
" Terima kasih dik, kapan kamu akan menikah dengan Claudia?" Tanya Aleandro
" Tahun depan kak, kami akan menikah." Ucap Maximus.
" Lama sekali." Ucap Aleandro
" Auch mommy kenapa menjewer aku?" Protes Aleandro
" Kamu jangan bilang begitu dengan adikmu karena menurut adat mommy jika satu keluarga tidak boleh mengadakan acara pernikahan sebanyak dua kali dalam satu tahun." ucap mommy Gloria sambil matanya mendelik ke arah putra sulungnya.
" Iya mommy maaf." Ucap Aleandro
" Tahun ini kamu tunangan dulu tahun depan baru kalian menikah." Ucap mommy Gloria.
" Baik mom." Jawab Maximus patuh.
Di tempat pesta dua pasang mata menatap tajam ke arah Cantika. Kilatan dendam di hati mereka berdua ketika melihat senyum kebahagiaan Cantika membuat ke duanya keluar dari tempat tersebut dan berjalan ke arah parkiran. Tanpa sengaja mereka bertemu kembali di tempat parkiran tersebut.
" Kak Tio." Panggil Rina
" Ada apa?" Tanya Tio dengan nada ketus.
__ADS_1
" Aku tahu kakak sangat marah dan membenci Cantika bagaimana kalau kita berkerja sama?" Tanya Rina penuh harap.
" Bekerjasama dalam hal apa?" Tanya Tio mulai tertarik dengan ucapan Rina.
" Kita bicara di dalam mobil bagaimana?" Tanya Rina
Tio menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membalikkan badannya ke arah mobil dengan diikuti oleh Rina.
" Masuklah." Perintah Tio membuka pintu mobil untuk Rina.
" Terima kasih kak." Jawab Rina sambil masuk ke dalam mobil milik Tio.
Tio hanya diam tidak menjawab ucapan Rina hanya menutup pintu mobil kemudian memutari mobilnya ke arah pengemudi dan masuk ke dalam mobil.
" Aku sangat lapar kak, kita makan dulu setelah itu kita membicarakan rencana kita." Ucap Rina
Tio menghembuskan nafasnya dengan perlahan kembali kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke restoran yang terdekat. Tio memarkirkan mobilnya ke sebuah restoran cepat saji.
Tio memesan makanan begitu pula dengan Rina setelah selesai memesan dan Tio langsung membayar pesanan mereka sambil membawa masing-masing nampan.
Mereka berdua mencari tempat duduk yang agak pojok kemudian mulai memakan makanan pesanan mereka tanpa bicara sedikitpun. Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
__ADS_1
" Ceritakan." Ucap Tio yang tidak ingin basa basi lagi dan berlama-lama dengan Rina.
" Bagaimana kalau kita menculik Cantika?" Tanya Rina dengan nada serius.
" Apakah kamu tidak tahu keluarga suaminya?" Tanya Tio yang sudah tahu latar belakang keluarga Aleandro.
" Tidak, memang mereka siapa?" Tanya Rina
" Ayah mertuanya mantan mafia dan diwariskan ke putra sulungnya yang sekarang menjadi suaminya Cantika. Mereka tujuh bersaudara dan semuanya hebat baik dalam bisnis maupun mereka semua bisa bela diri." Ucap Tio
" Apa??? Pantas saja mafia yang di sewa orang tuaku bisa kalah." Ucap Rina tidak percaya.
" Bagaimana dengan orang tuamu? Aku bisa menebak kalau ke dua orang tuamu sudah ma*i di bunuh oleh mereka." Ucap Tio
" Iya benar karena itulah aku sangat dendam terhadap Cantika." Ucap Rina
" Temanku ada kenalan ketua mafia tapi ketua mafia itu meminta enam orang untuk di ambil org*n tubuhnya dan dia akan melakukan apa saja yang kita minta. Apakah kamu bisa mendapatkannya?" Tanya Tio
Rina terdiam sambil berfikir bagaimana cara mendapatkan enam orang untuk di ambil org"n tubuhnya setelah beberapa saat Rina menemukan ide.
" Serahkan padaku tapi berikan aku uang dua puluh lima juta." Ucap Rina
__ADS_1
" Baik, ini aku berikan cek dua puluh lima juta kalau berhasil mendapatkan enam orang aku tambahkan lima juta lagi." Ucap Tio sambil menulis cek dengan nominal dua puluh lima juta rupiah dan diberikan ke Rina.