
Cantika tersenyum kemudian bangun dari ranjangnya namun tiba-tiba kepalanya terasa berat tapi Cantika berusaha untuk bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
bruk
" Cantika!!" Teriak Aleandro
Karena tidak kuat menahan rasa pusing membuat Cantika ambruk dan tidak sadarkan diri membuat suaminya terkejut dan berteriak.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya Aleandro sambil menepuk perlahan pipi Cantika namun Cantika masih setia memejamkan matanya.
Aleandro cepat-cepat memakai celana boxernya kemudian memakaikan pakaian milik Cantika berikut da lam mannya bersamaan pintu kamar pribadinya di ketuk.
" Kak Aleandro, aku Maximus." Panggil Maximus
Aleandro membuka pintu dan melihat adiknya bersama seorang dokter wanita yang menatapnya tanpa berkedip tapi Aleandro tidak memperdulikan tatapan lapar dokter tersebut.
" Kakak sudah sadar, kalau begitu dokternya aku suruh pulang saja." Ucap Maximus
" Jangan, sekarang gantian istriku pingsan." Ucap Aleandro sambil membuka pintu kamarnya agak lebar.
" Kakak itu .." Ucap Maximus sambil menunjuk bagian bawahnya.
Aleandro menepuk keningnya karena dirinya lupa kalau hanya menggunakan celana boxernya kemudian mengambil celana panjang dan kemeja yang masih baru kemudian masuk ke arah kamar mandi.
" Tolong cek kondisi kakak iparku." Ucap Maximus dengan nada dingin.
" Baik tuan." Jawab dokter tersebut.
Dokter itupun duduk di samping ranjang Cantika dan mulai mengecek kondisi Cantika setelah lima menit kemudian dokter itupun sudah selesai mengecek kondisi Cantika.
" Istriku sakit apa dok?" Tanya Aleandro sambil membuka pintu kamar mandi.
" Sepertinya istri tuan hamil untuk memastikan lagi tuan dan nyonya cek ke rumah sakit." Ucap dokter tersebut.
" Apa dok hamil?" Tanya Aleandro tidak percaya
" Sebentar lagi aku punya ponakan." Ucap Maximus tersenyum bahagia
" Baru kemungkinan tuan, untuk lebih memastikan cek ke dokter kandungan." Ucap dokter tersebut.
" Tapi kenapa istriku pingsan?" Tanya Aleandro sambil duduk di samping istrinya.
" Itu karena istri tuan kelelahan melakukan hubungan suami istri jadi untuk kedepannya kurangi aktifitas hubungan suami istri." Ucap dokter tersebut.
( " Di perutnya terdengar jelas suara detak jantung dan bisa dipastikan kalau istrinya hamil dan aku harap dengan mengatakan hal itu tuan Aleandro berpaling dan memilihku menjadikan aku sebagai pemuas ranjangnya. Aku sangat cantik bahkan lebih cantik dari istrinya." Ucap dokter tersebut dalam hati ).
" Baik dok." Jawab Aleandro sambil menggenggam tangan istrinya.
" Sayang maafkan aku ya." Ucap Aleandro sambil mengusap pipi istrinya.
" Kenapa meminta maaf?" Tanya dokter tersebut kepo
" Ini urusan suami istri, dokter silahkan keluar." Usir Maximus
__ADS_1
" Tapi..." Ucapan dokter tersebut terpotong oleh tatapan tajam Aleandro.
Dokter itupun menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga dengan wajah di tekuk.
" Maximus, kenapa bukan dokter keluarga yang di panggil?" Tanya Aleandro
" Dokter keluarga yang biasa di panggil sedang melakukan operasi jadi meminta temannya untuk datang ke sini." Jawab Maximus
" Bilang sama dokter keluarga untuk tidak memakai jasa dokter itu lagi karena tatapan matanya membuatku menjadi jijik." Ucap Aleandro
" Iya kak, aku juga jijik dengan tatapan dokter itu." Jawab Maximus.
" Eughhhh... " Cantika melenguh dan perlahan membuka matanya.
" Sayang sudah sadar." Ucap Aleandro
" Aku di mana?" Tanya Cantika
" Kamu masih di ruangan pribadiku, kita sekarang pergi ke rumah sakit." Ucap Aleandro
" Memang aku sakit apa?" Tanya Cantika yang merasa tubuhnya baik-baik saja.
" Tadi kamu pingsan, apakah sayangku tidak ingat?" Tanya Aleandro
Cantika berusaha mengingat kembali setelah bebas saat Cantika menganggukkan kepalanya.
" Memang aku sakit apa?" Tanya Cantika ulang
" Sayangku tidak sakit kata dokter sayangku hamil dan untuk lebih memastikan lagi kita pergi ke dokter dulu untuk memastikan lebih lanjut." Ucap Aleandro.
" Kepalanya sudah tidak pusing lagi?" Tanya Aleandro dengan nada kuatir.
" Sudah tidak lagi sayang." Jawab Cantika
" Ok kita pergi sekarang dan untuk kamu Max jaga kantor kakak mau pergi ke rumah sakit." Ucap Aleandro.
" Baik kak, semoga hasilnya positif." Ucap Maximus
" Amin." Jawab Aleandro dan Cantika serempak.
Aleandro dan Cantika keluar dari ruangan Aleandro menuju ke arah lift. Aleandro menekan tombol lift lantai dasar setelah beberapa lama pintu lift terbuka Aleandro dan Cantika masuk ke dalam pintu lift.
" Semoga kamu hamil anak kembar." Ucap Aleandro sambil membelai perut istrinya yang masih rata.
" Amin, tapi sayang kalau aku ternyata tidak hamil bagaimana?" Tanya Cantika dengan nada kuatir.
cup
" Kita bikin lagi sampai kamu hamil." Ucap Aleandro kemudian mengecup kening istrinya.
Ting
Pintu lift terbuka Aleandro dan Cantika keluar sambil berpelukan dari arah samping membuat karyawati menatapnya dengan tatapan iri hati terhadap Cantika karena mereka tahu kalau Aleandro pemilik perusahaan di mana tempat mereka berkerja terkenal dengan sifat arogant dan susah untuk di dekati.
__ADS_1
" Aish, itu sih maunya kamu sayang." Ucap Cantika dengan wajah di tekuk.
" Pffftttt... Hahaha... Habis enak sih." Ucap Aleandro sambil tertawa lepas.
Semua karyawan dan karyawati sangat terkejut melihat tawa lepas Aleandro karena selama ini Aleandro tidak pernah menampilkan wajah senyum dan tawa lepas. Aleandro dan Cantika berjalan ke arah lobby perusahaan menuju ke arah mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
" Tuan Aleandro sangat tampan." Ucap salah satu dari mereka ketika melihat tuan Aleandro dan Cantika masuk ke dalam mobil.
" Iya benar apalagi baru kali ini aku melihat tuan Aleandro tersenyum dan tawa lepas bikin hatiku meleleh." Ucap karyawati ke dua.
" Wanita itu pasti pakai dukun." Celetuk karyawati yang iri dengan Cantika.
" Hush ... Jangan bicara sembarangan ingat tadi karyawati baru di pecat gara-gara membentak nyonya Cantika." Ucap karyawati ke tiga
" Aku kan tidak membentak hanya bicara apa adanya." Ucap karyawati ke dua
" Terserah katamu karena aku tidak mau di pecat." Ucap karyawati ke tiga
Karyawati ke dua hanya bisa ngedumel tidak jelas hingga dirinya mendapat panggilan dari manager HRD untuk datang ke ruangannya lewat telepon.
" Aku dipanggil ke ruangan HRD ada apa ya?" Tanya karyawati ke dua penasaran
" Tuh kan aku bilang juga apa." Ucap Karyawati ke tiga.
" Tidak mungkin aku di pecat, memangnya mereka mendengar apa yang aku katakan." Ucap karyawati ke dua penuh percaya diri.
Karyawati itupun pergi ke ruangan HRD dan ternyata benar dirinya di pecat dengan tidak hormat membuat dirinya semakin membenci Cantika.
Di tempat yang berbeda Cantika dan Aleandro sudah sampai di rumah sakit dan Cantika berbaring di ranjang. Perawat tersebut memberikan gel dingin ke perut Cantika kemudian dokter kandungan meletakkan stick yang terhubung dengan layar televisi.
" Selamat ya tuan dan nyonya, nyonya positif hamil kembar empat dan sekarang memasuki usia 12 minggu." Ucap dokter tersebut
" Apa dok saya hamil anak kembar empat?" Tanya ulang Cantika
" Ya benar lihat di dalam kantung ada empat bulatan." Ucap dokter tersebut sambil menunjuk empat bulatan di layar.
Kebahagiaan Cantika dan suaminya ketika Cantika dinyatakan positif hamil terlebih mereka di karuniai kembar empat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.
Hadiah pertama pulsa 100,000
Hadiah ke dua pulsa 75,000
Hadiah ke tiga pulsa 50,000
Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.
Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻
__ADS_1