Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika

Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Noda Merah


__ADS_3

" Aku di tembak oleh seseorang dan aku baik-baik saja sayang seperti yang kamu lihat, sayangku jangan kuatir ya." Ucap Aleandro sambil tersenyum dan membalas genggaman tangan istrinya.


" Aleandro dan Cantika, daddy sama mommy mau pulang dulu." Pamit daddy Thomas yang tidak ingin mengganggu keromantisan putranya dan juga menantunya.


" Aku juga mau pergi jemput Claudia." Ucap Maximus yang juga tidak ingin mengganggunya.


" Mommy dan daddy hati-hati di jalan." Ucap Cantika sambil mengecup punggung tangan mommy Gloria kemudian daddy Thomas


Mereka bertiga meninggalkan ruang perawatan sedangkan Cantika duduk di kursi dekat ranjang suaminya.


" Sayangku sudah makan?" Tanya Cantika


" Belum, aku tidak suka masakan rumah sakit." Ucap Aleandro


" Aku buatin bubur ayam, sayangku mau makan kan bubur buatanku?" Tanya Cantika.


" Boleh sayang, aku ingin mencoba masakan buatanmu." Ucap Aleandro tersenyum bahagia karena istrinya mau memasakkan buat dirinya.


Cantika membalas senyuman suaminya kemudian membuka kotak makanan.


" Aku suapin ya." Ucap Cantika sambil menyuapkan sendok yang berisi bubur ke mulut suaminya.


Aleandro membuka mulutnya dan Cantika memasukkan bubur ke mulut Aleandro. Suap demi suap akhirnya bubur yang berada di mangkok habis tanpa sisa kemudian Cantika meletakkan kotak makanan di meja dekat ranjang. Cantika mengambil gelas dan memberikan ke Aleandro.


" Masakanmu enak banget sayang." Puji Aleandro setelah selesai makan dan minum.


" Kan bumbunya beda." Ucap Cantika sambil tersenyum.


" Memang bumbunya apa?" Tanya Aleandro penasaran.


" Bumbunya sama hanya ada tambahan satu jadi rasanya lebih enak." Ucap Cantika.


" Apa itu?" Tanya Aleandro penasaran.


" Bumbu C I N T A ." Bisik Cantika sambil mengeja huruf di telinga suaminya.


" Pffftttt." Aleandro menahan tawa.


Aleandro mengusap rambut Cantika dengan lembut kemudian memeluknya.


" Terima kasih sayang, aku semakin mencintaimu." Ucap Aleandro


" Aku juga terima kasih, kehadiranmu sangat berarti buatku." Ucap Cantika sambil membalas pelukan suaminya.


" Oh ya empat hari lagi ponakanku ulang tahun, kita kado apa ya?" Tanya Aleandro.


Cantika langsung melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh suaminya kemudian berdiri dengan tegak dan ke dua matanya langsung berkaca-kaca membuat Aleandro bingung dengan perubahan Cantika yang tiba-tiba.

__ADS_1


" Sayang, apa ada yang sakit?" Tanya Aleandro dengan panik


Cantika hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata tidak berhenti keluar.


grep


Aleandro langsung menarik tangan istrinya dan memeluknya.


" Ada apa sayang? Apa kata-kataku ada yang salah?" Tanya Aleandro


" Hiks... hiks... hiks.. aku sangat membenci kata ulang tahun hiks... hiks... hiks..." Ucap Cantika sambil terisak tanpa menjawab ucapan Aleandro.


" Kenapa membenci kata ulang tahun? Bukankah hal wajar jika setiap tahun orang merayakan ulang tahun?" Tanya Aleandro dengan nada bingung.


" Karena hiks... hiks... hiks.. ketika mantanku ulang tahun aku dikhianati hiks... hiks... hiks... mereka bertunangan dan juga hiks... hiks... hiks... hiks ... Di saat aku ingin merayakan ulang tahunku ke dua orang tuaku meninggalkan aku selamanya." Ucap Cantika sambil terisak dan membalas pelukan suaminya.


" Apakah kamu masih mencintai mantan kekasihmu?" Tanya Aleandro dengan perasaan yang bercampur aduk antara cemburu, marah dan merasa bersalah karena telah membunuh mantan kekasihnya.


" Perasaan itu sudah lama hilang sejak orang yang aku cintai ada di sisiku." Ucap Cantika sambil memeluk suaminya dengan erat.


" Aku sangat takut orang yang aku cintai pergi dari hidupku." Sambung Cantika.


" Benarkah? Lebih besar mana cintamu padaku atau mantan kekasihmu?" Tanya Aleandro penasaran.


" Tentu saja lebih besar cintaku padamu karena aku sangat dan sangat mencintaimu karena itulah ketika mengingat kata ulang tahun aku sangat takut kamu meninggalkan aku." Ucap Cantika


" Apakah perasaan terhadap mantanmu masih ada?" Tanya Aleandro sambil menatap mata indah istrinya.


" Seperti yang aku katakan perasaan ku padanya sudah hilang, apakah suamiku meragukan diriku? Tanya Cantika sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Maaf sayang, kalau aku meragukan dirimu karena tadi kamu menangis karena..." Ucap Aleandro menggantungkan kalimatnya.


" Aku menangis karena mendengar kata ulang tahun di mana kata itu membuatku teringat akan kehilangan orang yang aku cintai. Dulu aku bisa kuat ketika aku kehilangan mantanku tapi ketika orang tuaku meninggal itu membuatku lebih hancur dan kini jika aku kehilanganmu karena ulang tahun aku tidak sanggup lagi." Ucap Cantika sambil memeluk suaminya kembali.


" Aku tidak mungkin meninggalkan dirimu tapi justru aku sangat takut kehilanganmu." Ucap Aleandro sambil membalas pelukan istrinya.


" Aku tidak mungkin meninggalkan dirimu kecuali suamiku tidak menginginkan aku lagi." Ucap Cantika


" Hal itu tidak mungkin." Jawab Aleandro sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Cantika.


" Sayang." Panggil Aleandro


" Ada apa sayang?" Tanya Cantika


" Apakah masih perih?" Tanya Aleandro


" Apanya yang perih?" Tanya Cantika bingung.

__ADS_1


Aleandro menggenggam tangan istrinya dan mengarahkan ke bagian privasinya.


" Yang ini." Ucap Aleandro sambil tersenyum mesum.


" Suamiku lagi sakit, nanti saja kalau sudah sembuh." Ucap Cantika sambil berusaha menarik tangannya.


" Yang sakit kan punggungku tapi yang ini tidak." Ucap Aleandro sambil menahan tangan Cantika dan mengarahkan ke belalai gajahnya yang sudah mulai sesak.


" Sayangku sakit kok masih mesum." Ucap Cantika sambil berusaha menarik tangannya.


" Mesum sama istri sendiri tidak apa-apa kan?" Tanya Aleandro sambil melepaskan tangannya yang menggenggam tangan istrinya.


" Sayang, apa yang sayang lakukan!!" Pekik Cantika ketika suaminya mencabut selang infus


" Aku ingin itu sayang." Jawab Aleandro sambil turun dari ranjang dan menarik istrinya ke kamar mandi.


" Sayang, tunggu sembuh dulu kita bisa main sepuasnya." Ucap Cantika


" Satu ronde." Pinta Aleandro masih menarik tangan istrinya.


" Baiklah." Jawab Cantika pasrah


Mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi hampir satu jam lebih mereka berdua baru keluar dari kamar mandi. Wajah Aleandro berubah lebih bahagia dan badannya semakin segar setelah mendapatkan vitamin sedangkan wajah Cantika di tekuk dan tubuhnya lemas karena hasrat suaminya sangat kuat.


cup


" Terima kasih sayang aku sangat puas." Ucap Aleandro sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


Cantika hanya tersenyum hingga Cantika tanpa sengaja melihat pakaian belakang Aleandro ada noda merah.


" Sayang, pakaianmu kok ada noda merah jangan-jangan..." Ucap Cantika panik sambil menyentuh pakaian Aleandro yang ada bercak merah.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum.


Hadiah pertama pulsa 100,000


Hadiah ke dua pulsa 75,000


Hadiah ke tiga pulsa 50,000


Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.


Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1



__ADS_2