
" Terima kasih sayang." Jawab Claudia sambil tersenyum bahagia dan membalas pelukan suaminya.
" Mommy senang kalian berdua saling menerima satu sama lainnya dan semoga saja kalian berdua cepat mendapatkan momongan." Ucap mommy Gloria sambil memeluk suaminya dari arah samping.
" Daddy juga senang melihat kalian seperti ini." Ucap daddy Thomas sambil membalas pelukan istrinya dari arah sampuing.
" Oh iya, aku punya kenalan dokter nanti kak Claudia bisa berobat dan secepatnya mempunyai anak tapi nunggu kak Claudia sehat dulu." Ucap dokter Kasandra.
" Terima kasih buat mommy, daddy, suamiku dan saudara-saudaraku yang sangat baik dan tulus menyayangiku." Ucap Claudia dengan nada tulus sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Maximus.
" Kak Claudia kan sudah bagian dari keluarga kami dan sebagai anggota keluarga harus saling menyayangi." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum manis.
" Benar kata putriku, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami jadi tidak perlu berterima kasih." Ucap daddy Thomas.
Claudia hanya tersenyum hatinya sangat bahagia mempunyai suami dan keluarga suaminya sangat baik padanya hal itu membuat Claudia berjanji untuk melindungi mereka semua walau harus mengorbankan nyawanya.
" Sekarang beristirahat kami akan keluar dulu." Ucap mommy Gloria sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan suaminya.
" Kami dari tadi sudah tidur mom." Jawab Maximus.
" Kalau begitu mengobrollah, mommy mau ke kantin." Ucap mommy Gloria.
" Maximus titip makanan dan minuman ya mom." Ucap Maximus.
" Ok." Jawab mommy Gloria singkat sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu.
" Daddy ikut." Ucap daddy Thomas ikut membalikkan badannya dan berjalan berdampingan dengan istri tercintanya.
" Kalau begitu aku juga balik mau menemui suamiku dulu." Ucap dokter Kasandra kut membalikkan badannya dan berjalan mengikuti ke dua orang tuanya dari arah belakang.
" Memang Aska ada di mana?" Tanya mommy Gloria tanpa membalikkan badannya.
" Ada di kantin mom, katamya ada yang ingin dibicarakan." Ucap dokter Kasandra.
Mommy Gloria hanya menganggukkan kepalanya dan mereka keluar dari ruang perawatan menuju ke arah kantin meninggalkan mereka berdua.
" Sayang, apa masih ada yang sakit?" Tanya Maximus.
" Badanku masih terasa sakit, memang kenapa sayang?" Tanya Claudia.
" Tidak ada apa - apa sayang." Ucap Maximus sambil tersenyum.
" Aku tahu apa yang ada dipikiran suamiku." Ucap Claudia.
" Memang apa yang aku pikirkan?" Tanya Maximus sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Melakukan itu." Ucap Claudia sambil matanya menatap ke arah tombak sakti miliknya.
Maximus mengikuti arah pandangan istrinya setelah mengetahuinya hanya tersenyum mesum membuat istrinya menggelengkan kepalanya karena tombak sakti milik suaminya terlihat mulai sesak.
" Hehehe... ternyata aku ketagihan dengan tubuhmu." Ucap Maximus sambil menundukkan wajahnya ke leher istrinya.
" Lakukan sayang, tapi pelan-pelan ya." Ucap Claudia yang juga sama-sama menginginkan.
" Benarkah?" Tanya Maximus sambil menatap istrinya dengan tatapan mesum.
" Benar sayang, aku juga ingin tapi sebelum itu kunci pintunya." Ucap Claudia sambil tersenyum malu dengan wajah merona merah.
" Syukurlah kamu juga ingin kalau begitu aku akan mengunci pintu dulu." Ucap Maximus sambil berdiri dengan tegak.
Maximus membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kamar perawatan VVIP dan menguncinya setelah terkunci Maximus membalikkan badannya kembali dan berjalan ke arah istrinya sambil melepaskan dasi yang terasa mencekiknya kemudian berlanjut melepaskan jas dan kemeja hingga menampilkan dada dan perutnya yang kotak-kotak membuat Claudia menatapnya tanpa berkedip.
" Kamu suka dengan tubuhku?" Goda Maximus sambil melepaskan gesper nya dan berlanjut menarik resletingnya.
" Sangat suka, suamiku sangat tampan." Puji Claudia sambil tersenyum.
" Tentu saja aku sangat tampan semua yang ada padaku adalah milikmu begitu pula sebaliknya." Ucap Maximus sambil menarik celana panjangnya dan membuangnya secara asal.
Claudia hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya sedangkan suaminya menurunkan bagian terakhirnya yang menutupi tombak saktinya sedangkan Claudia menatapnya tanpa kedip sambil memegangi privasinya.
" Kenapa sayang?" Tanya Maximus sambil naik ke atas ranjang.
" Pantas saja kemarin malam pas kita melakukan itu punyaku terasa sangat sakit ternyata punya suamiku besar banget." Ucap Claudia.
" Istriku sukakan?" Goda Maximus sambil menarik segitiga bermuda milik istrinya.
Claudia hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya sedangkan Maximus mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah dirasa cukup barulah Maximus menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya. Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga satu jam kemudian lahar miliknya keluar dan dimasukkan ke dalam rahim Claudia.
__ADS_1
Maximus menarik tombak saktinya kemudian memindahkan tubuhnya ke arah samping kemudian turun dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya tapi sebelumnya Maximus membantu istrinya untuk membersihkan bagian privasinya dengan menggunakan lap handuk yang ada di kamar mandi.
xxxxxxxxxxxxxxxx
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya kehidupan rumah tangga Aleandro dengan istrinya yang bernama Cantika hidup bahagia dan mereka di karuniai 4 anak kembar dua laki - laki dan 2 perempuan sedangkan Maximus bersama istrinya belum di karuniai buah hati. Claudia sangat sedih karena dirinya sudah berobat kemana-mana tidak berhasil tapi Maximus dengan sabar dan selalu menghibur istrinya agar tidak bersedih.
" Sayang sudah satu tahun kita menikah tapi sampai sekarang aku belum juga hamil, kalau suamiku menginginkan seorang anak aku tidak apa-apa jika suamiku menikah lagi asalkan suamiku mau menceraikan aku." Ucap Claudia setelah mereka selesai melakukan hubungan suami istri sambil memeluk suaminya dari arah samping dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
" Sayang kan tahu di agama kita di larang adanya perceraian, apalagi di hatiku tidak ada niat sedikitpun untuk mencari kekasih karena aku sangat mencintaimu dengan tulus." Ucap Maximus sambil membalas pelukan istrinya.
" Aku juga sangat bahagia bisa menikah dengan istri sebaik dirimu." Jawab Maximus
" Kita mandi bersama yuk." Ajak Maximus sambil melepaskan pelukannya.
" Ok." Jawab Claudia sambil ikut melepaskan pelukannya.
Maximus turun dari ranjang dan langsung menggendong istrinya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Hampir satu jam lebih mereka baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk tentunya melakukan yang enak-enak lagi. Mereka berjalan ke arah lemari namun tiba-tiba kepala Claudia terasa sangat pusing membuat Claudia memegang lengan suaminya.
" Sayang, kepalaku pusing..." Ucapan Claudia terhenti bertepatan tubuhnya hampir terjatuh ke lantai karena suaminya langsung menahan tangan Claudia.
" Claudia.... Claudia..." Panggil Maximus sambil menggendong istrinya ala bridal style dan berjalan ke arah ranjang.
Maximus dengan perlahan meletakkan tubuh Claudia kemudian menghubungi adiknya dokter Kasandra sambungan pertama langsung di angkat oleh adiknya.
" Ada apa kak?" Tanya dokter Kasandra tanpa basa basi karena dirinya tahu kalau kakaknya telepon pasti ada maunya.
" Cepat datang, Claudia pingsan." Ucap Maximus
Tut Tut Tut
" Aish, kakakku yang satu ini mirip dengan kak Aleandro dan daddy." Ucap dokter Kasandra.
" Kenapa sayang?" Tanya Aska.
" Kakak ipar pingsan, aku mau ke mansion kakak." Ucap dokter Kasandra.
" Aku akan mengantarmu." Ucap Aska
Merekapun pergi ke mansion tempat tinggal kakaknya bersama istrinya sedangkan Maximus setelah selesai menelepon adik kembarnya Maximus mengambil pakaian segi tiga bermuda dan memakaikan ke istrinya setelah beres baru dirinya memakai pakaiannya.
Lima belas menit kemudian Maximus sudah selesai memakai pakaian santai dan kini duduk di ranjang sambil menggenggam tangan istrinya dengan wajah kuatir.
Tok Tok Tok
" Masuk." Jawab Maximus.
Ceklek
Dokter Kasandra membuka pintu dan masuk ke dalam kamar kakak kembarnya sambil melihat Claudia masih berbaring di ranjang dengan wajah pucat dan masih memejamkan matanya.
" Aku akan mengecek kondisi kakak ipar tapi kakak keluar dulu." Ucap dokter Kasandra.
" Tidak, aku ingin menemani istriku." Tolak Maximus.
" Lebih baik kakak keluar temani Aska mengobrol." Ucap dokter Kasandra.
" Baiklah." Jawab Maximus singkat dengan nada pasrah.
Maximus keluar dari kamarnya dan melihat Aska sedang berdiri menatap ke arah anak tangga membuat Maximus ingin mengusili adik iparnya.
" Mau bunuh diri ya? Jangan di sini kasihan istriku nanti ketakutan lagi kalau malam-malam ada hantu terbang di tangga." Ucap Maximus.
" Aish, kakak bisa saja mana mungkin aku punya pikiran sampai bunuh diri, hidupku sudah sangat bahagia mempunyai istri yang sangat cantik, baik dan juga anak-anak yang lucu." Ucap Aska sambil tersenyum bahagia.
" Syukurlah kakak ikut senang jika kalian saling mencintai dan hidup bahagia." Ucap Maximus sambil tersenyum.
" Terima kasih kak karena keluarga kakak mau menerimaku yang banyak kekurangan ini." Ucap Aska dengan wajah sendu.
" Seperti kata mommy kita harus memberikan kesempatan untuk memperbaiki sifat seseorang." Ucap Maximus.
Aska hanya tersenyum bahagia terlebih jiwa psychophat sudah lama mati sejak dirinya kenal dengan dokter Kasandra dan tidak berapa lama pintu kamar Maximus terbuka membuat dua pria tampan membalikkan badannya dan melihat dokter Kasandra tersenyum bahagia.
" Kenapa tersenyum? Bagaimana keadaan istriku?" Tanya Maximus.
" Selamat kak, istri kakak hamil untuk lebih memastikan kakak ipar di cek di rumah sakit." Ucap dokter Kasandra.
__ADS_1
" Apa hamil?? Kamu tidak bercanda kan?" Tanya Maximus dengan wajah bahagia.
" Aku serius." Ucap dokter Kasandra.
" Kak Maximus, kami antar ke rumah sakit untuk memastikan." Usul Aska.
" Baik kakak akan ke kamar dulu." Ucap Maximus sambil berjalan ke arah kamarnya.
Ceklek
Maximus membuka pintu dan melihat istrinya sedang membelai perutnya yang masih rata sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Sayang aku hamil." Ucap Claudia sambil tersenyum bahagia sambil menyerahkan testpack.
Maximus menerima tes pack tersebut dan melihat ada garis dua membuat Maximus tersenyum bahagia kemudian berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian untuk istrinya.
" Sayang, kita pergi ke rumah sakit mau melihat anak kita." Ucap Maximus sambil meletakkan pakaiannya ke ranjang.
" Baik sayang." Jawab Claudia sambil bangun dari ranjang.
Claudia langsung mengganti jubah handuk dengan memakai dress setelah hampir lima belas menit Claudia sudah selesai bersiap, mereka berempat langsung keluar dari mansion menuju ke rumah sakit.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit Aska menghentikan mobilnya dan Claudia serta Maximus langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki lobby sedangkan Aska memarkirkan mobilnya setelah memarkirkan mobilnya Aska dan dokter Kasandra turun dari mobil dan menyusul Maximus bersama istrinya Claudia.
Dokter Kasandra dan Aska menunggu mereka di ruang tunggu dokter kandungan setelah dua puluh menit kemudian Claudia dan Maximus keluar dari ruangan tersebut dan melihat dokter Kasandra dan Aska tersenyum bahagia.
" Anaknya kembar?" Tanya dokter Kasandra.
" Kembar 3." Jawab Claudia sambil tersenyum tanpa henti karena dirinya sangat mengharapkan mempunyai keturunan tapi dirinya belum mendapatkannya hingga akhirnya Claudia pasrah pada Tuhan dan berdoa ternyata Tuhan mengabulkan permohonannya.
" Syukurlah aku ikut senang." Ucap dokter Kasandra sambil memeluk kakak iparnya begitu pula Claudia membalas pelukan adik iparnya.
" Selamat ya kak, sebentar lagi jadi daddy." Ucap Aska sambil mengulurkan tangannya ke arah Maximus.
" Terima kasih." Jawab Maximus dan membalas uluran tangannya.
Setelah selesai bersalaman mereka pulang ke mansion, Aska mengantar kakak iparnya terlebih dahulu baru Aska pulang bersama istri tercintanya.
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini mansion tempat tinggal mansion ramai dengan tangisan bayi yang saling bersahutan. Maximus dan Claudia di karuniai dua bayi laki-laki dan satu perempuan yang sangat mirip dengan Maximus.
Keluarga besar Alexander berkumpul bersama dan untunglah mansion Maximus sangat luas jika tidak ruangannya pasti sangat sempit karena banyaknya ponakan mereka di antaranya.
Aleandro bersama Cantika di karuniai anak kembar 4 di anataranya 2 laki - laki dan 2 perempuan
Maximus bersama Claudia di karuniai anak kembar 3 di antaranya 2 laki - laki dan 1 perempuan.
Quenby masih jomblo
Jonathan masih jomblo
Yohanes masih jomblo
Dokter Kasandra bersama Aska di karuniai anak kembar 2 satu laki - laki dan 1 perempuan
Cantika bersama Robert di karuniai anak kembar 2 semuanya laki - laki
Di tambah mommy Gloria dan daddy Thomas.
Mereka berkumpul sambil sesekali tertawa bersama dan tidak ada rasa iri hati atau dendam membuat ke dua orang tuanya sangat bahagia melihat ke tujuh anak kembarnya serta menantunya berkumpul bersama tanpa ada keinginan untuk merebut harta warisan terlebih mereka saling tolong menolong jika saudaranya mengalami kesulitan.
Inti dari cerita ini adalah perasaan iri hati dan dendam bisa membuat kita hidup tidak bahagia seperti yang di alami mantan kekasih Cantika yang bernama Tio yang berakhir dengan kematiannya, begitu pula dengan keluarga paman dari Cantika karena iri hati dan ingin menguasai hartanya milik orang tua Cantika dengan berbagai cara akhirnya berakhir dengan tragis. Claudia yang pasrah dan rajin berdoa kini dikaruniai anak kembar tiga.
Hilangkan perasaan iri hati, dendam apalagi ingin menguasai harta yang bukan miliknya karena jika suatu saat kita mati semua harta tidak bisa di bawa hanya amalan yang kita lakukan selama kita masih hidup yang bisa kita bawa mati.
Pasrah pada Tuhan karena Tuhan Maha Kuasa dan mengabulkan jika kita benar-benar memohon padanya dan jangan marah atau kecewa jika doanya belum dikabulkan. Mungkin saat ini belum, mungkin besok atau mungkin lusa atau entahlah karena semua keputusan ada di tangan Tuhan.
Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung dan saya Yayuk Triatmaja mengucapkan terima kasih sebanyak-banyak untuk para pembaca yang setia mengikuti novelku hingga selesai. Terima kasih juga atas komentarnya dan maaf tidak semuanya aku balas yang pasti aku baca, aku sangat senang mendapatkan komentar, like, hadiah, vote dan poin dari para pembaca.
Sesuai janji author, author akan membagi-bagikan pulsa untuk Top Fans Rangking Umum yang ada di bawah ini, author akan japri untuk ke tiga pemenang dan untuk yang belum mendapatkan masih ada di Ranjang Sang Mafia yang novelnya masih on going. Selamat untuk para pemenang dan yang belum menang semangat mengirim vote, like,komentar dan hadiah di Ranjang Sang Mafia. Sekali lagi terima kasih.
__ADS_1