Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Pertemuan Pertama Aleandro Alexander dan Maximus Alexander


__ADS_3

Cantika dan Claudia langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap ke dua pria yang sangat tampan menatapnya dengan tatapan tajam dan juga para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menatapnya juga menatapnya dengan tatapan tajam bercampur rasa iri hati karena di panggil oleh dua pemuda pujaan hati mereka.1


" Kakak memanggilku?" Tanya Cantika dan Claudia serempak sambil menunjuk dirinya sendiri.


grep


" Ikut aku." Ucap pemuda tampan itu sambil menarik tangan Cantika.


grep


" Ikut aku." Ucap pemuda tampan yang ke dua sambil menarik tangan Claudia


Cantika dan Claudia hanya saling menatap bingung dan membiarkan dirinya dibawa oleh mereka entah kemana yang pasti mereka sudah bersiap-siap jika mereka mempunyai rencana jahat. Salah satu pemuda tampan itu membuka pintu belakang pengemudi dan mendorong Cantika untuk duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan pemuda tampan satunya mendorong tubuh Claudia di kursi samping pengemudi.


Pemuda tampan pertama duduk di kursi pengemudi bersebelahan dengan Claudia sedangkan yang satunya duduk di sebelah Cantika.


" Kenapa kami di bawa ke dalam mobil?" Protes Cantika


" Iya betul itu." Ucap Claudia.


Ke dua pemuda tampan tersebut tidak menjawab ucapan ke dua gadis tersebut. Pemuda tampan yang duduk di kursi pengemudi mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membuat Claudia menengok ke arah Cantika.


" Berhenti kalau tidak aku akan lompat." Ancam Cantika


" Lompatlah kalau berani." Ucap pemuda tampan yang duduk di sebelah Cantika.


" Sebenarnya kenapa kami di bawa ke dalam mobil?" Tanya Cantika dengan nada kesal.


" Apa kesalahan kami hingga kami di bawa ke dalam mobil?" Sambung Claudia


" Kalian akan tahu." Jawab pemuda tampan tersebut.


Mobil itu terus berjalan hingga mereka sudah sampai di tempat yang tidak mereka kenal. Tempatnya sangat sejuk dan banyak tanaman bunga membuat Cantika dan Claudia memandangi taman itu dengan mata berbinar-binar. Mobil itupun berhenti di sebuah taman membuat Cantika dan Claudia turun dari mobil untuk melihat taman bunga tersebut.


" Sangat indah dan sejuk." Ucap Cantika sambil merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar.


" Aku baru pertama kali melihat taman seindah ini." Ucap Claudia sambil merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar sama seperti yang di lakukan oleh Cantika.


Ke dua pemuda tampan itu hanya tersenyum sekilas ke arah Cantika dan Claudia.


" Sudah selesai memandangi bunga?" Tanya salah satu pemuda tampan tersebut.

__ADS_1


Cantika dan Claudia langsung serempak menurunkan ke dua tangannya dan membalikkan badannya menatap tajam ke arah mereka berdua.


" Pertanyaanku belum di jawab, kenapa kami di bawa ke sini?" Tanya Cantika sambil menatap tajam ke arah ke dua pria tampan tersebut.


" Apa salah kami?" Sambung Claudia.


" Apa kalian berdua tidak ingat apa yang tadi kalian katakan pada kami di kampus?" Tanya ke dua pemuda tampan tersebut dengan serempak.


Cantika dan Claudia berdua terdiam sambil saling memandang untuk mengingat apa yang tadi di katakan. Setelah beberapa saat dirinya ingat apa yang tadi dikatakannya.


" Aku ingat tadi aku mengatakan ya betul paling tampan karena duitnya banyak jadi wajahnya bisa di permak." Ucap Cantika mengulangi perkataannya.


" Terus aku bilang pakaian kali di permak." Ucap Claudia ikut mengulangi perkataannya.


" Kemudian kami tertawa bersama." Ucap Cantika


" Lalu kenapa kami di bawa ke sini?" Tanya Claudia polos


" Kenapa mengatakan wajah kami di permak?" Tanya salah satu pemuda tampan tersebut sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.


Cantika dan Claudia saling menatap kemudian tertawa bersama.


" Apakah kalian ingin kami hukum?" Tanya ke dua pemuda tampan tersebut serempak sambil matanya melotot ke arah Cantika dan Claudia.


" Kau!!!" Ucap mereka serempak menatap tajam ke arah Claudia.


" Kenapa menghukum kami? Memangnya kami bersalah?" Tanya Cantika mengalihkan pembicaraan.


" Mengatakan wajah kami di permak dan menertertawakan kami, apakah itu namanya kalau tidak ingin di hukum." Ucap salah satu pemuda tampan tersebut.


" Merasa di permak tidak?" Tanya Cantika dan Claudia serempak


" Tidak." Jawab ke dua pemuda tampan tersebut.


" Kalau tidak kenapa mesti marah." Ucap Cantika.


" Cantika, lebih baik kita jalan-jalan menikmati taman bunga ini saja dari pada menghadapi dua orang yang tidak jelas." Ucap Claudia sambil menarik tangan Cantika.


Ke dua pemuda tampan itu masing-masing menggengam tangan Cantika dan Claudia membuat ke gadis itu menghentikan langkahnya.


" Ada apa lagi?" Tanya Cantika dan Claudia serempak sambil membalikkan badannya.

__ADS_1


Pemuda tampan yang menggenggam tangan Cantika langsung menarik tubuhnya kemudian memeluknya membuat Cantika terkejut terlebih melihat pemuda tampan itu mendekatkan wajahnya ke wajah Cantika.


cup


Entah kenapa pemuda tampan tersebut ingin mencium bibir Cantika tapi Cantika langsung memalingkan wajahnya membuat pemuda tampan itu mencium pipi Cantika begitu pula dengan Claudia hanya saja Claudia tidak sempat menghindar membuat pemuda tampan itu berhasil mencium bibir manis Claudia.


" Ciuman pertamaku!! Dasar pria mesum!!" Pekik Claudia sambil mendorong tubuh pemuda tampan tersebut.


bugh


" Dasar pria mesum!!!" Pekik Cantika sambil ikut mendorong tubuh pemuda tampan tersebut.


bugh


Cantika dan Claudia memukul masing-masing bahu ke dua pemuda tampan tersebut kemudian mengangkat tangan kanannya untuk bersiap menampar ke dua pemuda tampan tersebut.


grep


grep


Ke dua pemuda tampan itu langsung menahan tangan Cantika dan Claudia.


" Ini hukuman buatmu yang berani menertawakan aku." Ucap ke dua pemuda tampan tersebut dengan serempak.


Cantika dan Claudia sangat kesal berusaha menarik tangannya tapi tenaganya kalah kuat membuat Cantika dan Claudia memukul dengan tangannya yang tidak di pegang tapi ke dua pemuda tampan tersebut bisa menghindarinya.


" Akhhhhh... sakit.." Teriak salah satu pemuda tampan itu ketika kakinya di injak oleh Cantika sambil melepaskan tangan Cantika.


" Akhhhhh... sakit.." Teriak pemuda tampan satunya lagi ketika kakinya di injak oleh Claudia sambil melepaskan tangan Claudia.


" Ini hukuman buat si mesum." Ucap Cantika dan Claudia serempak sambil menatap tajam ke arah pemuda tampan tersebut.


" Kamu..." Ucap ke duanya serempak sambil memegangi kakinya yang di injak oleh ke dua gadis tersebut.


" Aku kenapa?" Tanya Cantika dan Claudia serempak sambil menatap tajam ke arah ke dua pemuda tampan tersebut.


" Baru kali ini ada gadis yang berani padaku." Ucap salah satu pemuda tampan tersebut.


" Iya betul, kalian seharusnya di beri hukuman yang berat." Ucap pemuda tampan satunya.


" Kenapa kami tidak berani? Memangnya siapa kalian?" Tanya ke duanya serempak.

__ADS_1


" Kenalkan aku Aleandro Alexander, anak pertama pemilik kampus di mana kalian kuliah." Ucap Aleandro


" Sedangkan aku Maximus Alexander, anak ke dua pemilik kampus di mana kalian kuliah." Ucap Maximus.


__ADS_2