
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di markas milik tuan Robert. Mobil Aska memasuki gerbang masion kemudian memarkirkan mobilnya kemudian ke tiga pria tampan tersebut turun dari mobil dan berjalan memasuki pintu utama.
Ke tiga pria tampan tersebut berjalan memasuki sebuah gudang yang lumayan luas dan melihat enam pria sudah berlumuran darah dan wajahnya lebam-lebam bekas pukulan anak buah tuan Robert.
" Apakah mereka sudah mengaku siapa yang memerintahkan mencelakai putra dan menantuku?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin dan tatapan membunuh sambil duduk dengan santai begitu pula dengan Maximus dan Aska.
" Mereka tetap tidak mau mengaku dad. Jawab tuan Robert.
" Maximus dan Aska, apakah kalian ingin memberikan pelajaran buat mereka?" Tanya daddy Thomas
" Ingin dad." Jawab Maximus dan Aska serempak.
" Baik, hukumlah mereka." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Maximus dan Aska serempak lagi.
" Kak Maximus duluan saja setelah itu baru giliranku." Ucap Aska yang masih duduk dengan santai.
" Ok." Jawab Maximus singkat sambil berdiri dan berjalan ke arah mereka.
Maximus berjalan ke salah satu dari ke enam pria tersebut.
" Lepaskan ikatannya." Perintah Maximus
" Baik tuan muda." Ucap Maximus
Dua orang bodyguard melepaskan ikatan pada ke dua tangan dan ke dua kakinya namu baru saja di lepas Maximus langsung menendang kursi tersebut.
brak
Kursi itupun terjatuh bersamaan dengan pria yang sudah tidak berdaya.
" Bunuh lah aku." Ucap pria itu.
" Terlalu enak buatmu jika ma*i sekarang." Ucap Maximus
duag
" Bangun!!" Bentak Maximus sambil menendang tubuh pria malang tersebut.
Pria itupun berusaha bangun sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh dan wajahnya.
" Ayo lawan aku." Ucap Maximus sambil memasang kuda-kuda.
" Tenagaku lemah untuk melawan dirimu, lebih baik kamu membunuhku." Ucap pria itu dengan tubuh gemetar.
" Cih, aku akan membebaskan dirimu asalkan kamu memberitahuku siapa yang menyuruhmu mencelakai kakak dan kakak iparku." Ucap Maximus sambil menatap tajam.
" Sampai ma*i pun kami tidak akan mengatakan siapa yang menyuruh kami." Ucap pria itu.
" Baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku." Ucap Maximus.
__ADS_1
Maximus memukul dan menendang tanpa jeda hingga pria itupun ambruk. Maximus menginjak tangan pria malang itu membuat pria itu berteriak kesakitan.
" Siapa yang menyuruhmu!! Hah!!!" Bentak Maximus.
" Akhhhhhhhh.... Aku tidak akan mengatakannya." Ucap pria malang itu sambil berteriak kesakitan
krakkk .....
" Akhhhhhhhh.... sakit...!!!" Teriak pria malang itu kesakitan.
Terdengar suara retakkan tangan dari pria malang tersebut membuat ke lima temannya tubuhnya bergetar.
" Dasar iblis!!!" Teriak ke lima temannya.
" Kalian yang iblis!!! kalian telah berani membuat kakak dan kakak iparku celaka!!!" Bentak Maximus.
" Sekali lagi aku tanya siapa yang memerintah mu melukai kakak dan kakak iparku!!!" Bentak Maximus
" Aku tidak akan mengatakannya." Ucap pria malang itu dengan nada lirih.
" Baiklah." Jawab Maximus singkat.
dor
" Akhhhhhhhh....!!!" Teriak pria malang itu kemudian ma*i dengan mata melotot.
Maximus menembak kening pria malang tersebut membuat pria itu berteriak kesakitan kemudian ma*i seketika.
" Sekarang giliranku." Ucap Aska sambil berdiri dari kursinya.
" Buang mayatnya di kandang buaya." Perintah Maximus sambil berjalan ke arah kursi dan duduk dengan santai.
" Baik tuan." Jawab salah satu anak buah tuan Robert.
Ke dua anak buah tuan Robert menarik salah satu kaki jasad pria malang itu dan diberikan ke kandang buaya sedangkan Aska menatap satu persatu kemudian berhenti pada pria yang menatapnya dengan tatapan tajam. Aska mengeluarkan pisau lipatnya dari balik saku jasnya bersamaan dering telepon milik Maximus.
Maximus melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata kekasihnya yang bernama Aurora yang seminggu lalu sudah jadian.
" Maaf, aku keluar sebentar mau angkat telepon." Ucap Maximus.
" Ok." Jawab daddy Thomas dan Aska singkat dan serempak.
Maximus berdiri dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu keluar.
" Temanmu sudah ma*i apakah kamu ingin menyusulnya?" Tanya Aska dengan nada santai tapi matanya menatap dengan tatapan membunuh.
" Lakukan lah karena aku tidak perduli." Ucap pria ke dua.
" Baiklah kalau begitu." Jawab Aska.
Aska mulai menyiksa layaknya seorang psycophath hingga suara jerit kesakitan menggema di ruangan tersebut membuat para musuh gemetaran melihat apa yang dilakukan oleh Aska
__ADS_1
" Akhhhhhhhh...." Teriak pria ke dua tersebut kembali.
Perbuatan Aska membuat ke empat temannya semakin gemetar karena melihat kesadisan Aska.
" Bagaimana masih kurang?" Tanya Aska
" Bunuh aku." Pinta pria ke dua tersebut.
" Semoga suami istri itu ma*i!!!" Teriak pria ke tiga
dor
" Akhhhhhhhh." Teriak pria ke tiga tersebut dan langsung ma*i di tempat.
Daddy Thomas yang mendengar teriakkan pria ke tiga langsung mengeluarkan senjatanya dari balik saku jasnya kemudian menembak pria ke tiga tersebut di keningnya membuat pria ke tiga ma*i di tempat.
" Ya semoga saja mereka berdua ma*i." Ucap pria ke dua yang ingin ma*i lebih cepat.
Aska yang mendengar umpatan pria itu kembali menyiksa membuat pria itupun menjerit kesakitan.
" Jangan sekali-kali mencoba memprovokasi diriku." Ucap Aska dengan nada dingin.
" Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Aska
Pria itu hanya berbicara tidak jelas membuat Aska bosan.
" Buang pria ini ke kandang buaya." Ucap Aska dengan nada dingin.
( " Aku tidak mungkin meneruskan yang lebih sadis karena ada daddy Thomas ayah mertuaku takutnya nanti kami di suruh tinggal di mansion sedangkan aku betah di mansionku sendiri bersama istri tercintaku untuk melakukan yang enak-enak." Ucap Aska dalam hati ).
Walau daddy Thomas dan mommy Gloria tahu kalau dirinya seorang psycophath tapi ke dua mertuanya memberikan kesempatan ke Aska untuk berubah dan berusaha menghilangkan jiwa psycopath nya.
" Baik tuan." Jawab salah satu bodyguard.
Ke dua anak buah tuan Robert menarik salah satu kaki jasad pria malang itu dan diberikan ke kandang buaya hingga terdengar suara teriakan kesakitan beberapa saat setelah itu tidak terdengar suara pria itu lagi. Kini tinggal 3 pria yang masih hidup dan siap untuk dieksekusi.
" Bagaimana dengan istri ke tiga pria itu?" Tanya daddy Thomas.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.
Hadiah pertama pulsa 100,000
Hadiah ke dua pulsa 75,000
Hadiah ke tiga pulsa 50,000
Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.
__ADS_1
Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻