
" Cantika, aku akan berusaha agar kamu mendapatkan apa yang menjadi hakmu." Ucap Aleandro.
" Iya Cantika, aku juga ikut membantumu." Ucap Maximus dan Claudia serempak
" Hiks... hiks... Aku sangat bahagia bisa mempunyai teman sebaik kalian. Selama ini hanya orang tuaku yang sangat tulus menyayangiku." Ucap Cantika sambil terisak.
" Ssstt aku adalah sahabat sekaligus saudara bagimu." Ucap Claudia sambil menggenggam tangan Cantika.
Aleandro dan Maximus hanya diam saja tapi dalam hati mereka berjanji untuk membantu Cantika karena perbuatan paman dan keluarganya sangat jahat. Aleandro dan Maximus saling menatap dan memberikan kode untuk pergi dari ruang perawatan VVIP.
" Kami akan pergi ada keperluan dan nanti ada anak buahku yang akan menjaga." Ucap Maximus.
" Ok, hati - hati." Jawab Cantika dan Claudia serempak.
" Ok, kalau ada apa-apa kabarin." Ucap Aleandro dan Maximus serempak.
" Ok." Jawab Cantika dan Claudia singkat.
Aleandro dan Maximus berjalan ke luar meninggalkan Cantika dan Claudia di ruang perawatan VVIP menuju ke arah parkiran mobil.
" Kita mau kemana kak?" Tanya Maximus sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Kita pergi menemui pengacara tuan Reynald William untuk membicarakan siapa yang berhak menerima ahli waris Cantika atau pamannya." Ucap Aleandro
" Bukankah sudah bisa dipastikan yang berhak menerima ahli waris adalah Cantika karena Cantika putri mereka." Ucap Maximus.
" Memang benar, tapi yang aku bingung kenapa pengacara tidak mendatangi Cantika? Sedangkan paman dan keluarganya malah menguasai seluruh harta milik orang tua Cantika." Ucap Aleandro.
" Benar juga kata kakak." Ucap Maximus
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah minimalis milik pengacara tuan Reynald William. Maximus menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan ke rumah minimalis tersebut.
Ting tong
* Anggap saja suara bel rumah
Ting tong
Maximus menekan kembali bel rumah dan tidak berapa lama pintu utama terbuka. Tampak wanita paruh baya membuka pintu tersebut dan menatap dua pemuda tampan.
" Maaf, tuan-tuan mencari siapa ya?" Tanya wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
" Kami ingin bertemu dengan pengacara tuan Reynald William." Ucap Maximus
" Silahkan masuk." Jawab wanita paruh baya tersebut sambil mempersilahkan untuk masuk ke dalam.
" Terima kasih." Jawab Aleandro dan Maximus serempak.
Mereka berjalan ke arah ruang keluarga dan wanita paruh baya itu mempersilahkan Aleandro dan Maximus untuk duduk.
" Silahkan duduk dan maaf saya akan panggilkan suami saya." Ucap wanita paruh baya itu.
" Terima kasih." Jawab Aleandro dan Maximus serempak lagi sambil duduk di sofa.
Dua menit kemudian seorang pria paruh baya berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk berhadapan dengan Aleandro dan Maximus.
" Maaf dengan tuan - tuan..." Ucap pria paruh baya itu menggantungkan kalimatnya.
" Perkenalkan nama saya Aleandro Alexander panggil saja Aleandro." Ucap Aleandro memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
" Reynald William panggil saja Rey, maaf kalau boleh tahu apakah tuan putra dari tuan Thomas Alexander?" Tanya Rey
" Iya benar dan ini adikku Maximus Aleandro, tuan kenal dengan daddyku?" Tanya Aleandro.
" Tentu saja kenal Thomas adalah sahabat lamaku, pantas saja wajah kalian sangat mirip dengan Thomas. Sudah lama sekali kita tidak pernah bertemu tolong sampaikan salamku padanya." Ucap Rey
" Boleh silahkan." Jawab Rey
" Memang selama ini paman dan daddy sudah lama tidak bertemu karena apa paman?" Tanya Aleandro penasaran.
" Waktu daddy dan mommy kalian menikah paman datang dan setelah seminggu kemudian paman pindah ke pedesaan menemani orang tua paman hingga sepuluh tahun kemudian orang tua paman meninggal kami pergi ke luar kota dan setelah lima tahun kemudian kami kembali ke tempat ini tapi sayang dalam perjalanan ponsel milik paman hilang di curi orang. Sejak saat itu kami kehilangan kontak dan masing-masing tidak tahu kabar beritanya." Ucap Rey menjelaskan.
Aleandro dan Maximus hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tidak berapa istri Rey datang sambil membawa minuman dan diletakkan di meja setelah selesai istri Rey kembali ke dapur.
" Oh ya kalau boleh tahu ada perlu apa tuan-tuan datang ke sini?" Tanya Rey
" Maaf paman kenal dengan almarhum tuan William Carolus?" Tanya Aleandro
" Almarhum tuan William Carolus... Tentu saja kenal. Tuan William Carolus adalah klienku, aku tidak menyangka tuan William Carolus dan istrinya dalam perjalanan mobilnya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat sedangkan putrinya yang bernama Cantika Adele Carolus mengalami koma." Ucap Rey
" Lalu apa yang terjadi paman?" Tanya Aleandro penasaran karena dirinya ingin tahu kenapa pamannya bisa merebut warisan milik Cantika.
" Pamannya nona Cantika mengirim nona Cantika ke luar negri agar nona Cantika cepat sadar dari komanya. Karena perusahaan tidak ada yang mengurusnya pamannya nona Cantika yang mengurusnya hingga Cantika sadar dari komanya." Ucap Rey
__ADS_1
" Pamannya nona Cantika sering meminta uang dengan alasan untuk biaya perawatan nona Cantika di luar negri." Sambung Rey
" Terus paman memberikannya?" Tanya Aleandro
" Tentu saja karena almarhum tuan William Carolus memberikan seluruh hartanya untuk putri kandungnya." Ucap Rey
" Apakah tuan Aleandro mengenal nona Cantika?" Tanya Rey
" Tentu saja kenal." Ucap Aleandro
Aleandro pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dari awal Cantika sadar dari koma dan terakhir berada di rumah sakit karena terkena luka tembak. Rey mendengarkan semua cerita Aleandro sambil menahan amarahnya.
" Si*l aku di tipu oleh mereka, mereka sangat licik waktu itu aku ingin bertemu dengan nona Cantika tapi katanya nona Cantika masih koma dan mengirimkan foto-foto di mana nona Cantika berbaring di ranjang dengan tubuh banyak selang." Ucap Rey sambil menahan amarahnya.
" Paman, dua hari lagi Cantika akan sembuh bagaimana kalau lusa kita janjian bertemu di mansion milik orang tua Cantika dan mengusir mereka jam sebelas siang." Ucap Aleandro yang juga menahan amarahnya.
" Baik, kalau begitu dua hari lagi kita bertemu di mansion milik orang tua Cantika jam sebelas siang." Ucap Rey
" Baik, kami tunggu di sana dan maaf kami pulang dulu." Ucap Aleandro
" Silahkan, tapi sebelumnya silahkan di minum." Jawab Rey
Aleandro dan Maximus meminum minuman hingga menyisakan setengah cangkir kemudian langsung berdiri dan berpamitan dengan Rey.
xxxxxxx
Dua Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan kini Aleandro, Cantika, Maximus dan Claudia sudah sampai di gerbang mansion bersamaan kedatangan pengacara Reynald William. Reynald keluar dari mobil dan berjalan ke arah gerbang untuk bertemu dengan bodyguard yang berjaga di gerbang.
" Selamat siang." Sapa pengacara Rey
" Selamat siang, silahkan masuk tuan." Ucap bodyguard tersebut yang mengenal pengacara Rey.
" Baik." Jawab Rey singkat
Rey membalikkan badannya kembali dan berjalan ke arah mobilnya. Kini mobil milik Rey masuk ke dalam gerbang dengan diikuti oleh mobil milik Aleandro.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama dan dua orang bodyguard membuka pintu utama mereka berlima masuk ke dalam mansion dan seorang kepala pelayan mengantarkan ke ruangan keluarga.
Mereka melihat paman, bibi dan adiknya Cantika yang sedang menatap ke arah mereka. Cantika menatap tajam ke arah paman, bibi dan adik sepupunya bernama Rina yang sangat dibencinya.
__ADS_1
" Silahkan duduk tuan Rey dan tuan - tuan serta nona." Ucap pamannya Cantika dengan nada ramah