
" Maaf tuan, alat untuk pemacu detak jantung harus di lepas." Ucap salah satu perawat.
" Tidak, aku percaya istriku sedang tidur dan sebentar lagi akan bangun." Ucap Aleandro bersikeras.
" Sayang, sudah kamu harus kuat." Ucap daddy Thomas sambil menahan rasa sesak di hatinya.
Walau daddy Thomas baru mengenal menantunya tapi daddy Thomas sudah menganggap Cantika sebagai putri kandungnya sedangkan Maximus, Nathan dan Yohanes serta dokter Hendrik hanya menatap wajah kesedihan Aleandro tanpa bisa berbuat apa-apa.
" Daddy, aku sangat yakin istriku hanya tidur." Ucap Nathan sambil membelai wajah pucat istrinya.
Aleandro berusaha bangun membuat daddy Thomas dan Maximus membantu Aleandro untuk berdiri kemudian Aleandro menarik tubuh lemah Cantika dan memeluknya.
" Sayang, bangun aku mohon aku tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Aleandro dan tidak berapa air matanya keluar dan membasahi wajah Cantika.
" Kakak, ikhlaskan kak Cantika." Ucap Maximus sambil membelai punggung kakaknya.
" Daddy, Maximus, Nathan dan Yohanes bantu kakak bangunkan Cantika jangan lama-lama tidurnya." Mohon Aleandro sambil menatap satu persatu orang yang sangat di cintainya dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Maaf tuan, saya cabut alat detak jantungnya ya?" Pinta perawat itu dengan nada lembut.
" Tidak boleh." Ucap Aleandro dengan tegas.
" Sayang, ayo bangun." Ucap Aleandro sambil memeluk istrinya dengan erat.
Perlahan jari jemari Cantika bergerak dan membalas pelukan suaminya kemudian membuka matanya dengan perlahan membuat mereka yang melihatnya tidak percaya apa yang dilihatnya.
" Sayang, aku tidak bisa nafas." Ucap Cantika lirih.
Aleandro langsung mengurangi pelukannya dan menatap wajah pucat istrinya tapi masih terlihat cantik.
cup
" Terima kasih sayang, aku sangat takut kehilanganmu." Ucap Aleandro sambil mengecup seluruh wajah istrinya.
" Sayang malu banyak orang." ucap Cantika.
" Aleandro dan semuanya bisa keluar sebentar." Pinta dokter Hendrik
" Memang kenapa paman?" Tanya Aleandro sambil meletakkan perlahan tubuh istrinya ke ranjang.
" Paman akan mengecek kondisi istrimu." Ucap paman Hendrik.
" Baik paman." Jawab Aleandro sambil menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua tangannya dengan kasar.
Daddy Thomas dan Maximus meletakkan perlahan tubuh Aleandro ke kursi roda kemudian Maximus mendorong kursi roda dengan diikuti oleh daddy Thomas sedangkan Nathan dan Yohanes membuka pintu ruang operasi dengan lebar agar daddy Thomas dan Nathan yang mendorong kursi roda keluar ruangan tersebut di susul oleh Nathan dan Yohannes.
Mommy Gloria, Quenby, dokter Kasandra bersama suaminya Aska dan Cantika Putri bungsunya bersama suaminya tuan Robert langsung berdiri dan berjalan ke arah daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Nathan dan Yohanes.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sekedar informasi :
Cerita tentang Mommy Gloria dan daddy Thomas bisa baca novel dengan judul Cinta Pertama Mafia. Mereka mempunyai 7 anak kembar yang bernama :
Aleandro Alexander menikah dengan Cantika Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika ) mempunyai empat anak kembar, 2 laki - laki dan 2 perempuan.
Maximus Alexander menikah dengan Claudia Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika ) mempunyai 3 anak kembar, satu laki-laki dan 2 perempuan.
__ADS_1
Quenby Alexander
Jonathan Alexander menikah dengan Maya Larasati ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia ) masih proses pembuatan anak.
Yohanes Alexander menikah dengan Aurora Borealis ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia ) masih proses pendekatan.
Kasandra Alexander menikah dengan Araska Dacosta Abner ( Nama Novel : Mafia VS Psychophat ) mempunyai sepasang anak kembar
Cantika Alexander menikah dengan Robertus Alexander Graham ( Nama Novel dengan judul Mafia VS Psychophat ) mempunyai dua putra kembar yang sangat mirip dengan Robert yang bernama Rey Alexander Graham dan Roy Alexander Graham.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Bagaimana keadaan menantuku?" Tanya mommy Gloria dengan wajah sendu sambil memeluk suaminya.
" Cantika sudah sadar mom sekarang lagi diperiksa sama paman Hendrik." Ucap daddy Thomas.
" Syukurlah." Jawab mereka serempak kecuali Aleandro, Maximus, Nathan dan Yohanes.
" Tidak dad, Aleandro masih ingin menunggu istriku." Ucap Aleandro.
" Baiklah, kalau kalian ingin pulang silahkan biar daddy menjaga Aleandro." Ucap daddy Thomas.
" Daddy dan mommy istirahat saja biar aku yang menjaga kak Aleandro." Ucap Maximus.
" Aku juga mau menjaga kak Aleandro." Ucap Nathan dan Yohanes serempak.
" Baiklah kalau begitu mommy dan daddy pulang." Ucap daddy Thomas.
" Kami juga pulang." Ucap dokter Kasandra dan Aska serempak.
" Aku juga mau pulang." Ucap Cantika dan tuan Robert serempak.
" Sama aku juga mau pulang, mau tidur siang." Ucap Quenby
" Dasar tukang tidur." Ledek Nathan
" Nathan, aku ini kakakmu tidak boleh meledekku." Ucap Quenby kemudian mulutnya di buat menggembung membuat yang ada di situ tertawa.
" Hanya selisih beberapa detik, sebenarnya waktu itu aku mau keluar duluan tapi karena kamu menghalangiku untuk keluar jadi terpaksa aku mengalah." Ucap Nathan.
" Aish nyebelin, awas ya kak kalau kakak kenal dengan kekasih aku akan gangguin kakak agar jangan mau menikah dengan kakak." Ancam Quenby.
" Kakak tidak mau menikah." Ucap Nathan
" Kenapa tidak mau menikah?" Tanya mommy Gloria dengan nada bingung.
" Wanita itu merepotkan mom." Jawab Nathan
bugh bugh
__ADS_1
bugh bugh
Mommy Gloria, Quenby, dokter Kasandra dan Cantika memukul bahu Nathan.
" Aduh.... aduh... aduh... aduh... kenapa memukul Nathan?" Protes Nathan sambil mengusap bahunya yang lumayan sakit karena ke empat wanita itu memukulnya dengan tenaga.
" Kamu bilang wanita itu merepotkan berarti mommy dan saudara-saudara perempuanmu merepotkan mu." Ucap mommy Gloria sambil menatap tajam ke arah putranya.
" Khusus mommy dan saudara-saudara perempuanku tidak termasuk." Ucap Nathan menjelaskan.
" Kalau istri kakak?" Tanya Aleandro
" Tidak termasuk juga kak." Ucap Nathan sambil tersenyum Pepsodent.
" Tidak semua wanita itu merepotkan Nathan." Ucap daddy Thomas.
" Memang benar dad, tapi Nathan ingin sendiri dulu." Ucap Nathan.
" Ok, asalkan jangan bengkok." Ucap Aleandro.
" Astoge kakak, aku pria normal ngga mungkin bengkok." Ucap Nathan sambil mengelus dadanya.
Semuanya tertawa dan satu persatu pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak berapa lama pintu operasi terbuka. Dua perawat mendorong brankar di mana Cantika berbaring menuju ke ruang perawatan VVIP.
Kini Aleandro duduk di kursi roda sambil menggenggam tangan istrinya sambil tersenyum bahagia sedangkan Maximus, Nathan dan Yohanes berdiri.
" Aku sangat lapar, kalian mau pesan makanan?" Tanya Maximus yang tidak ingin mengganggu kakak dan kakak iparnya sambil memberikan kode ke arah ke dua adiknya.
" Aku juga mau makan, kak Aleandro mau pesan tidak?" Tanya Nathan.
" Boleh, kakak juga mau nitip makanan." Ucap Aleandro.
" Kak Aleandro baru sembuh lebih baik makan bubur." Ucap Maximus.
" Kakak tidak suka bubur." Ucap Aleandro yang memang tidak begitu suka dengan bubur.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.
Hadiah pertama pulsa 100,000
Hadiah ke dua pulsa 75,000
Hadiah ke tiga pulsa 50,000
Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.
Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻
dan novel ke dua ku juga dapat hadiah berupa pulsa.
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Tyatul untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Nafsu atau Cinta.
__ADS_1
Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘