
Merekapun makan bersama tanpa ada yang bicara sedikitpun sedangkan Maximus melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah lift. Maximus menekan tombol dua puluh lima hotel VVIP khusus keluarga besar Thomas.
Ting
Pintu lift terbuka Maximus langsung keluar lift dan berjalan ke arah kamarnya. Maximus mendorong pintu kamarnya yang memang tidak di kunci. Mata Maximus membulat sempurna melihat istri yang dicintainya berlumuran darah dan tergeletak di lantai.
" Claudia!!!" Teriak Maximus sambil berjalan ke arah Claudia dan memeluknya. Maximus mengambil ponselnya yang di simpan di saku kemejanya dan menghubungi daddy Thomas.
Di hotel yang sama hanya di lantai yang berbeda daddy Thomas dan keluarganya sedang makan bersama namun baru saja setengah piring ponsel milik daddy Thomas.
" Siapa yang menghubungi daddy." Ucap daddy Thomas sambil mengambil ponselnya di saku kemejanya.
" Maximus, kok telepon ada apa ya? Tanya daddy Thomas dengan nada bingung sambil menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Ada apa?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.
" Daddy... hiks... hiks.. Claudia dad." Ucap Maximus sambil terisak.
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh daddy Thomas dan daddy Thomas langsung berdiri.
" Aleandro, Nathan kalian berdua ikut daddy dan yang lainnya di sini." Ucap daddy Thomas dengan nada dingin dan datar.
" Baik dad." Jawab Aleandro dan Nathan serempak sambil saling menatap.
" Jika kalian sudah selesai makan pulang ke mansion dan untuk Yohanes kamu siapkan mobil depan pintu lift parkiran." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Yohanes.
" Ada apa dad?" Tanya mommy Gloria
" Maaf mommy, nanti daddy ceritakan kalau sudah tahu apa yang terjadi." Ucap daddy Thomas.
Daddy Thomas langsung berjalan dengan di ikuti oleh Aleandro dan Nathan sedangkan yang lainnya hanya saling memandang.
" Sudah kalian lanjutkan makannya." Ucap mommy Gloria ketika melihat anak-anaknya hanya saling memandang.
" Baik mom." Jawab mereka serempak.
Merekapun melanjutkan makannya dengan cepat sedangkan daddy Thomas, Aleandro dan Nathan masuk ke dalam lift dan Nathan menekan tombol lift.
" Daddy sebenarnya ada apa?" Tanya Aleandro penasaran.
" Maximus menangis dan menyebut nama Claudia, daddy yakin ada sesuatu dengan Claudia." Ucap daddy Thomas.
__ADS_1
" Kak Maximus menangis pasti ada sesuatu dengan kak Claudia." Tebak Nathan
" Sepertinya begitu mengingat Maximus tidak pernah menangis kecuali waktu bayi." Ucap daddy Thomas.
Ting
Pintu lift terbuka bertepatan melihat Maximus sedang menggendong Claudia yang sedang berlumuran darah segar. Daddy Thomas Aleandro dan Nathan tidak jadi keluar lift sedangkan Maximus masuk ke dalam lift.
" Apa yang terjadinya?" Tanya daddy Thomas.
" Tidak tahu dad, pas aku masuk ke dalam kamar melihat Claudia tergeletak di lantai." Ucap Maximus dengan wajah sendu dan air mata tidak berhenti keluar.
" Si*l kenapa kita bisa kecolongan." Umpat daddy Thomas dengan nada kesal.
" Aleandro dan Nathan kalian berdua cek cctv siapa yang masuk ke kamar Maximus. Biar daddy, Maximus dan Yohanes ke rumah sakit mengantar Claudia." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Aleandro dan Nathan serempak.
Lantai dua puluh pintu lift terbuka Aleandro dan Nathan langsung keluar dari lift dan berjalan ke ruangan cctv dan pintu lift tertutup kembali menuju ke lantai dasar.
" Maximus kalau kamu lelah biar daddy yang menggendong Claudia." Ucap daddy Thomas.
" Tidak dad, biar Maximus yang menggendong istriku." Ucap Maximus.
Ting
" Apa yang terjadi dad?" Tanya Yohanes sambil melirik ke arah belakang dengan menggunakan spion mobil untuk melihat Maximus.
" Daddy juga tidak tahu kata Maximus, Claudia ditemukan tergeletak di lantai." Jawab daddy Thomas.
" Kenapa orang itu sangat jahat pada kak Claudia? Orang itu harus mati dad karena telah tega menyakiti kakak ipar." Ucap Yohanes.
" Ya kematian yang tidak pernah orang itu bayangkan." Ucap daddy Thomas sambil menahan amarahnya.
" Oh ya dad, kak Aleandro dan kak Nathan kemana dad?" Tanya Yohanes
" Daddy menyuruh ke dua kakakmu untuk menyelidiki cctv hotel." Ucap daddy Thomas.
" Semoga ketahuan siapa pelakunya." Ucap Yohanes.
" Semoga saja." Ucap daddy Thomas.
Maximus diam saja mendengarkan percakapan daddy dengan adik kembarnya karena dirinya sangat kuatir dengan istrinya. Maximus hanya memeluk istrinya yang tubuhnya sudah mulai dingin dan berharap tidak terjadi sesuatu dengan istrinya.
xxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Di tempat yang berbeda Aleandro dan Nathan berjalan ke ruang cctv.
" Kalian keluarlah nanti aku hubungi kalau sudah selesai." Ucap Aleandro
" Baik tuan muda." Jawab salah satu petugas cctv.
Empat orang petugas cctv pergi meninggalkan ruangannya meninggalkan Aleandro dan Nathan sedangkan Aleandro dan Nathan duduk di ruangan cctv.
" Kak Maximus datang pas mau makan bersama jam sembilan pagi, berarti aku cek jam delapan empat puluh lima menit." Ucap Nathan sambil mengutak atik laptopnya.
Setelah hampir tiga menit lebih akhirnya Nathan dan Aleandro dapat melihat rekaman cctv. Mereka melihat Maximus keluar dari kamar dan tidak berapa lama muncul seorang yang memakai seragam pelayan hotel dengan memakai topi dan masker masuk ke dalam kamar pengantin Maximus dengan Claudia.
" Kak Aleandro, orang itu sangat mencurigakan." Ucap Nathan
" Kakak juga merasakan hal yang sama, coba kakak buka cctv kamar pengantin Maximus." Ucap Aleandro mulai mengutak atik laptopnya dengan memberikan sandi yang tidak bisa diketahui oleh orang lain kecuali keluarga besarnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Aleandro berhasil dan melihat orang itu membuka pintu kamar dan melihat Claudia masih terbaring dengan pulas tanpa mengetahui ada bahaya. Orang itu berjalan perlahan menuju ke arah ranjang sambil mengeluarkan pisau dan menusuknya ke arah Claudia.
" Tidak ada suara kak." Ucap Nathan yang penasaran.
" Sebentar." Jawab Aleandro.
Aleandro mulai mengutak atik kembali laptopnya dan tidak berapa lama terdengar suara teriakan Claudia.
jleb
" Akhhhhhhhh..." Teriak Claudia ketika perutnya di tusuk membuat Claudia memaksakan dirinya membuka matanya.
" Siapa kamu?" Tanya Claudia sambil tangannya menahan pisau itu agar tidak masuk terlalu dalam ke perutnya.
" Suamimu telah membunuh kekasihku dan aku ingin suamimu juga harus merasakan apa itu kehilangan orang yang dicintainya." Ucap orang itu dengan tatapan membunuh.
duag
bruk
Claudia menendang wajah orang tersebut hingga terjatuh, Claudia berusaha bangun dari ranjang dan merekapun saling berkelahi tapi tubuh Claudia masih lemas di tambah darah yang keluar dari perutnya tidak berhenti mengeluarkan darah segar membuat Claudia merasakan pusing.
duag
" Akhhhhhhhh.." Teriak Claudia lagi ketika tubuhnya di tendang oleh wanita itu
bruk
Claudia terjatuh ke lantai dan orang itupun tanpa jeda memukul tubuh Claudia sedangkan Claudia hanya bisa pasrah karena tenaganya sangat lemah.
__ADS_1
Aleandro dan Nathan melihat Claudia tidak sadarkan diri dan orang itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan membiarkan Claudia yang berlumuran darah segar dari perut, hidung dan mulut.
" Suara nya seperti seorang wanita." Ucap Aleandro.