
Aleandro hanya menganggukkan kepalanya sambil menunggu istrinya selesai mandi dirinya mengambil ponselnya untuk mengecek perusahaan miliknya.
ceklek
Seorang perawat membuka pintu sambil membawa nampan sambil tersenyum manis. Perawat itupun berjalan ke arah ranjang Aleandro sedangkan Aleandro tidak memperdulikan kehadiran perawat tersebut.
" Maaf tuan, makanannya." Ucap perawat tersebut dengan suara menggoda.
" Letakkan di meja saja." Ucap Aleandro dengan nada dingin.
" Baik tuan, apakah tuan mau saya suapi?" Tanya perawat tersebut dengan nada masih menggoda.
" Sekali ini aku katakan jika mencoba merayuku lagi maka bersiaplah untuk tidak di terima berkerja di mana pun kamu ingin melamar kerja." Ancam Aleandro sambil menatap tajam ke arah perawat tersebut.
" Maaf tuan." Jawab perawat itu dengan wajah ketakutan.
Perawat itupun pergi meninggalkan Aleandro sendirian dan tidak berapa lama pintu kamar mandi terbuka. Aleandro memalingkan wajahnya ke arah istrinya sambil tersenyum manis berbeda tadi menatap perawat.
" Tadi aku dengar ada suara wanita?" Tanya Cantika sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Iya tadi ada perawat datang membawakan makanan." Ucap Aleandro sambil meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjangnya.
" Sayang, mau aku suapi?" Tanya Cantika
" Boleh sayang." Jawab Aleandro
Cantika mulai menyuapi suaminya makan dan tidak membutuhkan waktu lama Aleandro menghabiskan bubur yang berada di mangkok. Cantika mengambil gelas yang berisi air mineral dan memberikan ke suaminya, Aleandro meminumnya hingga tanpa sisa.
" Buburnya lebih enak buatanmu." Ucap Aleandro.
" Tapi kok habis." Goda istrinya sambil meletakkan gelas ke meja dekat ranjang.
" Karena yang menyuapi kamu makanya habis." Ucap Aleandro
" Ada aja alasannya." Ucap Cantika sambil mencolek hidung mancung suaminya.
Aleandro hanya tersenyum melihat istrinya mencolek hidungnya.
" Sayang, tidak makan?" Tanya Aleandro
" Iya, aku mau makan di kantin." Jawab Cantika.
" Makan di sini saja." Ucap Aleandro sambil mengambil ponselnya yang tadi diletakkan di meja dekat ranjangnya.
" Ok." Jawab Cantika singkat sambil duduk di kursi dekat ranjang suaminya.
Aleandro memesan makanan untuk istrinya setelah selesai Aleandro meletakkan ponselnya di atas meja.
" Sayang, aku bosan makan tidur... makan tidur." Keluh Aleandro.
" Habis bagaimana lagi sayangku kan lagi sakit." Ucap Cantika.
__ADS_1
" Iya sih, untung ada istri tercinta yang menemaniku jadi aku tidak bosan." Ucap Aleandro.
" Bisa aja gombalnya." Ucap Cantika sambil menarik hidung mancung suaminya.
grep
cup
Aleandro menangkap tangan Cantika kemudian mengecupnya.
" Terima kasih sayang sudah mau menemaniku." Ucap Aleandro
" Kamukan suamiku masa aku tidak mau menemani suamiku yang sedang sakit." Ucap Cantika sambil tersenyum.
Aleandro ikut tersenyum dan tidak lama pintu ruang perawatan VVIP terbuka dan salah satu bodyguard Aleandro datang sambil membawa paper bag. Cantika berdiri dan berjalan ke arah bodyguard untuk mengambil paper bag tersebut.
" Terima kasih paman." Ucap Cantika sambil tersenyum.
" Sama-sama nona." Jawab bodyguard sambil ikut tersenyum.
Bodyguard itupun menundukkan kepalanya ke arah Aleandro kemudian ke arah Cantika setelah selesai bodyguard itu pergi meninggalkan mereka berdua.
" Sayang makanlah nanti temani aku tidur." Pinta Aleandro.
" Ok." Jawab Cantika
Cantika berjalan ke arah sofa dan membuka paper bag yang berisi makanan dan minuman. Setelah selesai berdoa Cantika mulai makan hingga lima belas menit kemudian Cantika sudah selesai makan dan minum. Cantika membuang bekas makanan dan minuman ke tong sampah.
" Ayo sayang temani aku tidur." Ajak Aleandro yang dari tadi menunggu istrinya selesai makan.
" Baiklah." Jawab Aleandro.
" Kalau mengantuk tidur saja dulu nanti aku menyusul." Ucap Cantika
" Aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk istriku." Ucap Aleandro manja.
" Sebelum ketemu aku bukannya bisa tidur?" Tanya Cantika
" Iya tapi semenjak kita menikah aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu." Ucap Aleandro sambil menarik hidung mancung istrinya.
" Baiklah aku temani tidur." Ucap Cantika karena tidak tega melihat suaminya yang sedari tadi menguap terus.
Cantika naik ke ranjang dan berbaring berhadapan dengan suaminya sambil memeluknya sedangkan Aleandro langsung membalas pelukan istrinya dan tidak membutuhkan waktu lama Aleandro tertidur dengan pulas.
" Kalau tidur seperti ini suamiku seperti bayi sangat tampan dan imut. Aku harap aku cepat hamil dan anakku sangat mirip dengan suamiku." Ucap Cantika sambil menatap wajah tampan suaminya.
Tidak berapa lama Cantika ikut tertidur dengan pulas, mereka berdua tidur saling berpelukan sambil mencari kehangatan karena suhu di ruang perawatan VVIP sangat dingin.
Sebulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya Aleandro sudah berkerja di perusahaan bersama adiknya yang bernama Maximus. Hubungan Aleandro dengan istrinya berjalan dengan harmonis terlebih sikap penurut Cantika membuat Aleandro sangat bahagia.
__ADS_1
" Mommy, Cantika mau mengantar makan siang ke perusahaan kak Aleandro." Pamit Cantika sambil mengecup punggung tangan ibu mertuanya.
" Hati-hati ya." Ucap mommy Gloria
" Baik mom." Jawab Cantika
" Daddy, Cantika berangkat dulu." Pamit Cantika sambil mengecup punggung tangan ayah mertuanya.
" Hati-hati kalau ada apa-apa kabarin kami." Ucap daddy Thomas
" Baik dad." Jawab Cantika
Cantika berjalan ke arah pintu utama dan dengan cekatan kepala pelayan langsung membuka pintu utama.
" Terima kasih paman." Jawab Cantika sambil menenteng dua paper bag yang berisi makanan siang untuk suaminya dan adik iparnya.
" Sama-sama nona." Jawab kepala pelayan
Cantika tersenyum kemudian berjalan ke arah depan mobil yang sudah terparkir dengan cantik.
" Silahkan masuk nyonya muda." Ucap bodyguard yang merangkap sebagai sopir.
" Terima kasih paman." Jawab Cantika sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.
" Sama-sama nona." Jawab sopir tersebut sambil menutup pintu mobil.
Sopir itupun memutari mobilnya dan membuka pintu depan mobil dan duduk di kursi pengemudi dengan diikuti oleh temannya yang duduk di samping pengemudi. Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan Aleandro.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai. Salah satu bodyguard membuka pintu mobil belakang dan Cantika turun dari mobil sambil membawa dua paper bag. Cantika berjalan dengan santai masuk ke dalam lobby dan berjalan ke arah lift.
" Hei nona, lift itu khusus petinggi CEO!!" Bentak salah satu karyawati yang baru masuk.
" Saya tahu, terus kenapa?" Tanya Cantika sambil menahan emosinya karena dirinya di bentak oleh karyawati suaminya.
" Kalau sudah tahu..." Ucap karyawati itu terpotong oleh temannya.
" Maafkan teman saya nyonya, dia tidak tahu." Jawab salah satu karyawati dengan wajah pucat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.
Hadiah pertama pulsa 100,000
Hadiah ke dua pulsa 75,000
Hadiah ke tiga pulsa 50,000
Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.
__ADS_1
Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻