Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Aku Mohon


__ADS_3

" Aku mohon jangan lakukan pada putriku." Mohon wanita paruh baya tersebut.


" Kalau tidak ingin katakan siapa yang menyuruh kalian?" Tanya daddy Thomas mengulangi perkataannya.


" Baik-baik aku akan katakan, Tio adalah ponakan kesayanganku dan ibunya adalah kakak kandungku. Gara - gara Cantika kakak kandungku, kakak iparku dan ponakanku meninggal dunia karena itulah aku menyewa pembunuh bayaran." Ucap wanita paruh baya itu sambil menahan rasa sakit pada ke dua kakinya dan juga telapak tangannya yang diinjak oleh daddy Thomas.


" Lalu siapa gadis itu?" Tanya daddy Thomas sambil menunjuk ke arah gadis itu yang mulai menggelinjang tubuhnya karena pengaruh obat perangsang.


" Dia putriku." Ucap wanita itu.


" Panas... Tolong puaskan aku." Mohon gadis itu.


" Aku mohon bebaskan kami." Mohon wanita itu dengan penuh harap.


" Cih, membebaskan kalian berdua jangan harap." Ucap daddy Thomas dengan nada sinis.


" Tembak wanita tua itu dan juga gadis itu." Ucap daddy Thomas sambil tersenyum menyeringai.


" Baik tuan." Jawab dua orang bodyguard.


" Aku sumpahin semoga keluarga kalian..." Ucap wanita itu terpotong bersamaan terdengar suara tembakan.


dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak wanita itu ketika peluru pistol itu mengenai keningnya.


Wanita itu langsung meninggal di tempat dengan mata melotot.


" Ibuuuuu.... Aku bersumpah akan membalas kalian semuanya." Ucap gadis itu sambil berusaha menahan hasratnya.


dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak gadis itu ketika peluru pistol itu mengenai keningnya.


Gadis itupun langsung meninggal di tempat dengan mata melotot.


" Kita pergi dari sini." Ucap Daddy Thomas.


" Bagaimana dengan sekretaris yang berada di ruangan sebelah dad?" Tanya Maximus.


Tanpa sepengetahuan Cantika, Aleandro memerintahkan anak buahnya untuk membawa sekretarisnya ke markas karena dirinya tidak ingin ada orang yang menyakiti istrinya.


" Sama seperti mereka tembaklah." Ucap daddy Thomas dengan nada dingin.


" Maaf tuan." Ucap salah satu bodyguard dengan nada ragu.


" Ada apa?" Tanya daddy Thomas sambil menatap anak buahnya.

__ADS_1


" Pakaiannya sangat seksi tuan, bolehkah kami mencicipinya?" Tanya anak buahnya


" Lakukanlah tapi setelah itu tembak dan kubur bersama ke dua wanita itu." Perintah daddy Thomas.


" Terima kasih tuan besar." Jawab anak buahnya tersebut sambil tersenyum menyeringai.


Daddy Thomas hanya diam tanpa menjawab ucapan anak buahnya dan membiarkan mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangan sebelah setelah daddy Thomas dan Maximus berjalan meninggalkan tempat tersebut.


" Daddy, kenapa mereka semua harus di bunuh?" Tanya Maximus sambil duduk di kursi pengemudi.


" Daddy tidak mau kejadian yang di alami daddy dan mommy terulang kembali ke anak-anak mommy dan daddy." Ucap daddy Thomas sambil duduk di samping pengemudi.


" Apakah kejadian seperti ini dulu pernah terjadi juga sama mommy dan daddy?" Tanya Maximus. sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Pernah, bacalah novel milik Yayuk Triatmaja dengan judul Cinta Pertama Mafia nanti kamu akan tahu awal pertemuan daddy dengan mommy kalian." Ucap daddy Thomas.


" Baik dad nanti Maximus baca setelah Maximus sudah sampai di rumah." Jawab Maximus.


Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya sambil mengingat masa lalu.


( " Mommy maafkan daddy yang dulu melukai hati mommy. Daddy berjanji untuk selalu melindungi mommy dan anak - anak kita serta menantu kita walau daddy harus membunuh sekalipun." Ucap daddy Thomas dalam hati ).


( " Aku tahu daddy melakukan ini agar kami selalu terlindungi dari orang yang ingin berbuat jahat. Aku akan selalu melindungi daddy dan mendukung semua apa yang dilakukan daddy karena apa yang dilakukan daddy tidak jahat. Salah siapa mereka mencari masalah dengan keluarga besar kami." Ucap Maximus dalam hati ).


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di tempat kediaman daddy Thomas dan mommy Gloria. Daddy Thomas dan Maximus turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama, dua orang bodyguard dengan sigap membuka pintu utama.


Daddy Thomas dan Maximus berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat mommy Gloria, Aleandro, Jonathan dan Johannes sedang menatap mereka berdua.


" Dua wanita itu ingin membalas dendam pada Cantika karena Tio ingin kembali pada Cantika tapi Cantika tidak mau." Jawab daddy Thomas.


( " Maafkan daddy kalau Daddy berbohong karena daddy tahu hati mommy lembut dan mudah memaafkan tidak seperti hati daddy. Daddy melakukan ini karena daddy ingin melindungi kalian semuanya." Ucap daddy Thomas dalam hati ).


Mommy Gloria hanya menganggukkan kepalanya sedangkan ke 4 putra mereka tahu kalau daddy mereka berbohong.


" Sudah malam kita istirahat." Ucap daddy Thomas sambil berdiri.


" Baik dad." Jawab ke empat putranya serempak.


Merekapun masuk ke dalam kamarnya masing-masing tanpa ada yang bicara sedikitpun.


xxxxxxxxxxxxxx


Delapan Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya kehidupan rumah tangga Aleandro dengan Cantika berjalan dengan harmonis. Tidak ada yang berani mengusik keluarga besar Thomas karena mereka semua tahu siapa daddy Thomas terlebih jika ada yang berani mengusiknya langsung pulang tanpa nama.


Kini usia kandungan Cantika sudah memasuki usia sembilan bulan tinggal menunggu hari h. Seperti biasa sebulan sekali keluarga besar daddy Thomas berkumpul di ruang keluarga. Daddy Thomas berserta istrinya, Aleandro berserta istrinya Cantika, Maximus bersama tunangannya Aurora, Quenby, Jonathan, Yohanes, dokter kasandra dengan suaminya Aska dan Cantika dengan suaminya tuan Robert.

__ADS_1


" Ssttt." Rintih Cantika sambil memegang lengan suaminya dengan erat.


Aleandro yang sedang mengobrol dengan Nathan menengok ke arah istrinya begitu pula dengan anggota keluarga lainnya termasuk ke dua mertuanya.


" Ada apa sayang?" Tanya Aleandro sambil menatap wajah pucat istrinya.


" Perutku sakit kak." Ucap Cantika sambil tangan kirinya membelai perutnya sedangkan tangan kanannya masih memegang lengan Aleandro.


" Coba aku cek dulu." Ucap dokter Kasandra.


Dokter Kasandra mulai mengecek kondisi Cantika setelah beberapa saat dokter Kasandra sudah selesai mengecek.


" Sebentar lagi lahiran lebih baik kita membawanya ke rumah sakit." Ucap dokter Kasandra.


" Bukankah daddy punya ruangan khusus untuk persalinan jadi untuk apa ke rumah sakit." Ucap daddy Thomas.


" Ya benar lebih baik di mansion daddy terlebih lebih aman." Ucap Aleandro sambil menggendong istrinya.


" Baiklah kalau begitu aku akan menghubungi dokter spesialis kandungan, dokter anak, dokter anastesi serta bidan." Ucap dokter Kasandra.


" Tidak perlu." Jawab daddy Thomas


" Kenapa dad?" Tanya dokter Kasandra.


Daddy Thomas mengambil ponselnya yang berada di saku kemejanya.


" Datang sekarang." Perintah daddy Thomas.


Tut tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban daddy Thomas mematikan ponselnya secara sepihak kemudian menyimpan kembali ponselnya.


" Ayo kita ke sana." Ucap daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab mereka serempak


Keluarga besar daddy Thomas berjalan ke ruangan khusus yang sangat luas mereka menunggu di luar pintu sedangkan Aleandro menunggu di dalam bersama para dokter.


" Daddy kenapa dulu aku melahirkan tidak di sini saja." Protes dokter Kasandra.


" Iya dad, kok aku juga tidak melahirkan di sini saja dad." Protes Cantika


ctak


" Aduh." Ucap dokter Kasandra ketika keningnya di sentil.


ctak

__ADS_1


" Aduh." Ucap Cantika ketika keningnya di sentil.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


__ADS_2