CINTA SEHITAM ARANG

CINTA SEHITAM ARANG
Senang


__ADS_3

''Sekarang apa yang akan kamu lakukan Zaky? setelah mendengar semua kebenaran ini,'' bisikku.


''Silahkan keluar dari rumahku!''


Luar biasa karna tidak mau mendengar kenyataan anggota kepolisian pun di usir dari rumah.


Zaky berlari kekamarnya memebawa buku ditangannya, aku kembali kekamarku merayakan kemenanganku.


''Andri datanglah kesini! aku sangat-sangat bahagia...''


''Owh tuan putri ada apa kenapa kau sangat gembira, aku akan datang.''


''Hati-hati Zaky ada dirumah saat ini, jangan sampai ia melihatmu!''


''Siap tuan putri!''


Kututup telinga ku beberapa peralatan dirumah ini sudah terbang, mungkin sebentar lagi rumah ini pun akan ikut hancur.


Karna marah Zaky telah menciptakan kerusakan di seluruh rumah, dan aku disini merayakannya.


Drama kehidupan ini sangat adil sekarang gilirannya menjadi gila.


''Au...'' Andri mengagetkanku.


''Hey... kenapa?''


''Kau mengagetkanku!''


''Suttt... ada apa kenapa rumah ini sangat hancur, apa yang telah kalian perbuat?''


''Kepolisian datang kemari membawa buku itu, lalu Zaky tidak terima dengan apa yang tertulis disana. Terjadilah kehancuran besar seperti ini.''


''Disana Zaky gila dan kau, disini bahagia, sungguh kau sangat kejam Qia, ha...ha...ha...''


''Itu belum seberapa jika ku tunjukkan surat ibunya, maka ia akan menghabisi nyawanya sendiri!''


''Apa kau rela kehilangnnya?''


''Tidak! aku tidak akan membiarkannya menghabisi dirinya sendiri, tapi harus tanganku yang melakukannya,''

__ADS_1


''Apa kita akan berada disini terus?''


''Sebenarnya aku juga merasa bosan berada disini, tapi jika nanti Zaky masuk kesini dan melihatku tidak ada, bagaimana?''


''Aku rasa ia tidak akan peduli denganmu saat ini, sebaiknya kita bersenang-senang...''


...****************...


Akhirnya sampai di sebuah cape yang sangat indah.


''Apa ini bagus menurutmu?''


''Sungguh ini sangat indah sekali!''


Pemandangan yang indah suasana yang romantis, makanan dan minuman yang sangat lezat menambah bumbu kebahagianku.


''Apa selanjutnya yang akan kau lakukan?'' Tanya andri kepadaku.


''Surat, ya surat itu akan aku berikan kepada Zaky,''


''Tapi menurutku tidak baik jika secara langsung kau memberikan itu padanya.''


''Hmmm...''


Setelah menghabiskan waktu seharian dengan perasaan yang bahagia aku kembali kerumah.


Andri membantuku masuk dari jendela tapi semuanya hancur.


''Dari mana saja kau?'' ternyata Zaky telah mengetahui kepergianku.


''Hmmm...'' Aku gugup dan takut harus mengatakan apa.


'' Gara-gara mu ayahku meninggal dan sekarang kau bersenang-senang! siapa yang menemanimu?'' Zaky membuka jendela.


Dag...dig...dug... jantungku tidak karuan lagi.


''Zaky... dengarkan aku.''


''Apa yang akan kau katakan!''

__ADS_1


''Kau tahu kan aku tidak sempat melihat ayah untuk terakhir kalinya, malah kau membuatku masuk jeruji besi itu. Aku pergi kemakam ayah tadi,''


''Hey... ingat baik-baik kau tidak punya hubungan apa pun dengannya, jadi jangan coba-coba untuk datang kemakamnya!''


''Baiklah! tapi, aku kesana hanya mengucapkan terimakasih karna telah menyatukan kita,''


''Hubungan yang mana yang kau katakan? aku dan kau sudah tidak punya apapun lagi, mulai sekarang pergi dari sini aku tidak ingin melihatmu lagi.''


''Aku istrimu, kan? kemana aku akan pergi, rumah ini adalah rumahku satu-satunya.''


''Aku tidak peduli tinggalkan rumah ini dan bawa semua barang mu jangan tinggalkan walau sehelai kertas pun.''


(Burrrr...) ia membanting pintu hingga rusak.


''Andri...andri...andri...''


''Aku disini!''


''Kenapa kau bisa masuk kesini?''


''Aku tau Zaky pasti akan mencari ku di jendela, jadi aku memutuskan lebih baik masuk dan bersembunyi dibelakang pintu.''


''Dasar, untung saja dia tidak melihatmu bisa-bisa semuanya menjadi rumit.''


''Ayo kita pergi dari sini, pulang kerumah kita.''


''Tidak... Andri, aku harus tetap berada disini sampai aku benar-benar menghabisinya. Apapun yang ia katakan saat ini, aku akan menerimanya untuk bisa mencapai tujuanku yang sebenarnya.''


''Ya sudah aku akan berada di sini sampai keadaan membaik.''


''Tidak perlu Andri, pulanglah!''


''Tapi... laki-laki itu tidak waras, aku tidak bisa meninggalkan mu.''


''Percayalah aku bisa menghadapinya.''


Andri ia sangat berat meninggalkanku tapi ini sangat tidak baik untuk semuanya, entah kenapa jika bersamanya aku merasa sangat aman dan sangat bahagia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2