
" Ke tiga istri mereka berada di ruangan sebelah." Ucap tuan Robert
" Bawa mereka ke sini." Perintah daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab tuan Robert
Tuan Robert memberikan kode ke anak buahnya untuk membawa ke tiga istri penjahat tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama ke tiga istri tersebut sudah berada di hadapan mereka.
" Kalian masing-masing melihat pasangannya sejenak setelah itu aku ingin bertanya lagi, siapa yang menyuruh kalian untuk mencelakai putra dan menantuku?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin.
hening
hening
" Baiklah kalau itu mau kalian, Robert suruh semua anak buahmu lakukan ke tiga istri mereka secara bersamaan." Perintah daddy Thomas dengan nada dingin.
" Baik dad." Jawab tuan Robert patuh sambil memberikan kode ke arah anak buahnya.
" Tunggu, baik aku akan mengaku." Jawab salah satu dari mereka yang tidak ingin istrinya di gilir bersama anak buah tuan Robert.
" Siapa yang memerintahkan kalian?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin
" Orang tua Tio Pakusadewo." Ucap pria itu.
" Kenapa mereka melakukannya?" Tanya daddy Thomas
" Karena mereka marah putranya ma*i di bunuh oleh putra tuan karena itulah menyewa kami untuk membunuh putra tuan dan menantu tuan." Jawab salah satu pria tersebut.
" Kami sudah mengatakan jadi aku mohon bebaskan kami." Ucap salah satu pria yang sudah menceritakan semuanya.
" Iya benar bebaskan kami, kami berjanji untuk tidak melukai keluarga tuan." Ucap teman sebelahnya.
Daddy Thomas membuka mulutnya tetapi tiba-tiba ponselnya berdering. Daddy Thomas mengambil ponselnya dan melihat Quenby putri nomer tiga menghubungi dirinya.
" Ada apa sayang?" Tanya daddy Thomas
" Daddy... hiks... hiks.. kak Cantika hiks..." Ucap Quenby sambil terisak.
" Cantika kenapa?" Tanya daddy Thomas
" Kak Quenby biar Yohanes bicara dengan daddy." Ucap Yohanes
" Iya kak hiks.. hiks..." Ucap Quenby masih terisak.
" Hallo daddy." Panggil Yohanes
" Katakan apa yang terjadi?" Tanya daddy Thomas.
" Daddy, kak Cantika sedang hamil kembar empat tapi dokter mengatakan harus pilih salah satu milih kak Cantika yang hidup atau semuanya..." Ucap Yohanes menggantungkan kalimatnya.
" Bagaimana dengan Aleandro?" Tanya daddy Thomas yang hatinya terasa di hantam batu yang sangat besar mendengar berita buruk tersebut.
" Kak Aleandro mengalami koma karena itu keputusan ada di tangan daddy." Ucap Yohanes sambil menahan rasa sesak di hatinya.
" Akhhhhhhhh... si*l." Ucap daddy Thomas dengan nada frustasi.
" Ada apa dad?" Tanya Maximus, Aska dan tuan Robert serempak dengan nada panik
__ADS_1
" Cantika hamil kembar 4 tapi dokter memintaku untuk memilih Cantika yang selamat atau semuanya..." Ucap daddy Thomas menggantungkan kalimatnya.
" Kak Aleandro?" Tanya Maximus dengan hati yang terasa remuk rendam.
Empat keponakan yang belum dilihat haruskah pergi untuk selama-lamanya, bagaimana dengan Aleandro dan Cantika jika mereka sadar nanti ketika mengetahui anak yang mereka idamkan ternyata harus pergi untuk selama-lamanya.
" Aleandro mengalami koma." Ucap daddy Thomas.
" Apa jawaban daddy?" Tanya Maximus
" Hallo daddy, apa jawaban daddy?" Tanya Yohanes dari sebrang.
" Bagaimana keadaan mommy? Apakah mommy sudah tahu?" Tanya daddy Thomas.
" Mommy sudah sadar sekarang sama Kasandra dan Cantika. Mommy tidak tahu karena takutnya mommy pingsan." Ucap Yohanes.
" Daddy pilih menantu daddy." Jawab daddy Thomas dan tidak berapa lama air mata keluar.
" Baik dad, nanti aku katakan pada dokter." Ucap Yohanes
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus, daddy Thomas menatap mereka dengan tatapan membunuh.
" Awalnya aku ingin membebaskan kalian tapi ketika aku mengetahui kalau aku kehilangan ke empat cucuku yang belum sempat aku lihat maka pikiranku menjadi berubah. Kalian semua harus ma*i, tembak semua termasuk istri mereka." Ucap Daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab mereka serempak.
" Tuan maafkan kami, biarkan kami hidup... kami mohon tuan." Mohon mereka
" Kami mohon ampun tuan, ampuni kami." Mohon mereka lagi.
" Tembak!!!" Perintah daddy Thomas
Suara tembakan saling bersahutan begitu pula dengan suara teriakan terakhir mereka menuju kematian.
" Buang mereka ke kandang buaya, Aska, Robert dan Maximus kita pergi sekarang." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab mereka serempak
Tuan Robert memberikan kode ke anak buahnya kemudian menyusul daddy Robert menuju ke garasi mobil.
" Robert, ikut mobil kami saja." Ajak Aska
" Ok." Jawab tuan Robert singkat.
Ke empat pria tampan itu masuk ke dalam mobil, Aska mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah rumah sakit.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di rumah sakit di man Cantika masih setia memejamkan matanya perlahan menggerakkan jarinya dan tidak berapa lama membuka matanya menatap seorang pria tapi masih terlihat samar.
" Dokter pasien sadar." Ucap perawat
Dokter itupun menatap wajah pucat Cantika.
" Nyonya syukurlah sudah sadar, maaf nyonya kami sedang menunggu keputusan dari keluarga untuk menyelamatkan nyonya tapi anak yang di dalam kandungan nyonya tidak bisa diselamatkan atau menyelamatkan semuanya tapi tidak bisa menjamin semuanya selamat." Ucap dokter tersebut menjelaskan.
__ADS_1
" Tolong selamatkan anak-anakku, aku tidak ingin anak-anakku digugurkan." Mohon Cantika dan tidak berapa air matanya keluar.
" Berjanjilah padaku dokter." Sambung Cantika dengan wajah penuh permohonan.
" Baik nyonya kami akan berusaha untuk menyelamatkan nyawa nyonya termasuk anak-anak nyonya." Jawab dokter tersebut.
" Terima kasih dokter." Jawab Cantika dan tidak berapa lama Cantika kembali tidak sadarkan diri.
tutttttttt...
Terdengar suara nyaring dari alat mesin jantung yang ditempelkan di tubuh Cantika.
" Suster ambilkan alat pengejut jantung." Perintah dokter tersebut.
" Baik dokter." Jawab perawat tersebut sambil berjalan dengan langkah cepat untuk mengambil alat pengejut jantung.
ceklek
" Suster apa yang terjadi?" Tanya Nathan
" Maaf tuan, saya mau mengambil alat pengejut jantung nyonya Cantika jantungnya berhenti berdetak." Ucap perawat itu menjelaskan sambil berjalan dengan langkah cepat.
" Apa??? Kak Cantika." Ucap Nathan dengan wajah sedih.
" Kak Cantika pasti baik-baik saja." Ucap Yohanes sambil memeluk kakaknya dari arah samping.
" Kakak harap begitu, kak Aleandro juga belum sadar dari koma." Ucap Nathan sambil membalas pelukan adiknya.
Tidak berapa lama perawat itupun datang sambil membawa alat pengejut jantung dan berjalan menuju ke arah ruang operasi.
" Suster tolong selamatkan kakak iparku." Mohon Nathan dan Yohanes untuk pertama kalinya mereka berdua memohon karena selama ini mereka paling anti untuk memohon.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.
Hadiah pertama pulsa 100,000
Hadiah ke dua pulsa 75,000
Hadiah ke tiga pulsa 50,000
Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.
Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Liana Kiezie untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Terjerat Cinta Berondong Kaya.
__ADS_1
Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘