CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Keluar rumah


__ADS_3

''Harusnya kau bertanya kepada ayahmu terlebih dulu sebelum melakukan ini semua. Lihat, berapa orang yang telah kau sakiti, aku dan mereka semua tidak ada hubungannya dengan masalah hidupmu.'' mencoba mengubah pandangannya.


''Kalian semua sama saja tidak ada bedanya, datang hanya untuk menghancurkan kehidupan dan keluarga seseorang.''


''Kau tau, Zaky! sebelum kau datang dalam hidupku aku tidak pernah bermimpi hal-hal yang indah, tapi disaat kau mengatakan menerimaku disitu aku merasa sangat bahagia dan sangat beruntung, disaat malam pertama aku yakin kaulah cintaku sampai saat ini cinta itu masih ada.''


''Lalu, setelah kau tau semuanya apa yang akan kau lakukan?''


''Aku akan membunuhmu. Pertama kali datang kerumahmu disitu aku menyadari bahwa aku berhak mendapatkan cinta dan kau tau kau lah orang yang pertama ku cintai seumur hidupku, disaat itu juga aku tau apa itu cinta dan bagaimana rasanya.''


''Disaat seseorang dekat dengan kematiannya mereka akan mengatakan hal demikian, tapi itu tidak berlaku untukku, lebih baik diam saja.'' Ia menatapku dengan sinis.


''Aku mengatakan ini agar kau tahu sebelum kematianmu bahwa ada seseorang yang mencintaimu setulus hati, aku tidak perlu simpatimu.''


''Jika aku juga mencintaimu, lalu bagaimana dengan rasa sakit ibuku? jika ibuku tidak bahagia sepanjang hidupnya maka siapapun tidak berhak bahagia, aku akan membalaskan dendamnya sampai aku mati.''


''Bukan ibumu, tapi kau?''


'' Aku tidak pernah peduli dengan penderitaan siapa pun, hatiku seperti batu tidak akan ada seorang yang bisa merubahnya.''


''Dulu, pertama kali kau datang kata-katamu begitu meyakinkanku, suaramu yang sangat lembut yang mampu membuat siapapun percaya, tapi seketika kau hancurkan dunia yang ku impikan sekarang kau puas?''


''Itu salah mu ...harusnya kau tau diri, tapi sebaliknya kau begitu yakin dengan apa yang belum kau lihat,''


''Bukan salahku, tapi kau orang yang tidak punya hati. Ibumu seorang perempuan sama sepertiku.''


''Di-am, tutup mulutmu! kau tidak pantas menyebutkan ibuku, apalagi menyamakan dirimu dengannya. Jangan coba-coba katakan itu lagi.''


''Dengarkan ini baik-baik, ayahmu dan kau tidak ada bedanya, kalian menyiksa dan membuat kami perempuan menderita, lalu apa bedamu dengannya?''


Plakkkk...plakkk...plakkk...


Ia menampar pipiku hingga aku terjatuh, mulutku berdarah gigiku rasanya sudah hampir copot.


''Sudah aku peringatkan tapi kau tidak mendengarkanku, perempuan sepertimu lebih baik mati.''


Ia mengambil pisau dan berlari ke arahku, aku berusaha menghindarinya.


''Ku mohon tolong biarkan aku pergi jangan sakiti aku?''


kini aku terpojok di sudut kamar ini tidak ada jalan keluar, pisau ditangannya sudah siap menghabisiku,¹ aku berteriak minta tolong dengan sekuat tenaga.


''Ayo...menangis dan menjeritlah untuk terakhir kalinya, setelah ini pergilah ke neraka haha...ha...ha...''


''Jangan ku mohon, Zaky? tolong jangan lakukan ini, suatu saat kau akan menyesalinya''


''Apa kau takut mati? Sekarang ku beri dua pilihan, pertama mengikuti semua yang ku katakan, atau Mati.''


Pisaunya sedikit demi sekit semakin mendekat, tepat dileherku ia pun menancapkan pisaunya.


''a-uuu...''


''Zaky... Za-ky....'' Mendengar suara itu ia langsung melepaskanku dan bergegas berlari dan menyayat tangannya sendiri.


Itu polisi aku harus pergi dari sini tapi tidak ada jalan keluar selain melewati mereka, aku bersembunyi di belakang lemari berusaha mencari waktu yang tepat untuk lari.

__ADS_1


''Pak! saya disini, lihatlah yang dilakukannya, ia berusaha membunuhku juga.''


''Tenang, pak! dimana tersangkanya kami akan mengamankannya?''


''di- dia?''


Aku tau ia tidak akan memberitahu siapapun tentang ruangan ibunya, berarti aku aman dari polisi untuk sekarang.


''Di dia sudah pergi pak, disaat aku berusaha menghentikannya, tapi ia mencoba untuk membunuhku.''


''Ciri-cirinya seperti apa? kami akan berusaha melacaknya dengan bantuan bapak.''


''Saya tidak melihat wajahnya, ia memakai topeng. Mungkin ia sudah pergi jauh dari sini.''


''Kalau begitu kami permisi, jika ada informasi apapun tolong segera beritahu kami secepatnya.''


Sesuai dengan dugaanku akupun harus segera pergi dari sini, tidak ada lagi tempat untukku selain kematian.


Aku bergegas pergi sebelum Zaky menemukanku, sekarang tak ada lagi siapapun yang bisa membantuku selain Mr.x .


''Mr.x jemput aku sekarang! sudah tidak banyak waktu lagi.''


Aku sangat tegang sekali sekarang semuanya sudah terbongkar Zaky pasti akan mencari tahu semuanya.


''Cepat masuk!'' Ucap Mr.x


''Syukurlah kau sudah datang, dengar sekarang Zaky sudah mengetahui semua rahasiaku. Jadi mulai sekarang aku tidak bisa bebas, aku sangat takut bagaimana ini? badanku gemetaran karna rasa takut.


''Tenang! rilex, aku ada disini. Zaky tidak akan menemukan bukti apapun.''


''Ti-tidak, dia pasti akan menemukannya bagaimanapun caranya. A-a-aku sanga takut.''


Tempat paling aman untukku sekarang hotel ini, semoga saja bisa menjadi tempat berlindung untukku .


''Qia, tenanglah! Untuk sementara kau tidak boleh pergi kemanapun biar aku yang akan melakukannya.''


''Kau tahu, kita harus menemukan ayahnya Zaky. Aku ingin membuktikan bahwa pendapatnya tentang ayahnya itu salah.''


''Apa yang Zaky katakan?''


''Ia beranggapan penyebab kematian ibunya adalah perempuan buta yang menikah dengan ayahnya,''


''Oh...''


''Kita harus menyelesaikan ini tidak boleh berlarut-larut,''


''Apa ada petunjuk yang kau dapatkan?'' Ujarnya


''Tidak! tapi aku yakin diruangan itu pasti ada poto atau apapun petunjuk yang bisa kita gunakan.''


''Ruangan? ruangan apa yang kau maksud?'' Mr.x sangat bingung mendengar kata-kataku.


''Ia, selama ini ada ruangan tersembunyi di rumah itu, aku juga baru mengetahuinya, Zaky menyeretku ke sana.''


''Oh! kalau begitu aku akan berusaha masuk ke sana untuk mencari bukti, tapi kamu jangan kemana pun karna sekarang Zaky pasti mencarimu.''

__ADS_1


''Baiklah! tolong temukan segera...'' ucapku.


...****************...


Dua hari sudah berlalu tapi tak ada kabar dari Mr.x dan sudah dua hari juga aku tidak bisa tidur, tidak ada jalan lagi aku harus bertindak sendiri kalau tidak, waktuku akan terbuang sia-sia.


Aku mengganti pakaianku dan memakai kerudung untuk menutupi wajahku.


Selangkah demi selangkah berjalan dengan cepat, tiba-tiba ada yang menarik tanganku.


''Mau kemana kamu?''


Daggg...Diggg...Duggg...


Jantungku berdetang tak karuan aku sangat takut, sekarang kau tidak bisa pergi kemanapun, aku sudah menangkapmu.


''I- iya...'' ucapku dengan terbata-bata.


''Hei! ini aku. Kau mau pergi kemana?''


''Mr.x...hampir saja aku mati berdiri?''


''Apa ada yang salah denganku? wajah setampan ini, bagaimana kau bisa ketakutan,'' ia tersenyum tipis.


''Aku kira Zaky tadi, huh...''


''Tenanglah! sekarang cobalah tersenyum itu lebih indah untuk dilihat.''


''Ayo!''


Kami bergegas kembali kekamar sebelum ada siapapun yang melihatku disini.


''Kenapa kau keluar dari sini? apa yang kau butuhkan?''


''Tidak Mr.x aku sangat cemas menanti berita darimu, karna tidak sabar akupun ingin pergi mencari tahunya.''


''Segalanya itu tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, jika ingin sempurna bersabarlah. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu.''


''Jadi, sekarang apa yang kau temukan, cepat beritahu aku?''


''ya...aku akan memberi taumu, sudah siap?'' Ia mengejekku.


''Cepat, katakan saja!''


''Ini, poto ayahnya bernama, muhammad Zulham dan juga ibunya, Siti aminah dan dibelakang poto ini tertulis tanggal kematian ibunya. Tapi ayahnya tidak ada berarti besar kemungkinan ayahnya masih hidup.''


''Lalu, kemana kita akan mencarinya?''


''Aku menemukan sebuah surat penerimaan gaji dari salah satu perusahaan, mungkin saja ia masih bekerja disana.''


''Berikan padaku alamatnya, aku akan pergi mencari taunya.''


''Tidak, Qia biar aku saya yang akan mencari taunya, cukup doa'kan kan saja dari sini supaya secepatnya kutemukan.''


''Aku suntuk berada disini terus, aku tidak bisa tenang, percayalah Zaky tidak akan menemukanku.''

__ADS_1


''Jangan keluar walau selangkahpun. Aku akan memberikan kabar baik untukmu, Qiaaa...''


BERSAMBUNG...


__ADS_2