
Setelah Zaky keluar kamar aku kembali memeriksa ternyata ia kembali ke kamarnya, aku sangat bingung bagaimana caranya membawa bedebah ini. Aku mengawasi dari lobang pintu kamar kulihat ia membuka baju berarti akan mandi, satu-satunya kesempatanku membawanya keluar.
Setelah aku memastikan ia masuk kedalam kamar mandi, aku segera kembali kekamarku dan sesegera mungkin membawa bedebah ini keluar.
Badannya sangat berat tidak mungkin aku bisa membawanya, tapi bagaiamana pun caranya ia harus keluar dari tempat ini.
Aku mengambil selimut dan membungkusnya lalu menyeretnya keluar.
Burkkk...
Belum sampai ke pintu tiba-tiba aku menyenggol benda dan terjatuh, jantungku berdeguk kencang semua usahaku hancur.
Zaky menangkap basah perbuatanku, tapi bagaimanapun juga aku harus bisa menyangkal semuanya, aku beranikan diriku untuk melihat dan menjelaskan semuanya.
Tapi ketika ku lihat kebelakang ternyata tidak ada siapa-siapa, aku segera pergi sebelum semuanya benar-benar kacau.
Begitu ku buka pintu Mr.x sudah menungguku.
''Cepat masukkan kedalam mobil, aku takut ada orang yang melihatnya dimana penjaga rumahnya? jangan sampai mereka melihatnya atau mereka membuka mulut,'' ujarku.
''Tenang saja mereka sudah tertidur lelap, mereka akan bangun besok pagi jadi kamu tidak usah khawatir,''
''Aku masuk dulu waktu kita tidak banyak segera bawa ia pergi dari sini, Zaky ada dirumah.''
Tepat sekali begitu mobilnya pergi Zaky selesai mandi, semoga saja ia tidak mendengar apa-apa aku membersihkan pecahan vas bunga itu dan membuangnya.
Huhhh...
Tadi aku hampir tidak bisa bernafas tapi sekarang bedabah itu ada ditanganku.
''Qia apa kamu baik-baik saja?'' Pertanyaannya membuatku jantungan hampir copot.
Aku terdiam sejenak.
''Ia sudah pergi masuklah ada urusan yang sangat mendesak katanya, suatu waktu kalian pasti bertemu.''
''Kenapa kau membiarkannya pergi dasar bodoh, ia belum membayar sedikit pun dasar penipu bangsat.''
Zaky mencoba menghubunginya dan telponnya berbunyi hpnya sengajaku letakkan di shofa supaya Zaky salah sangka.
''Hpnya sepertinya tertinggal Zaky suaranya ada disini,'' ucapku.
Aku berdiri dan meraba-raba sekitar mencoba mencari hp itu.
Burrrr...
__ADS_1
Hpnya terjatuh layarnya pecah hampir seluruhnya.
''Plakkk...''(ia menampar wajahku sampai aku terjatuh).
Dasar wanita buta bodoh sekarang hpnya rusak, kau harus ganti malam ini juga dengan tubuhmu, aku tidak mau tau.'' Zaky benar-benar tidak berperasaan gara-gara hal sepele ia mengangkat tangannya menjadikan seperti binatang .
''Cukup aku bukan budakmu! aku tidak mau lagi menuruti perkataanmu, aku ini istrimu budak hewan yang bisa kau jual semaumu.''
''Sekarang kamu mau melawan Hahh!'' ia menarik rambutku dan menendangku.
''Auuu...Sampai matipun aku tidak rela dengan semua kelakuanmu aku akan membalas semuanya. Aku tidak akan bisa hidup tenang sebelum semuanya terbayar bahkan jika nyawaku telah tiada aku akan terus mengejarmu.''
''Apa yang bisa kamu lakukan hah! Dasar wanita buta jangan pernah berfikir bisa menyentuhku, karna itu tidak mungkin dan kau tidak akan pernah bisa.''
''agr...'' ia mencekikku dalam keadaan telentang, hari ini aku akan tiada aku sudah tidak berdaya lagi.
''Ayo coba kau sakiti aku! aku mau melihat apa yang bisa kamu perbuat,'' tangannya masih tetap mencekikku sementara pandanganku sudah mulai kabur.
Melihatku sudah tidak berdaya ia pun melepaskannya dan meninggalkanku begitu saja, aku tau ia tidak akan membunuhku karna tubuhku masih sangat berguna untuknya.
Sekarang bagaimanapun kau menyiksaku, aku tidak akan menyerah sebelum semuanya terbayar.
Aku terus mengoceh sementara ia pergi begitu saja meninggalkanku.
''Apa yang kau perbuat kepada Riko dan Iqbal? sudah beberapa hari ini mereka berdua hilang.''
''Siapa? aku tidak kenal dengan orang yang kau bicarakan.''
''Tidak usah pura-pura kau ingat pria yang bersamamu dihotel? dia itu iqbal sekarang keluarganya sedang mencaribahkan sekarang sudah masuk media, dengarkan ini baik-baik.''
Begitu ia mengganti saluran tv nya betul saja wajah dua pria itu dinyatakan menghilang beberapa hari kebelakang. Ternyata pria pertama yang aku habisi namanya riko.
Aku terdiam sejenak dalam hatiku yang paling dalam aku merasa takut, tapi dihadapan Zaky ketakutan itu harus ku kubur ia tidak boleh mencurigaiku sedikit pun.
''Lalu menurutmu aku menyebabkan mereka hilang? dasar kamu tidak berotak kamu sendiri yang mengatakan aku tidak bisa berbuat apapun, tapi kenapa sekarang kamu menuduhku, mungkin saja kamu yang membunuh mereka?''
''Tutup mulutmu! sebelum aku menghabisimu.'' Ia menamparku.
''Lihatlah tidak dipungkiri kau membunuh mereka, sedangakan aku istrimu sendiri tak segan-segan kau habisi.'' Wajahnya langsung berubah panik.
''Jika namaku tersangkut masalah ini, aku akan mengatakan bahwa kaulah pembunuh mereka, kaulah orang terakhir yang bersama mereka.'' Ancamnya.
''Ohw...silahkan! itu yang aku inginkan, aku akan mengatankan semua yang kau perbuat kepadaku.''
Kring...kring...(hpnya berbunyi)
__ADS_1
Mimik wajahnya seketika berubah ia sangat takut bercampur marah, pasti ada yang mengatakan tentang hilangnya dua bajingan itu dan menyeret namanya.
''Burkkk...''betapa terkecutnya aku hpnya seketika dilemparkan hingga hancur.
Aku menikmati keadaan ini sejenak, aku yakin ia sudah mulai tertekan dengan semua pertanyaan yang datang.
''Agkkk! kenapa semuanya bertanya kepadaku!'' ia melempar vas bunga kewajahku.
''Auuu...'' Ia mendorongku kedinding dan pergi meninggalkan rumah.
Akupun kembali kekamar dan mengambil ponselku .
''Mr.x kau dengar! aku takut semuanya terbongkar.''
''Tidak Qia semuanya sudah aku tangani meraka tidak akan bisa menuduhmu, bahkan Zaky takkan mengatakan sepatah kata pun tentangmu.''
''Apa kamu yakin?'' Ujarku.
''Percayalah kepadaku aku takkan membiarkan siapapun mengetahuinya, bahkan tidak akan ada sesiapapun yang berfikir tentangmumu, jika polisi mencari bukti mereka tidak akan mendapatkannya.''
''Semoga semua baik-baik saja! bagaimana dengan pria yang kau sekap?''
''Tadi ia sempat terbangun dan berteriak-teriak histeris, Karna kamu belum juga datang kesini aku memberikan lagi obat tidur, Tidak perlu khawatir aku bisa menanganinya.''
''Terimasih kau mau membantuku, menjalankan balas dendamku.''
''Aku sudah berjanji untuk menjagamu jadi sakitmu juga adalah sakitku.''
''Terimakasih! Tapi untuk sekarang aku belum bisa datang, polisi pasti sedang mencari keberadaan mereka,'' Ucapku.
''Adanya batu kerikil dalam menjalankan semua ini sudah biasa, tapi yang penting sekarang kita harus lebih hati-hati dan tenang jangan panik.''
''Baiklah jangan biarkan ia kemana pun sebelum bertemu denganku?''
''Oke! jaga dirimu baik-baik!''
Aku sangat penasaran sekali tentang keadaan diluar sana aku sangat ingin melihat perkembangan beritanya, tapi jikalau aku menyalakan tv akan ada yang mencurigaiku.
Jika nanti tiba-tiba Zaky datang pasti ia mencurigaiku, tapi bagaimana caranya mendapat kabar terbaru aku tidak bisa menyuruh Mr.x.
Akupun tertidur sembari menunggu Zaky pulang, semoga saja ia menjadi tersangka di dalam kasus ini.
Aku sangat ingin melihat kegilaan itu diwajahnya, Sebelum waktunya tiba aku akan membuatnya terpuruk terlebih dulu.
Bersambung......'
__ADS_1