CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Menemukan


__ADS_3

Di satu sisi aku berusaha mencari kebenaran se isi rumah ini, disisi lain pembunuhan yang kulakukan terus menghantui ku. Walaupun aku tahu semua bukti sudah terkubur sempurna tapi, tetap saja aku was-was.


Malam ini aku tidak bisa tidur, bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan bukti kejahatan pak Zulham secepatnya.


Aku keluar masuk kamar entah apa yang sedang ku lakukan, ku pejamkan mataku berulang kali tapi tetap saja tidak ada gunanya bahkan semakin kefikiran.


Jam menunjukkan pukul 02.45 wib semuanya sepi tidak terdengar apa pun.


Perlahan aku keluar dari kamar menuju kamar Zaky, pintu kamarnya terbuka sedikit jadi aku bisa dengan bebas melihat kedalam.


Ia tertidur sangat pulas kemudian ku lanjutkan kekamar Ayah tapi pintunya tertutup rapat, perlahan ku coba membukanya.


Krekkkk... (suara pintu)


Ternyata tidak di kunci dari dalam setelah memastikan ayah tidur aku mencari buku yang ia sembunyikan, lemari dan rak-rak tidak luput dari pencarianku.


Bahkan beberapa tas hingga kamar mandi semuanya tidak ada yang tertinggal.


Usahaku sia-sia tidak kutemukan buku itu, tinggal satu tempat lagi di bawah bantal Ayah.


Perlahan aku mendekatinya yang tidur miring membelakangiku.


kutarik bantalnya perlahan dan betul saja buku itu berada di sana.


Perlahan-lahan kutarik bukunya dan akhirnya aku berhasil mendapatkannya, aku bergegas keluar dan kembali kekamarku.


Aku mempoto semua isi buku terlebih dulu dan mengirimkannya kepada Mr.x.


Setelah semua selesai ku kembalikan buku itu ketempat semula aku menemukannya.


Sepertinya Andri sudah lelap ia tidak membalas pesan yang ku kirim.


Ternyata buku ini berisi pengakuan dari pak Zulham tentang semua kejahatan yang ia lakukan.


Bahkan beberapa bulan terakhir ia masih melakukan hal sama pemerkosaan dan pembunuhan.


Dan selama ini belum ada satu bukti pun yang menunju kearahnya.


Darahku mendidih membaca semua tulisannya, ingin rasanya kubunuh ia saat ini juga.

__ADS_1


Aku meredam emosi yang sedang membara, aku tidak ingin ia menaruh curiga terhadapku.


Aku berusaha melupakannya dan memejamkan mataku.


...****************...


''Qia...Qia...''


Aku tersentak mendengar suara memanggil namaku ternyata ayah berada tepat di hadapanku.


''Ayah...!'' Aku sangat kaget.


''Sudah pukul 09.44 wib kenapa kau belum bangun juga, apa kau sakit?'' ayah memegang keningku.


''Tidak, ayah aku baik-baik saja.'' Ucapku.


''Apa kau tidak bisa tidur semalaman?''


''Aku tertidur pulas malam ini, mungkin kecapean saja karna habis bepergian.''


''Aku tahu, pasti kamu tidak betah tidur sendiri kan?'' ucapnya sambil mengelus-elus pundakku.


''Maksud ayah?''


Aku sangat tidak nyaman atas perlakuannya.


''Zaky...?'' gamaku.


''Ia sudah pergi pagi-pagi sekali, aku tidak tau ia akan kemana, kamu tidak perlu memikirkan dia yang terpenting sekarang fikirkan saja kebahagian mu.''


''Ayah aku mau kekamar mandi sebaiknya ayah keluar saja.'' Aku sengaja mengalihkan pembicaraan.


''Owh...baiklah!'' Akhirnya ia keluar juga aku bergegas ke kamar mandi mencuci muka.


Setelah selesai mencuci muka betapa kagetnya aku, ternyata ayah sedang tiduran di tempat tidurku.


''Kenapa ayah kesini lagi?'' Ucapku dengan sangat heran.


''Sebenarnya ayah ingin minta tolong, semalaman tidak bisa tidur gara-gara masuk angin, tolong pijat ayah sebentar saja.'' Perasaanku mulai tidak enak.

__ADS_1


''Ayah aku tidak pandai memijit, biar ku panggilkan saja tukang pijit yang benar-benar bisa!''


''Tidak perlu! jika kamu tidak bisa cukup usapkan saja minyak anginnya kepunggungku.''


''Baiklah ayah, sebaiknya kita di ruang tv saja tidak enak jika nanti Zaky pulang melihat ayah berada disini.''


''Itu biar menjadi urusanku! aku yang akan menanganinya, sekang tolong lakukan secepatnya rasanya seluruh tubuhku sangat sakit sekali.''


Perlahan aku naik ke atas tempat tidur dan duduk disampingnya.


Ayah memberiku sebotol minyak, perlahan kusapukan kepunggunya.


''Sudah selesai, ayah? sebaiknya kembali saja kekamar ayah.'' Ucapku mengusirnya dari kamar ku.


''Baiklah...'' ia berdiri sedangkan aku masih duduk di atas ranjang.


Ia memperbaiki pakaiannya kukira ia segera meninggalkan ku ternyata aku salah.


''Aku tahu kau sudah lama tidak merasakannya lagi, pasti kau sangat ingin kan? Karna Zaky tidak melayani mu biarkan ayah yang melakukannya.''


''Tidak, ayah! tolong lepaskan aku?'' ia menimpa badan ku dan memegangi tanganku mencoba melecehkanku.


''Aku lebih berpengalaman dari pada Zaky, kau akan menyukainya.''


Aku menyerit sekencang-kencangnya meminta tolong, pakaianku sudah tidak beraturan lagi.


''Aku tau Qia, kau sudah mengetahui semuanya tentang rahasia yang sudah puluhan tahun ku tutupi, semalam ketika kau membuka pintu kamarku aku terbangun dan berpura-pura tidur, buku itu pasti sudah kau tahu semua isinya.''


''Dasar biadap lepaskan aku?''


''Berteriaklah Zaky tidak akan pulang aku menyuruhnya pergi dan ia akan pulang nanti malam, jadi sekarang lebih baik tutup mulut mu.''


''Tidak, ayah! aku berjanji tidak akan memberi tahu siapapun tentang semuanya, tolong biarkan aku pergi?''


''Aku bukan orang yang bodoh seperti Zaky, mulai sekarang kau harus melayaniku dan kerjakan semuanya seperti yang kukatakan.''


Kini hanya tinggal pakaian dalam ku saja, aku tidak bisa pergi seluruh tubuhku tertindih.


Aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga saja ada seseorang yang datang menyelamatkanku.

__ADS_1


Kekuatanku sudah mulai seluruh tubuhku sangat sakit karna cengkraman lelaki bangsat ini.


Bersambung......


__ADS_2