
" Kenapa kamu meminta maaf?" Tanya temannya dengan nada masih jutek.
" Nyonya ini istri tuan Aleandro pemilik perusahaan tempat kita berkerja." Bisik temannya.
" Aku tidak percaya, hei jangan masuk ke lift khusus CEO!!" Teriak karyawati itu lagi.
" Ada apa ini!!" Teriak Maximus yang tidak suka karyawannya berteriak.
" Maaf tuan, ini ada wanita yang berani masuk ke dalam lift khusus CEO." Adu karyawati sambil menunjuk ke arah Cantika.
Cantika membalikkan badannya dan menatap adik iparnya.
" Maximus." Panggil Cantika.
" Kakak ipar, maaf kak. Kakak naik ke dalam lift saja." Ucap Maximus sambil menahan amarahnya.
" Kamu tidak salah karyawati itu yang salah." Ucap Cantika sambil menunjuk ke arah karyawati yang terlihat pucat.
bruk
" Maaf nyonya, saya tidak tahu." Ucap karyawati tersebut sambil berlutut.
" Sudah lupakan tapi lain kali kalau bicara yang sopan jangan teriak-teriak seperti orang hutan." Jawab Cantika sambil membalikkan badannya dan menekan tombol lift.
Pintu lift khusus petinggi CEO terbuka dan Cantika masuk ke dalam lift sedangkan Maximus menatap tajam ke arah anak buahnya.
" Tinggalkan perusahaan ini." Ucap Maximus dengan nada dingin.
" Maksud tuan?" Tanya karyawati tersebut dengan wajah masih pucat.
" Kamu aku pecat." Ucap Maximus sambil menekan tombol lift khusus petinggi CEO.
" Tuan, maafkan saya, saya berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi. Aku mohon kasih aku kesempatan ke dua." Mohon karyawati tersebut.
" Tidak ada kesempatan ke dua, ini juga berlaku untuk kalian semuanya untuk tidak berbuat semau - maunya terhadap tamu lain khususnya keluarga besarku." Ucap Maximus sambil masuk ke dalam lift.
" Tuan aku mohon, jangan pecat aku." Mohon karyawati itu
Maximus tidak memperdulikan permohonan karyawatinya hingga pintu lift tertutup. Karyawati itupun berdiri dan menyesali kebodohannya.
" Akukan sudah bilang jadi begini kan." Ucap temannya yang tadi berusaha menasehati karyawati yang baru kerja tiga hari.
" Aku dendam dengan wanita itu gara-gara dia aku di pecat." Ucap karyawati yang tidak menyesali perbuatannya.
" Kamu itu anak baru, di kasih tahu malah tidak merasa bersalah, ya sudahlah malas bicara denganmu." Ucap karyawati tersebut meninggalkan anak baru yang menyimpan dendam terhadap Cantika.
Ting
Pintu lift terbuka Cantika berjalan ke arah ruangan suaminya sambil membawa dua paper bag.
__ADS_1
ceklek
Cantika membuka pintu ruangan suaminya dan matanya membulat sempurna melihat suaminya berpelukan dengan seorang wanita membuat Cantika menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Maaf tuan Aleandro saya telah mengganggu kesenangan tuan." Ucap Cantika sambil menutup pintu ruangan tersebut.
Cantika membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu lift dan melihat adik iparnya yang bernama Maximus keluar dari pintu lift.
" Kok kembali kak?" Tanya Maximus
" Hmmm... mommyku menghubungi aku katanya ada hal penting yang ingin dikatakan. Oh ya ini ada makanan untuk kak Aleandro dan kamu." Ucap Cantika sambil tersenyum walau matanya mulai berkaca-kaca sambil memberikan dua paper bag.
" Ada apa kak? Kakak ingin menangis?" Tanya Maximus sambil menerima dua paper bag dari tangan Cantika.
" Tidak ada apa-apa, sudah ya aku mau pergi dulu." Ucap Maya sambil masuk ke dalam lift.
Maximus yang penasaran langsung berjalan ke ruangan kakaknya dan membukanya dengan kasar.
brak
" Apa yang kamu lakukan!!!" Bentak Maximus melihat wanita itu membuka satu persatu kancing kemeja kakaknya.
" Maaf, kakak tuan tiba-tiba pingsan jadi saya membuka kancing kemejanya." Ucap sekretaris tersebut.
" Pergi!!!" Usir Maximus
Sekretaris tersebut sambil menahan amarahnya karena usahanya sia-sia pergi meninggalkan mereka berdua. Maximus langsung menghubungi kakak iparnya dan panggilan ke dua di angkat oleh Cantika.
" Kak Aleandro pingsan, kakak ke sini." Pinta Maximus
" Apa pingsan? Baik aku akan kembali ke atas." Jawab Cantika yang masih berada di lobby hotel.
Selesai menghubungi kakak iparnya Maximus menghubungi dokter keluarga untuk datang ke kantor tapi perlahan Aleandro membuka matanya.
" Maximus, kakak kepanasan." Ucap Aleandro sambil menggigit bibirnya agar dirinya tersadar.
" Si*l, kurang ajar sekretaris itu." Umpat Maximus
" Kakak bisa bangun?" Tanya Maximus
" Tubuh kakak lemas seperti tidak bertenaga." Ucap Aleandro
" Aku akan antar kakak ke kamar pribadi kakak." Ucap Maximus
Aleandro menganggukkan kepalanya kemudian Maximus membantu kakaknya dengan memegang bahu Aleandro untuk di papah menuju ke arah kamar pribadinya.
ceklek
Cantika membuka pintu ruangan suaminya dan suaminya tidak ada di ruangannya.
__ADS_1
" Kak Aleandro." Panggil Cantika
" Kak Aleandro ada di kamar kak." Ucap Maximus
Cantika berjalan ke arah kamar pribadi suaminya dan melihat wajah tampan suaminya yang sedang menahan sesuatu.
" Suamiku kenapa?" Tanya Cantika
" Sepertinya kak Aleandro di beri obat perangs**g dan di buat tubuhnya lemas." Ucap Maximus
" Apakah wanita itu pelakunya?" Tanya Cantika
" Bisa jadi, tolongin kakakku, aku akan kasih pelajaran wanita itu." Ucap Maximus sambil berjalan dengan langkah cepat meninggalkan mereka berdua.
" Sayang, apa ada yang tidak nyaman?" Tanya Cantika
" Sayang, aku ingin melakukan itu tapi tubuhku lemas." Ucap Aleandro.
Cantika membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu dan menguncinya kemudian Cantika membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian berlanjut membuka seluruh pakaian milik suaminya.
" Jangan di tahan sayang, aku akan memimpin." Ucap Cantika sambil menaiki tubuh suaminya.
Cantika memberikan pemanasan terlebih dahulu kemudian mulai memasukkan burung perkutut milik suaminya ke dalam sangkar miliknya hingga terdengar suara merdu dari mulut mereka berdua. Hingga satu jam lamanya akhirnya burung perkutut milik suaminya mengeluarkan muntahannya ke dalam rahimnya.
" Terima kasih sayang." Ucap Aleandro
cup
Maya mengecup bibir suaminya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping suaminya.
" Sama - sama sayang." Ucap Cantika sambil memeluk suaminya.
Aleandro perlahan membalas pelukan istrinya kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.
" Maaf sayang, tadi aku pikir sayangku selingkuh dengan sekretarismu." Ucap Cantika
" Maksudmu sayang?" Tanya Aleandro dengan nada bingung.
" Tadi pas aku membuka pintu melihat sayangku berpelukan dengan wanita itu dan aku pergi. Aku tidak tahu kalau sayangku pingsan." Ucap Cantika
" Sebenarnya aku tidak pingsan, aku memejamkan mata karena kepalaku mendadak pusing. Aku mendengar suaramu sayang tapi seluruh badanku lemah seperti tidak berdaya." Ucap Aleandro.
" Maafkan aku sayang." Sambung Aleandro merasa bersalah.
" Memang awalnya bagaimana?" Tanya Cantika
" Aku menyuruh sekretarisku untuk membuatkan minuman kopi hitam dan ketika aku meminumnya tiba-tiba badanku lemah dan dia langsung memelukku. Aku ingin memberontak tapi tenagaku tidak bisa aku gunakan, sekali lagi maafkan aku sayang." Ucap Aleandro penuh penyesalan.
" Sudah lupakan sayang tapi lain kali jika menyuruh sekretaris yang baru cek di cctv apakah dia berbuat yang aneh-aneh atau tidak." Ucap Cantika.
__ADS_1
Cantika kini berusaha untuk lebih percaya dengan suaminya dan dirinya bersyukur karena kesalahan pahaman sudah di atasi.
" Baik sayang." Jawab Aleandro.