengecup bibir suaminya singkat.


Aleandro tersenyum sambil menatap istrinya dengan penuh cinta sedangkan Cantika memakaikan pakaian suaminya dan ketika menutup perban di punggung suaminya Cantika mengecupnya.


cup


" Cepat sembuh ya." Ucap Cantika kemudian dengan perlahan memasukkan tangan suaminya agar tidak menyakiti punggung suaminya yang terluka.


Aleandro tersenyum dan sangat bahagia karena istrinya sangat memperhatikan dirinya. Setelah selesai Cantika mendorong perlahan tubuh suaminya untuk berbaring kemudian Cantika duduk di kursi sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Kamu memang sangat tampan pantas saja banyak wanita yang tergila-gila padamu." Puji Cantika.


" Aku tidak mau serakah bagiku sayangku mencintaiku dengan tulus itu sudah cukup buatku." Ucap Cantika sambil menggenggam tangan suaminya.


Aleandro hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya dan dirinya semakin mencintai istrinya.


" Sayangku istirahat agar lekas sembuh." Ucap Cantika


" Kamu tidak makan?" Tanya Aleandro


" Sudah sebelum aku berangkat ke rumah sakit." Jawab Cantika.


" Kalau begitu temani aku tidur." Ucap Aleandro


" Tapi kalau aku tidak sengaja menyentuh punggungmu bagaimana?" Tanya Cantika yang tidak ingin suaminya terluka.


" Aku tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk istriku." Ucap Aleandro dan tidak menjawab ucapan istrinya.


Cantika menghembuskan nafasnya dengan perlahan bukannya dirinya tidak mau tapi mengingat luka suaminya yang belum sembuh membuatnya takut tidak sengaja menyentuhnya sedangkan suaminya menggeserkan tubuhnya agar istrinya tidur di sebelahnya.

__ADS_1


Cantika naik ke ranjang sambil menatap wajah tampan suaminya dan memeluknya sedangkan suaminya membalas pelukan istrinya.


cup


" Selamat tidur sayang." Ucap Aleandro sambil mengecup singkat bibir istrinya kemudian memejamkan matanya.


Cantika tersenyum dan tidak berapa lama dirinya ikut tertidur pulas. Hingga menjelang sore pintu ruang perawatan VVIP di buka oleh perawat dan menatap tajam ke arah Cantika sambil membawa baskom dan handuk.


( " Cih, memamerkan kemesraan di rumah sakit, memang tidak bisa tidur berdua di rumah saja. Dasar wanita tidak tahu diri sudah tahu suaminya masih terluka malah tidur seranjang." Umpat perawat tersebut dalam hati ).


Telinga Aleandro yang sangat sensitif mendengar pintu terbuka membuatnya langsung membuka matanya dan menatap tajam ke arah perawat.


" Ada apa?" Tanya Aleandro yang masih berbaring dan memeluk punggung istrinya.


" Aku mau melap tubuh tuan." Ucap perawat itu.


" Tidak perlu, biarkan istriku yang melakukannya. Tinggalkan di meja dekat ranjang dan pergilah." Ucap Aleandro dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab perawat itu sambil selalu tersenyum walau hatinya sangat kesal.


Perawat itupun berjalan ke arah meja sedangkan Cantika yang sedang tertidur pulas perlahan membuka matanya sambil menatap wajah tampan suaminya.


cup


" Selamat sore sayang." Ucap Aleandro sambil mengecup bibir istrinya singkat dan tidak memperdulikan keberadaan perawat tersebut.


" Sore sayang." Jawab Cantika sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Aleandro


" Eh... Ada suster." Ucap Cantika sambil duduk dengan wajah terkejut melihat perawat itu sedang menatap suaminya tanpa kedip.


" Iya nyonya mau meletakkan baskom ini ke meja." ucap perawat itu tersadar dari lamunannya.


" Permisi nyonya dan tuan." Pamit perawat itu sambil tersenyum manis.


" Terima kasih." Jawab Cantika sambil membalas senyumannya.


Perawat itu pun pergi meninggalkan mereka berdua sambil menahan kesal karena keinginan untuk melap tubuh atletis Aleandro gagal terlebih membayangkan perut kotak - kotaknya membuatnya ingin sekali menyentuhnya.


" Sayang aku lap tubuhmu ya." Ucap Cantika sambil turun dari ranjang.


Aleandro hanya tersenyum dan membiarkan Cantika melap tubuhnya. Dua kali Cantika mengganti air hangat untuk melap tubuh suaminya hingga dua puluh menit kemudian dirinya sudah selesai. Cantika berjalan ke arah sofa dan mengambil paper bag yang berisi pakaian miliknya.

__ADS_1


" Mau kemana?" Tanya Aleandro yang tidak ingin di tinggal oleh istrinya.


" Mau ke kamar mandi, mau mandi badanku lengket." Ucap Maya sambil membuka pintu kamar mandi.


__ADS_2