
Entah sedih atau bahagia aku sangat bingung sudah hampir satu jam aku berada disini tapi, Zaky maupun Andri tidak terlihat kedatangannya.
Hanya ada petugas yang berlalu lalang, pasti Zaky sangat terpukul melihat kematian ayahnya yang tragis.
Tapi harusnya ia bahagia mendapat balasan atas penderitaan ibunya.
''Pak, sampai kapan aku akan ditahan disini? tolong keluarkan aku!'' Ujarku kepada seorang polisi yang lewat.
Tapi ia tak menghiraukan perkataanku ia menganggapnya seperti angin lewat saja.
Aku sudah lelah menunggu salah satu diantara mereka, akhirnya aku tertidur.
''Bangun...bangun...!''
''Hah...! aku terkejut melihat Andri tepat di hadapanku.
''Kau kira bisa bermain-main denganku? Bangun...'' Ia menyeretku keluar dari sel tahanan.
''Zaky, sakit lepaskan aku.''
''Aku akan menyiksamu sampai kau buka mulut.''
''Kau mengurungku dikamar seharian lalu sekarang kenapa kau menuduhku?''
''Duduk!''
Kami memasuki ruangan yang sangat sempit dan ada beberapa polisi yang sudah menunggu.
Zaky mengikat kedua tanganku kesisi yang berbeda-beda. Rasanya sakit sekali belum lagi disampingku berdiri seorang polisi yang memegang tongkat dan siap memukuliku.
''Jawab pertanyaanku! jika kau berbohong maka laki-laki yang berdiri disampingmu akan memukilimu.''
''Kau yang mengurungku seharian di dalam kamar dan keadaan disiti tidak ada jendela, jadi bagaimana mungkin aku bisa keluar?''
''Tidak usah berpura-pura polos dihadapanku, akui saja aku akan melepaskanmu.''
__ADS_1
''Harus ku akui apa? aku sendiri kau kunci didalam kamar seharian''
''Kapan kau bunuh ayahku?''
''Bunuh saja aku! biar kau puas kau tau sendiri bahwa aku tidak mungkin bisa keluar dari sana.''
''Kapan kau bunuh ayahku! Jawab...!''
Ia membentakku dan menarik rambutku. Aku meringis kesakitan menahan semuan tindakannya.
''Hajar dia, jangan berhenti sampai ia mengakui perbuatannya, aku akan bayar berapa pun. Asalkan ia buka mulut!''
''Zaky, dengarkan aku! untuk apa ku habisi ayah? Selama ini tidak ada permasalahan antara aku dan ayah. Aku sangat terpukul sama seperti mu, jika ia ayahmu maka ia juga ayahku.''
''Pukuli dia! aku tidak ingin mendengar apapun keluar dari mulutnya kecuali pengakuan.''
''Tidak...Zaky...Lepaskan aku...''
Zaky keluar ruangan meninggalkan ku, dan polisi di sampingku mulai memukuli badanku.
Aku menangis memohon ampun supaya menghentikan pukulannya, seluruh badanku sudah di penuhi bekas.
Akhirnya mereka menghentikan siksaan ini. Mereka membawaku kembali kedalam sel dalam ke adaan yang sangat mengkhawirkan, aku sudah tidak bisa lagi berdiri seluruh tubuhku lemas.
Entah sampai kapan aku berada berada disini, kemana Andri? kenapa ia tidak datang melihat keadaanku.
Kupejamkan mataku melupakan semua kejadian hari ini, aku berharap setelah ku buka mataku sudah pergi jauh dari sini.
Walaupun lantai ini dingin aku membaringkan tubuhku, tanpa tikar maupun selimut.
...****************...
Pukul 08.53 Wib aku terbangun.
''Huh... ternyata aku masih berada ditempat ini.'' Gumamku dalam hati.
__ADS_1
''Ini makanlah!'' Ucap seorang perempuan yang memberiku sepirung nasi.
''Bu! boleh aku menelpon sekali saja?'' Ujarku memohon padanya.
''Hmmm! pak Zaky melarang kami bu,''
''Kenapa? aku tidak akan kabur dari sini, aku hanya ingin menghubungi seseorang 5 menit saja?''
''Maaf bu! kami tidak bisa bantu, makan saja makananmu kami tidak mau terjadi apapun keributan di sini,''
Ia pergi meninggalkanku, usahaku menghubungi Andri tidak berhasil.
''Pak jam berapa Zaky akan datang kemari.'' Aku berteriak kepada polisi yang sedang berjaga.
''Kami tidak tau, tunggu saja!''
Sia-sia aku berteriak kesana-kemari mereka pasti tidak akan melepaskanku.
Krukkk...krukkk...krukkk(suara perutku)
Sesuap demi sesuap ku masukkan nasi kedalam mulutku, walau rasanya hambar tapi karna sudah kelaparan, satu piring nasi habis tanpa sisa.
''Selamat pagi pak!'' Lelaki berjenggot lebat dan kaca mata hitam, menghampiri polisi yang sedang duduk berjaga.
''Ada keperluan apa pak? apa yang bisa kami bantu?'' Jawab polisi dan mempersilahkannya duduk.
''Saya ingin bertemu seseorang yang sedang anda tahan.''
Aku bengong melihat penampilannya yang sangat nyentrik.
''Atas nama siapa?''
''Qia...!
Dag...dig...dug...
__ADS_1
Aku tidak mengenalnya sama sekali kenapa ia datang datang ke sini menemuiku. Ia pasti orang suruhan Zaky yang datang untuk membuatku mengaku.
Bersambung...