Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Kematian Rina


__ADS_3

" Ok." Jawab Rina singkat sambil menerima cek tersebut.


Tio hanya diam tanpa bicara sedikitpun melihat kebahagiaan Rina karena menerima cek tersebut. Tio langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Rina.


" Apakah kamu tidak ingin aku service?" Tanya Rina berusaha merayu Tio.


" Tidak, punyamu pasti sudah kendor dan tidak enak aku pakai." Ucap Tio tanpa memperdulikan perasaan Rina.


Rina menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya karena Tio berani menghinanya sedangkan Tio berjalan meninggalkan Rina menuju ke parkiran mobil.


Rina pun ikut keluar dari restoran tersebut dan tanpa sepengetahuan Rina dan Tio kalau percakapan mereka sudah di rekam oleh satu orang yang duduk saling membelakangi antara Rina dengan pria tersebut.


" Sudah kamu rekam?" Tanya teman pertama.


" Sudah, sebentar aku dengarkan dulu." Jawab teman ke dua


Pria ke dua itupun menyetel ulang hasil rekamannya setelah selesai pria ke dua menyimpan kembali rekamannya ke saku kemejanya.


" Suaranya sangat jelas." Ucap teman ke dua


" Bagus kita menyusul wanita ular itu sekalian kamu kirim ke bos." Ucap teman pertama.


" Ok." Jawab teman ke dua.


Ke dua pria itupun pergi meninggalkan tempat restoran tersebut dan mengikuti ke mana Rina pergi sambil mengikuti pria kedua mengirim hasil rekamannya ke bosnya.


Rina yang terbiasa berjalan kaki tanpa curiga berjalan menuju gang kecil hingga dirinya merasa diikuti oleh seseorang membuat Rina membalikkan badannya.


" Aku ada lowongan kerja kamu mau tidak?" Tanya pria pertama yang tahu kalau mereka di curigai oleh Rina.


" Bagian apa?" Tanya pria ke dua yang tahu kalau Rina sedang menatap mereka berdua.


" Bagian security." Ucap pria pertama sambil berjalan.


" Boleh deh, buat lamaran tidak?" Tanya pria ke dua sambil berjalan


"Buat donk, hanya sebagai formalitas saja kok." Ucap pria pertama.


Rina yang melihat mereka mengobrol membuatnya tidak curiga dan langsung membalikkan badannya. Rina berjalan ke arah rumah kos-kosan dan ke dua pria itu tetap mengikuti hingga Rina masuk ke dalam salah satu rumah kos-kosan.


Ke dua pria itu berjalan meninggalkan tempat itu ke arah pepohonan sedangkan Rina keluar dari salah satu rumah kos-kosan tersebut sambil meminta maaf.


" Maaf saya salah, saya pikir teman saya tinggal di sini." Ucap Rina

__ADS_1


" Tidak apa-apa santai saja." Ucap orang itu


Rina berjalan meninggalkan tempat tersebut hingga Rina berhenti di depan rumah minimalis. Rina mengeluarkan kunci rumah dan membuka pintu utama. Rina masuk ke dalam rumah dan langsung menguncinya sedangkan tanpa sepengetahuan Rina dua pria tadi yang mengikuti Rina tersenyum devil.


" Ternyata gadis itu sangat pintar untung kita lebih pintar dari dia." Ucap pria pertama.


" Ya benar, aku tidak menyangka kalau gadis itu benar-benar licik." Ucap pria ke dua


" Sekarang apa yang kita lakukan?" Tanya pria pertama.


" Kita tunggu kabar dari bos." Ucap pria ke dua


" Ok." Jawab pria pertama dengan singkat


Tidak berapa lama ponsel milik pria ke dua bergetar dan pria ke dua langsung mengambil ponselnya di saku kemejanya dan menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo bos." Panggil pria ke dua


" Kalian masih di sana?" Tanya daddy Thomas.


" Iya tuan." Jawab pria ke dua


" Tembak saja wanita ular itu." Ucap daddy Thomas dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab pria ke dua


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Daddy Thomas.


" Kita di suruh menembak gadis itu." Ucap pria ke dua.


" Ok." Jawab pria pertama singkat


Mereka berdua berjalan mengendap-endap ke rumah minimalis. Dua pria itu sangat profesional hanya membutuhkan satu menit mereka sudah masuk ke dalam rumah minimalis.


Ke dua pria itu melihat Rina sedang berbaring di ranjang dan sepertinya baru tertidur pulas.


" Hallo nona Rina." Panggil ke duanya serempak


Rina yang baru saja tertidur pulas terpaksa membuka matanya dan matanya membulat sempurna karena ke dua pria tadi yang mengikuti dirinya.


" Siapa kalian?" Tanya Rina sambil mencari sesuatu untuk dijadikan senjata.


" Malaikat pencabut nyawa." Ucap ke duanya dengan serempak.

__ADS_1


dor


" Akhhhhhhhh." Teriak Rina ketika peluru peredam suara mengenai dadanya hingga darah segar keluar dari dadanya.


dor


" Akhhhhhhhh." Teriak Rina kembali ketika peluru peredam suara mengenai dada sebelahnya hingga darah segar kembali keluar.


Tubuh Rina kejang-kejang hingga lima menit kemudian Rina menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata melotot. Ke dua pria itu pun mengecek nadi Rina.


" Sudah ma*i kita pergi dari sini." Ucap ke dua pria tersebut serempak.


Ke dua pria itupun pergi meninggalkan tempat tersebut. Setelah agak jauh dari tempat kejadian mereka membuang sarung tangan ke tong sampah kemudian membakarnya.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda setelah keluar dari restoran cepat saji, Tio berjalan ke arah mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah bar. Dirinya ingin minum-minum untuk menghilangkan stres namun dalam perjalanan mobil diikuti oleh mobil berwarna hitam.


" Mobil itu kenapa mengikuti aku terus?" Tanya Tio


" Apa hanya perasaanku saja? coba aku belok kanan kalau masih mengikuti ku aku akan mengemudikan mobilku dengan kencang." Ucap Tio


Tio dengan sengaja belok kanan dan mobil warna hitam itu pun tetap mengikutinya membuat Tio mempercepat laju mobilnya dan mendahului mobil lain hingga sepuluh menit kemudian Tio hendak melewati rel kereta api.


" Sebentar lagi kereta api lewat ini kesempatanku untuk kabur." Ucap Tio


Tio dengan nekat menambah kecepatan laju mobilnya dan berhasil mobil berwarna hitam tidak bisa lewat karena kereta lewat.


" Yes berhasil, lain kali aku akan berhati-hati." Ucap Tio sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar mobil itu tidak mengikutinya kembali.


Di dalam mobil berwarna hitam dua pria berteriak dengan nada frustasi karena targetnya berhasil lolos.


" Akhhhhhhhh.... si*l hampir saja." Umpat sopir yang melakukan mobilnya.


" Sudahlah aku akan menghubungi bosku dulu." Ucap pria di samping pengemudi.


Pria itupun menghubungi bosnya dan mengatakan kalau targetnya gagal, selesai berbicara pria itupun menutup ponselnya.


" Bagaimana?" Tanya temannya sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Kata bos, lain kali kita jangan sampai gagal." Ucap temannya yang berada di samping pengemudi.


" Kita pulang saja, badanku lelah." Ucap temannya sambil sekali-sekali melirik ke arah spion mobil.

__ADS_1


" Ok, rumahku paling dekat kamu menginaplah di rumahku." Ucap temannya di samping pengemudi.


" Ok." Jawab pria itu sambil mengendarai mobil menuju ke rumah temannya.


__ADS_2