
Di saat yang genting Aleandro melihat istrinya dalam bahaya membuat Aleandro menembak ke arah Andri hingga pistol itupun terlepas dan jatuh ke jalan kemudian Aleandro turun dari jok motor milik Maximus begitu pula dengan Maximus di susul oleh Nathan yang juga turun dari jok motor milik Yohanes bersamaan dengan Yohanes yang juga turun dari motor sport.
Tidak berapa lama menyusul anak buah mafia pimpinan Aleandro dan Nathan mereka menembaki para penjahat sedangkan Aleandro berjalan dengan langkah cepat ke arah istrinya dan langsung memeluknya karena dirinya sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya. Mata elang Maximus melihat Andri diam - diam mengambil pistolnya kemudian ingin menembak kakak iparnya yang bernama Maya membuat Maximus mengarahkan pistolnya ke arah kening Andri.
dor
" Akhhhhh..." Teriak Andri ketika peluru itu mengenai tepat mengenai keningnya.
Bruk
Andri pun langsung ambruk ke jalan raya dengan mata melotot dan langsung meninggal di tempat kemudian Maximus berjalan ke arah kekasihnya Claudia sambil menembaki musuh- musuhnya hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka berhasil melumpuhkan musuh-musuhnya. Ada yang terluka dan ada yang sudah meninggal di tempat, yang terluka dan yang masih hidup di bawa ke markas Aleandro. Tanpa sepengetahuan mereka dari jarak yang lumayan jauh melihat kejadian tersebut dan memandangi wajah tampan Maximus dengan tatapan penuh kebencian.
***** Flash Back Off *****
" Kemungkinan wanita itu kekasih Andri Pakusadewo adik sepupu Tio Pakusadewo." Ucap Aleandro.
" Bisa jadi karena wanita itu memakai motor milik Andri dan dari kata-katanya ke kak Claudia kalau kak Maximus telah membunuh kekasihnya." Ucap Nathan
" Kakak akan hubungi anak buah kakak untuk menangkap wanita itu dan kamu hubungi Maximus dan beritahukan dia kalau kita sudah menemukan pelakunya." Perintah Aleandro.
" Baik kak." Jawab Nathan
Nathan menghubungi kembali kakaknya dan di sambungan pertama langsung di angkat oleh Maximus, Nathan pun memberitahukan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Maximus hanya mendengarnya sambil menahan amarahnya terhadap wanita itu yang telah tega menyakiti istri yang sangat dicintainya. Setelah selesai mengobrol sambungan komunikasi langsung terputus.
" Sudah ketahuan siapa pelakunya?" Tanya daddy Thomas
" Sudah dad, seorang wanita kemungkinan dia mantan kekasih Andri Pakusadewo." Ucap Maximus memberitahukan ke daddy Thomas.
" Andri Pakusadewo?" Tanya daddy Thomas ulang yang merasa familiar dengan nama belakang Pakusadewo.
" Andri Pakusadewo adik sepupu Tio Pakusadewo mantan kekasih kak Cantika." Ucap Maximus.
Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka tampak dokter Hendrik keluar dari pintu operasi dan berjalan ke arah mereka begitu pula dengan daddy Thomas dan Maximus langsung berdiri dan berjalan ke arah dokter Hendrik.
" Bagaimana keadaan istriku paman?" Tanya Maximus.
" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan tapi...." Ucap dokter Hendrik menggantungkan kalimatnya.
__ADS_1
" Tapi kenapa paman?" Tanya Maximus penasaran.
" Akibat pukulan yang mengenai perutnya tanpa berhenti membuat Claudia kesulitan mempunyai anak." Jawab dokter Hendrik.
duar
duar
Bagai petir di siang hari ketika Maximus mendengar ucapan dokter Hendrik membuat tubuhnya lemas dan untunglah daddy Thomas menahan tubuh putra ke duanya agar tidak terjatuh. Maximus membalikkan badannya kemudian memeluk daddy Thomas kemudian terisak, dirinya tidak perduli dikatakan cengeng atau apapun itu karena saat ini hatinya sangat sedih dan hancur.
" Daddy, apa yang harus aku katakan pada istriku jika istriku bertanya kenapa aku belum hamil." Ucap Maximus.
" Ssttt.. sudah..." Ucap daddy Thomas sambil menepuk punggung putranya.
" Kemungkinan mempunyai anak bisa tapi terlalu kecil." Ucap dokter Hendrik.
" Maximus dengarkan apa kata pamanmu istrimu bisa kemungkinan hamil jadi berpikirlah positif kalau kalian pasti bisa mempunyai anak." Ucap daddy Thomas.
" Baik daddy." Jawab Maximus sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan daddy Thomas.
ceklek
Daddy Thomas membuka pintu dan melihat putranya sedang duduk sambil menggenggam tangan istrinya sambil menatap istrinya dengan tatapan sendu. Daddy Thomas berjalan mendekati putranya bersamaan Claudia membuka matanya sambil menatap wajah tampan suaminya yang terlihat sedang sedih.
" Ada apa sayang?" Tanya Claudia dengan nada lembut
" Tidak ada apa-apa, ada yang sakit?" Tanya Maximus sambil tersenyum.
" Sedikit, aku ada dimana?" Tanya Claudia sambil menatap ke sekelilingnya dan melihat ayah mertuanya sedang menatap mereka berdua secara bergantian
" Kamu ada di rumah sakit, maafkan aku yang terlambat menolong mu." Ucap Maximus merasa bersalah
" Ssttt... Sudah lupakan jangan di ingat lagi." Ucap Claudia sambil berusaha melupakan kejadian tersebut.
" Daddy." Panggil Claudia sambil tersenyum
" Bagaimana keadaanmu?" Tanya daddy Thomas
__ADS_1
" Masih ada yang sakit dad." Ucap Claudia.
" Semoga lekas sembuh, daddy tinggalkan kalian berdua,"Ucap daddy Thomas sambil membelai rambut menantunya dengan lembut.
" Terima kasih dad." Jawab Claudia
Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya kemudian Claudia mengecup punggung tangan daddy Thomas dan di lanjutkan oleh Maximus. Daddy Thomas berjalan ke arah pintu ruang perawatan vvip menuju ke tempat sahabatnya dokter Hendrik.
" Sayang aku haus." Ucap Claudia ketika ayah mertuanya pergi meninggalkan mereka berdua
" Sebentar sayang." Jawab Maximus.
Maximus mengambil gelas yang berada di meja dekat ranjang istrinya kemudian memberikan gelas tersebut yang sudah ada sedotannya, Claudia meminum lewat sedotan hingga menyisakan setengah gelas kemudian Maximus meletakkan kembali gelasnya ke meja.
" Mau makan?" Tanya Maximus
" Sayang sudah makan?" Tanya Claudia tanpa menjawab ucapan suaminya.
" Belum." Jawab Maximus singkat sambil mangkok yang berisi bubur.
" Kenapa belum makan? Bukannya tadi mau makan bersama keluarga?" Tanya Claudia.
" Memang benar tapi pas mau makan tiba-tiba perasaanku tidak enak dan aku langsung kembali ke kamar." Ucap Maximus menjelaskan
" Aku melihatmu tergeletak di lantai, membuatku semakin bersalah padamu." Ucap Maximus
" Ssttt... Sudah jangan di ingat lagi." Ucap Claudia sambil tersenyum
" Aku suapi ya." Ucap Maximus sambil menyuapi bubur ke mulut Claudia.
Claudia membuka mulutnya dan Maximus mulai menyuapi bubur ke mulut Claudia, Claudia memakan bubur tersebut di suapan ke dua tangan Maximus di genggam oleh Claudia dan diarahkan ke mulut suaminya.
" Suamiku juga makan." Ucap Claudia sambil tersenyum.
Maximus hanya tersenyum dan membuka mulutnya akhirnya mereka makan bergantian dengan memakai satu sendok dan mangkok yang sama hingga lima enit kemudian bubur tersebut habis tanpa sisa. Maximus meletakkan kembali mangkoknya dan mengambil gelas yang masih tersisa setengah kemudian memberikannya pada istrinya, Claudia meminumnya hingga habis tanpa sisa setelah minuman habis Maximus mengambil botol dan menuangkan air mineral ke gelas Claudia kemudian meminumnya hingga habis.
" Istirahatlah." Ucap Maximus sambil merapikan selimut istrinya.
__ADS_1